<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715</id><updated>2012-02-17T13:39:04.791+09:00</updated><category term='TEKNO'/><category term='Ilmu Komputer'/><category term='International'/><category term='Kesehatan'/><category term='berita'/><category term='Artikel Islam'/><category term='Kisah Mu&apos;alaf'/><category term='Dakwah Keliling'/><category term='Fiqh dan Muamalah'/><category term='Muslimah'/><category term='Warta'/><category term='Kegiatan Pumita'/><category term='Ramadhan'/><category term='Mp3 Al Qur&apos;an'/><category term='Doa dan Wirid'/><category term='Dompet Palestina'/><category term='IPTEK'/><category term='Masjid di Korea'/><category term='Info'/><category term='BSM'/><category term='Kisah Sahabat Nabi'/><category term='Masjid Mancanegara'/><category term='Muhasabah'/><category term='Tauhid'/><category term='Aqidah'/><category term='Da&apos;wah Pumita'/><category term='Mu&apos;alaf'/><category term='Islam Mancanegara'/><category term='Fiqih dan Muamalah'/><category term='Akhlak dan Nasehat'/><category term='Info Pumita'/><category term='Mp3 Al Qur&apos;an 30 Juz'/><category term='Kedokteran'/><category term='News'/><title type='text'>Pumita Busan</title><subtitle type='html'>Persaudaraan Umat Muslim Indonesia Al Fatah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>564</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-5669610531500086124</id><published>2011-12-03T14:31:00.007+09:00</published><updated>2011-12-03T16:49:38.105+09:00</updated><title type='text'>Penjelasan Puasa Asyura 2011</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681773017650860274" src="http://2.bp.blogspot.com/-NR1DbFA5q68/Ttm2dMt6kPI/AAAAAAAAFmk/wQuxPup6Kv0/s400/Puasa-Asyura.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 227px; margin: 0px 10px 10px 0px; width: 339px;" /&gt;Bulan Muharram adalah salah satu bulan haram yang dianjurkan Rasulullah saw untuk banyak melakukan puasa di dalamnya berdasarkan sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurariroh berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;, ”Rasulullah saw bersabda, ’Puasa yang paling afdhol setelah bulan Ramadhan adalah bulan Allah al Muharram dan shalat yang paling afdhol setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” Puasa asyura tahun ini akan jatuh pada tanggal 5, 6, 7 Desember 2011/ 9, 10, 11 Muharram 1433 H.&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; color: #222222; display: inline !important; float: none; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font: 12px/23px verdana; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada dasarnya, Muharam artinya 'diharamkan' atau 'dipantang', yaitu Allah SWT melarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah. Namun demikian larangan ini dibatalkan setelah pembukaan Makkah (Al Baqarah: 91). Sejak peperangan itu, umat Islam boleh melaksanakan tugas dan ibadat harian tanpa terikat lagi dengan larangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Muharam - Khalifah Umar Al-Khattab mula membuat penetapan kiraan bulan dalam Hijrah.&lt;br /&gt;10 Muharam - Dinamakan juga hari 'Asyura'. Pada hari itu banyak terjadi peristiwa penting yang mencerminkan kegemilangan bagi perjuangan yang gigih dan tabah bagi menegakkan keadilan dan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak peristiwa bersejarah yang berlaku pada 10 Muharam ini, di mana pada hari inilah, Allah telah memuliakan Nabi-Nabi dengan sepuluh kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Setelah beratus-ratus tahun meminta ampun dan taubat pada Allah, maka pada hari yang bersejarah 10 Muharam inilah, Allah telah menerima taubat Nabi Adam. Ini adalah satu penghormatan kepada Nabi Adam a.s.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Pada 10 Muharam juga, Nabi Idris a.s telah di bawa ke langit, sebagai tanda Allah menaikkan derajatnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Pada 10 Muharam, bersandarnya perahu Nabi Nuh a.s kerana banjir yang melanda seluruh alam di mana hanya ada 40 keluarga termasuk manusia binatang saja yang selamat dari banjir tersebut. Kita merupakan cucu-cicit antara 40 keluarga tadi. Ini merupakan penghormatan kepada Nabi Nuh a.s karena 40 keluarga ini saja yang selamat dan dipilih oleh Allah. Selain dari itu, mereka adalah orang-orang yang mengingkari  Nabi Nuh a.s.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. Nabi Ibrahim dilahirkan pada 10 Muharam dan diangkat sebagai Khalilullah (kekasih Allah) dan juga hari di mana baginda diselamatkan dari api yang dinyalakan oleh Namrud. Nabi Ibrahim diberi penghormatan dengan Allah memerintahkan kepada api supaya menjadi sejuk dan tidak membakar Nabi Ibrahim. Maka selamat Nabi Ibrahim dari  kekejaman Namrud.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;5. Pada 10 Muharam ini juga Allah menerima taubat Nabi Daud karena Nabi Daud merampas isteri orang walaupun bagainda sendiri sudah ada 99 orang isteri, masih lagi ingin isteri orang. Kemudian Allah turunkan dua malaikat menyamar sebagai manusia untuk menegur dan menyindir atas perbuatan Nabi Daud itu. Dengan itu sadarlah Nabi Daud atas perbuatannya dan memohon ampun pada Allah. Sebagai penghormatan kepada Nabi Daud a.s maka Allah mengampunkan baginda pada 10 Muharam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6. Pada 10 Muharam ini juga, Allah mengangkat Nabi Isa ke langit, di mana Allah telah menukarkan Nabi Isa dengan Yahuza. Ini merupakan satu penghormatan kepada Nabi Isa daripada kekejaman kaum Bani Israil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;7. Allah juga telah menyelamatkan Nabi Musa pada 10 Muharam daripada kekejaman Firaun dengan mukjizat yaitu tongkat yang dapat menjadi ular besar yang memakan semua ular-ular ahli sihir dan menjadikan laut terbelah untuk dilalui oleh tentera Nabi Musa dan berubah seperti semula apabila dilalui oleh Firaun dan tenteranya. Maka tenggelamlah mereka di Laut Merah. Mukjizat yang dikurniakan Allah kepada Nabi Musa ini merupakan satu penghormatan kepada Nabi Musa a.s&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;8. Allah juga telah menenggelamkan Firaun, Haman dan Qarun serta kesemua harta-harta Qarun dalam bumi karena kezaliman mereka. 10 Muharam, merupakan berakhirnya kekejaman Firaun buat masa itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;9. Allah juga telah mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan setelah berada selama 40 hari di dalamnya. Allah telah memberikan hukuman secara tidak langsung kepada Nabi Yunus dengan cara ikan Nun menelannya. Dan pada 10 Muharam ini, Allah mengkaruniakan penghormatan kepada baginda dengan mengampun dan mengeluarkannya dari perut ikan Nun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;10. Allah juga telah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman a.s pada 10 Muharam sebagai penghormatan kepada baginda. Dengan itu, mereka berpuasa dan beribadah kepada Allah sebagai tanda kesyukuran kepada Allah swt. Nabi saw telah bersabda dengan maksudnya: "Saya dahulu telah menyuruh kamu berpuasa sebagai perintah wajib puasa Asyura, tetapi kini terserah kepada siapa saja yang ingin berpuasa, maka dibolehkan berpuasa dan siapa yang tidak ingin boleh meninggalkannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Muharram ada satu hari yang dikenal dengan sebutan hari ‘Asyura. Orang-orang jahiliyah pada masa pra Islam dan bangsa Yahudi sangat memuliakan hari ini. Hal tersebut karena pada hari ini Allah Subhanahu wa Ta’ala selamatkan Nabi Musa ‘alaihissalam dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya. Bersyukur atas karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya, Nabi Musa ‘alaihissalam akhirnya berpuasa pada hari ini. Tatkala sampai berita ini kepada Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wassalam, melalui orang-orang Yahudi yang tinggal di Madinah beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang demikian karena pada saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam sampai di Madinah, beliau mendapati Yahudi Madinah berpuasa pada hari ini, maka beliau sampaikan sabdanya sebagaimana di atas. Semenjak itu beliau Saw memerintahkan ummatnya untuk berpuasa, sehingga jadilah puasa ‘Asyura diantara ibadah yang disukai di dalam Islam. Dan ketika itu puasa Ramadhan belum diwajibkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Abdullah bin Abbas radiyallahu ‘anhu yang menceritakan kisah ini kepada kita sebagaimana yang terdapat di dalam Shahih Bukhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tatkala Nabi Saw datang ke Madinah beliau melihat orang-orang Yahudi melakukan puasa di hari ‘Asyura. Beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam bertanya, “Hari apa ini?”. Orang-orang Yahudi menjawab, “Ini adalah hari baik, pada hari ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa ‘alaihissalam berpuasa pada hari ini. Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi). Maka beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummatnya untuk melakukannya”. (HR Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Aisyah radiyallahu ‘anha, ia mengisahkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam memerintahkan untuk puasa di hari ‘Asyura. Dan ketika puasa Ramadhan diwajibkan, barangsiapa yang ingin (berpuasa di hari ‘Asyura) ia boleh berpuasa dan barangsiapa yang ingin (tidak berpuasa) ia boleh berbuka”. HR Al Bukhari No 1897&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak pula terdapat dalil khusus yang menyebutkan bahwa berpuasa pada hari pertama (tanggal 1) dari bulan Muharram adalah sunnah akan tetapi yang di-sunnah-kan adalah memperbanyak berpuasa di bulan ini, sebagaimana penjelasan di atas. Dan jika seseorang melakukan puasa pada tanggal 1 Muharram karena anjuran memperbanyak puasa di bulan ini bukan karena kekhususan tanggal 1 Muharram maka ia telah melakukan sunnah berdasarkan hadits Abu Hurairoh di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada hari ke-9 (Tasuua’a) dan ke-10 (Asyura’) dari bulan Muharram maka dianjurkan bagi setiap muslim untuk melakukan puasa sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Abbas berkata, ”Sewaktu Rasulullah saw berpuasa pada hari Asyura lalu beliau saw memerintahkan (para sahabat) untuk berpuasa.” Para sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.” Beliau saw menjawab, ”Untuk tahun depan, insya Allah kita berpuasa (juga) pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas berkata, ”Ternyata tahun depan tidaklah menemuinya hingga beliau saw wafat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam Syarhnya, Imam Nawawi menyebutkan pendapat Syafi’i dan para pengikutnya, Ahmad, Ishaq dan ulama lainnya, ”Dianjurkan berpuasa pada hari ke-9 dan ke-10 sekaligus karena Nabi saw berpuasa pada hari ke-10 dan beliau saw telah berniat untuk berpuasa pada hari ke-9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama mengatakan bahwa bisa jadi sebab dari berpuasa pada hari ke-9 yang disertai hari ke-10 adalah agar tidak tasyabbuh (menyerupai) orang-orang Yahudi yang hanya berpuasa pada hari ke-10, dan hadits diatas mengisyaratkan hal ini. (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi juz IV hal 121)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keutamaan puasa ‘Asyura di dalam Islam.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa hidupnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam berpuasa di hari ‘Asyura. Kebiasaan ini bahkan sudah dilakukan beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam sejak sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan dan terus berlangsung sampai akhir hayatnyaShallallahu ‘alaihi wassalam . Al Imam Al Bukhari (No 1902) dan Al Imam Muslim (No 1132) meriwayatkan di dalam shahih mereka dari Abdullah bin Abbas radiyallahu ‘anhuma, ia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak pernah mendapati Rasulullah menjaga puasa suatu hari karena keutamaannya dibandingkan hari-hari yang lain kecuali hari ini yaitu hari ‘Asyura dan bulan ini yaitu bulan Ramadhan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menandakan akan keutamaan besar yang terkandung pada puasa di hari ini. Oleh karena itu ketika beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam ditanya pada satu kesempatan tentang puasa yang paling afdhal setelah Ramadhan, beliau menjawab bulan Allah Muharram. Dan Al Imam Muslim serta yang lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda&lt;br /&gt;“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan puasa ‘Asyura menggugurkan dosa-dosa setahun yang lalu. Al Imam Abu Daud meriwayatkan di dalam Sunan-nya dari Abu Qatadah Ra,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan puasa di hari ‘Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah bisa menggugurkan dosa setahun yang lalu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/puasamuharram.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/puasamuharram.htm&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan &lt;a href="http://fathimah.multiply.com/"&gt;/fathimah.multiply.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-5669610531500086124?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/5669610531500086124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/12/penjelasan-puasa-asyura-2011.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/5669610531500086124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/5669610531500086124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/12/penjelasan-puasa-asyura-2011.html' title='Penjelasan Puasa Asyura 2011'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-NR1DbFA5q68/Ttm2dMt6kPI/AAAAAAAAFmk/wQuxPup6Kv0/s72-c/Puasa-Asyura.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-7154583912260028296</id><published>2011-08-23T14:23:00.000+09:00</published><updated>2011-08-23T14:25:18.193+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Rindu Surga</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-94F7sP28vVk/TlM5dcXVkmI/AAAAAAAAFdc/ZuecRv2lNNA/s1600/ustadz-arifin-ilham-_110805095907-931.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 360px; height: 260px; " src="http://4.bp.blogspot.com/-94F7sP28vVk/TlM5dcXVkmI/AAAAAAAAFdc/ZuecRv2lNNA/s400/ustadz-arifin-ilham-_110805095907-931.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643917936018428514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh: Ustadz Muhammad Arifin Ilham&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu doa yang dianjurkan dibaca menjelang berbuka dan dalam setiap munajat Ramadhan adalah permintaan ridha dan surga-Nya. Allahumma inna nas-aluka ridhaaka wal jannah wa na'uudzubika min syakhotika wan naar, "Ya Allah hamba mohon ridha-Mu dan surga-Mu dan hamba mohon perlindungan dari murka dan siksa neraka-Mu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap orang yang beriman pada Allah dan hari akhir pasti merindukan surga. Ia merindukan surga bukan karena sudah bosan hidup di dunia, tetapi karena ia memahami dan meyakini bahwa kehidupan yang hakiki dan abadi hanyalah kehidupan surga (QS al-A'la, 87: 17). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Surga dengan segala personifikasinya adalah tempat yang dirindukan oleh seluruh makhluk Allah. Tempat yang tidak terdengar di dalamnya perkataan yang tak berguna, sia-sia, dan dusta. Di dalamnya, ada mata air yang mengalir, sungai susu yang mengalir di bawah tanah (QS al-Hijr: 45-48), takhta-takhta yang ditinggikan, gelas-gelas berisi minuman yang selalu tersedia, bantal-bantal sandaran yang tersusun rapi (al-Kahfi: 30-31), permadani-permadani yang terhampar, kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis sebaya bermata indah dan menyenangkan (QS Shad: 49-54). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seluruh kenikmatan surga tersebut ternyata pada bulan diijabahnya semua doa ini adalah yang diminta secara khusus; kiranya kita adalah yang tercatat sebagai penghuni sahnya. Masalahnya, apakah surga merindukan kita? Rasul memberikan jawaban bahwa ada empat golongan manusia yang dirindukan surga. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, orang yang senantiasa membaca Alquran (taaliy al-Qur'an). Tampaknya wajar jika surga merindukan ahli Alquran ini karena sejak di dunia saja mereka sudah dipilih oleh Allah dengan dikepakkan sayap malaikat yang selalu menaunginya, dicurahkan kasih sayang-Nya, diliputi ketenangan hati, dan selalu diingat oleh-Nya (HR Bukhari). Bahkan, di mata Rasulullah, orang terbaik di dunia dan akhirat tidak lain adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya (HR Bukhari Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, orang yang senantiasa menjaga lisannya (haafizhul lisaan). Tidaklah struktur kata yang keluar dari lisannya kecuali berorientasi kepada rahmat hikmah dan berkah. Pantang baginya berkata kotor, angkuh, dan menyakitkan. Bukankah di surga tidak akan ada kata-kata yang sia-sia dan dusta? Keselamatan hidup, baik di dunia maupun akhirat, di antaranya ditentukan karena terjaganya lisan, salaamatul insaan fi hifzhil lisaan.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, pemberi makan orang yang kelaparan (muth'imuth tho'aam).  Sungguh, Allah Yang Maha Berterima Kasih (Syakuur) akan membalas sekecil apa pun kebaikan kita kepada orang lain. Bila kita memberi minum kepada saudara kita yang kehausan, Allah akan memberi kita minum pada Hari Kiamat nanti pada saat orang-orang sedang dilanda dahaga hebat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keempat, orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan (shooimur ramadhaan). Di bulan yang mulia dan penuh berkah ini, Allah menjanjikan kepada kita akan pembebasan dari panasnya api neraka, bila kita berpuasa dan menghidupkan malamnya dengan shalat, qiro'at dan taqarrub, serta ibadah apa pun dengan hanya mengharap ridha-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan, di surga ada satu gerbang indah lagi kokoh yang disebut dengan gerbang ar-Royyan, ternyata hanya dipersiapkan untuk mereka yang berpuasa pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan ikhlas karena Allah.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-7154583912260028296?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/7154583912260028296/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/08/rindu-surga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/7154583912260028296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/7154583912260028296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/08/rindu-surga.html' title='Rindu Surga'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-94F7sP28vVk/TlM5dcXVkmI/AAAAAAAAFdc/ZuecRv2lNNA/s72-c/ustadz-arifin-ilham-_110805095907-931.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-4526239235789661324</id><published>2011-08-06T13:46:00.003+09:00</published><updated>2011-08-06T13:48:42.929+09:00</updated><title type='text'>Allah Maha Menerima Tobat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-RM0fBcAGca4/TjzHRC5EZdI/AAAAAAAAFdU/NxeJO8hk1ww/s1600/ilustrasi-_110803164505-931.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 360px; height: 260px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-RM0fBcAGca4/TjzHRC5EZdI/AAAAAAAAFdU/NxeJO8hk1ww/s400/ilustrasi-_110803164505-931.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5637599929208956370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh Dr Abdul Mannan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini negeri kita dipenuhi oleh berita kriminal, mulai dari tindak korupsi, hamil di luar nikah, tawuran, perampokan, hingga pembunuhan. Khusus kasus korupsi, tampaknya menjadi suatu kasus yang kian runyam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah utamanya cukup sederhana, tidak ada pihak yang berani terbuka mengakui perbuatannya. Padahal, jika pelaku korupsi itu mau bertobat, Allah pasti akan mengampuninya dan sejarah hidupnya akan menjadi inspirasi generasi yang akan datang. Mengapa harus malu kepada manusia, bukankah kepada Allah semata kita seharusnya malu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Al-Firasah karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, yang diterjemahkan menjadi 'Keajaiban Firasat', ada satu peristiwa yang diriwayatkan oleh Imam an-Nasa'i yang patut kita renungkan, yakni bagaimana seorang pelaku dosa seketika diampuni oleh Allah dan rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ada seorang wanita yang telah diperkosa oleh seorang laki-laki di kegelapan malam menjelang masuknya waktu Subuh. Tak lama berselang, melintas pula laki-laki lain dan mendapati wanita itu tengah meminta pertolongan, hingga ia pun berusaha menolongnya. Pemerkosa wanita tadi telah kabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat lelaki itu hendak mendekati, melintas pula sekelompok laki-laki lain dan mendengar wanita itu minta tolong kepada mereka. Kemudian, mereka menangkap lelaki yang hendak menolong wanita itu, sedangkan lelaki yang memperkosa wanita itu terlewatkan oleh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dibawalah laki-laki itu kepada Rasulullah dan mengabarkan kepada Beliau bahwa ia telah memperkosa wanita tersebut. Dan, mereka mengabarkan bahwa laki-laki itu ditangkapnya dengan susah payah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, lelaki itu menyangkal seraya berkata, "Justru aku hendak menolongnya, tetapi mereka salah orang. Mereka akhirnya mengejar dan menangkapku. Wanita itu berkata, "Dusta, dialah yang telah memperkosaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah kemudian berkata, "Bawalah ia dan rajamlah." Tetapi, datang seorang lelaki lain dan berkata, "Jangan rajam ia, rajamlah aku. Karena, akulah yang telah melakukan pemerkosaan terhadapnya." Lalu, ia mengakui dan menceritakan semua perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Rasulullah berkata kepada wanita yang diperkosa, "Engkau telah diampuni." Kepada orang yang hendak menolong, Beliau hanya menasihatinya. Kemudian, Umar RA berkata, "Rajamlah orang yang telah berbuat zina." Akan tetapi, Rasulullah menolaknya dan berkata, "Tidak perlu, karena ia telah bertobat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad meriwayatkan, "Lalu mereka berkata, 'Wahai Rasulullah, rajamlah ia'!" Beliau menjawab, "Ia telah melakukan tobat, yang seandainya penduduk Madinah melakukannya, pasti Allah akan menerima tobat mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang bertobat dan pasti akan mengampuni dosa orang-orang yang mau bertobat. Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah menyukai seorang hamba mukmin yang terjerumus dosa, tetapi bertobat." (HR Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun di antara anak Adam pasti pernah melakukan perbuatan dosa, baik disengaja maupun tidak disengaja. Oleh karena itu, pada bulan Ramadhan ini, mari kita membiasakan diri untuk senantiasa bertobat kepada Allah SWT agar dosa-dosa kita diampuni oleh-Nya. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/11/08/06/lpho7e-allah-maha-menerima-tobat"&gt;Republika.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-4526239235789661324?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/4526239235789661324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/08/allah-maha-menerima-tobat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/4526239235789661324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/4526239235789661324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/08/allah-maha-menerima-tobat.html' title='Allah Maha Menerima Tobat'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-RM0fBcAGca4/TjzHRC5EZdI/AAAAAAAAFdU/NxeJO8hk1ww/s72-c/ilustrasi-_110803164505-931.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-6385056427709100694</id><published>2011-08-06T00:18:00.001+09:00</published><updated>2011-08-06T00:22:13.997+09:00</updated><title type='text'>Tiga Disiplin Puasa</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-7ptIFNr3vrQ/TjwKLPHH2mI/AAAAAAAAFdM/fp79urk04qo/s1600/dua-remaja-putri-membaca-alquran-di-kompleks-masjid-niujie-_110802095350-760.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 360px; height: 260px; " src="http://2.bp.blogspot.com/-7ptIFNr3vrQ/TjwKLPHH2mI/AAAAAAAAFdM/fp79urk04qo/s400/dua-remaja-putri-membaca-alquran-di-kompleks-masjid-niujie-_110802095350-760.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5637392021712263778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada banyak makna penting dari ibadah Ramadhan, salah satunya adalah mendidik disiplin dalam melaksanakan hidup. Paling tidak, ada tiga bentuk disiplin yang dididikan dari puasa. Pertama, disiplin dalam menunaikan kewajiban, apalagi kewajiban ini telah dibebankan kepada generasi sebelum kita. Ini berarti tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mau melaksanakan segala bentuk kewajiban dalam hidup. "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS al-Baqarah [2]:183).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Utang juga kewajiban yang harus kita tunaikan, baik kepada Allah SWT maupun kepada manusia. Karenanya, bila kewajiban puasa belum kita tunaikan dengan sebab-sebab tertentu, maka kewajiban itu tidak gugur begitu saja, tapi harus ditunaikan dengan berpuasa pada kesempatan lain atau menggantinya dengan fidiah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Maka, barang siapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidiah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS al-Baqarah [2]:184).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, disiplin dalam waktu, yakni menggunakan waktu sebaik mungkin dalam konteks pengabdian kepada Allah SWT, karenanya berpuasa dan ibadah lainnya di dalam Islam ditentukan waktunya. Saat fajar atau Subuh tiba, maka makan dan minum serta hubungan suami istri dihentikan untuk memulai puasa. Orang yang disiplin waktu merasa lebih baik menunggu daripada terlambat, sebagaimana waktu imsak. Sedangkan bila Magrib tiba, kita harus segera makan dan minum untuk mengakhiri puasa meskipun harus menunda beberapa saat pelaksanaan shalat Magrib. Karena itu, kita amat dituntut mengefektifkan penggunaan waktu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, disiplin dalam hukum. Sebagai manusia kita amat membutuhkan hukum, dan Allah SWT paling tahu tentang hukum seperti apa yang cocok untuk kita. Melalui puasa, kita dilatih untuk disiplin dalam hukum sehingga sesuatu yang semula boleh menjadi tidak boleh. Bila sesuatu yang amat penting, yakni makan dan minum serta hubungan seksual sudah bisa dikendalikan, seharusnya kita bisa mengendalikan diri dan disiplin dalam hukum-hukum lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui." (QS al-Baqarah [2]:188). Karena itu, berbahagialah kita mendapatkan kesempatan sekali lagi untuk membina diri melalui ibadah Ramadhan yang membuat kita menjadi semakin bertaqwa kepada Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh, &lt;b&gt;Oleh Ahmad Yani&lt;br /&gt;Sumber : Republika.co.id&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-6385056427709100694?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/6385056427709100694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/08/tiga-disiplin-puasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/6385056427709100694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/6385056427709100694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/08/tiga-disiplin-puasa.html' title='Tiga Disiplin Puasa'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-7ptIFNr3vrQ/TjwKLPHH2mI/AAAAAAAAFdM/fp79urk04qo/s72-c/dua-remaja-putri-membaca-alquran-di-kompleks-masjid-niujie-_110802095350-760.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-390184782341886534</id><published>2011-05-14T15:01:00.003+09:00</published><updated>2011-05-14T15:05:48.735+09:00</updated><title type='text'>Kehidupan dan Kematian</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-rpNOHDpS97c/Tc4bsBTW5GI/AAAAAAAAFcI/fOsAonKUC3s/s1600/kematian2%2Bcopy.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 312px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-rpNOHDpS97c/Tc4bsBTW5GI/AAAAAAAAFcI/fOsAonKUC3s/s400/kematian2%2Bcopy.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5606449029200667746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hidup di dunia ini ada yang mengatakan hanyalah permainan dan tipu daya. Tapi mungkin kita bisa lebih dalam memahami apa arti dari permainan dan tipu daya di atas. Dari permainan akan timbul pikiran dan hati untuk menghayati dan merenungi arti kehidupan yang kita jalani. Sebab dalam kehidupan ini tidak cukup mencari keduniawian belaka, namun juga melatih akal pikiran untuk lebih maju. Hidup kita mengenal mati, surga neraka dan latar belakang kenapa di surga dan di neraka. Islampun melarang meminum minuman keras, berzina, menipu, sholat tanpa wudlu dan lain-lain. Hati akan mengenal apa pengertian akan hakikat hukum Islam. Misalnya saja orang mengkritik pada A yang pandai sekolah tinggi sampai gelar sarjana tapi dia tak "ngerti". Ngerti disini karena kepandaiannya mungkin tidak di barengi dengan sopan santun, cara bicara, memberi hormat pada yang lain hingga hubungan antara orang muda dan orang tua yang kurang harmonis. Hal seperti inipun mendukung sebab kita hidup dalam bermasyarakat dan tata cara manusia berhubungan dengan antar manusia serta manusia dengan Alloh telah di kandung di dalam Al-Qur'an dan Hadits. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka kita harus bisa mengambil intisari ilmu dan juga mengamalkannya. Karena agama memberikan pondasi berpikir sebagai tolak ukur untuk menciptakan alam pikir manusia yang Islami. Sehingga Alloh tidak percuma menganugerahkan akal terhadap manusia. Selain itu, Nabi SAW tidak percuma meninggalkan dua pusaka berupa Al-Qur'an dan hadits yang berfungsi sebagai pedoman hidup manusia. Dunia bisa beranggapan hidup bak permainan dan senda gurau tipu daya namun kita tahu insan di bumi akan di permainkan dunia yang di setir oleh syetan kala dia tak memfungsikan akal pikirannya. Sebaliknya Agama Islam akan jadi landasan agar manusia tak gampang tergoda dengan permainan dunia karena hati tlah terikat oleh kebenaran hidup Islami. Jadi kita hidup harus punya konsep ataupun prinsip seperti halnya berbisnis kerja. Orang yang memiliki prinsip kemudian menghayati serta melaksanakan sesuai syari'at Islam maka InsyaAllah akan menyelamatkan dia di dunia sampai akhirat. Dengan mempraktekkan melalui ibadah maupun amal sholeh serta menjauhi larangan dan menjalankan perintah-NYA, sebagai jembatan emas menuju kehidupan yang seimbang antara dunia akhirat. Ini wujud prinsip mencintai sesama manusia karena Alloh. Kalaupun kita hidup di dalam islam pasti ada perjuangan. Islam adalah milik kita dan ini anugrah terbesar dari Alloh lalu bagaimana cara memperjuangkan serta memegang Islam? membela Islam dengan hasrat melindungi agar tak ternodai maupun tak terganggu oleh siapapun merupakan makna hidup di dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dunia yang sekarang kita jalani sebagai alat untuk mewujudkan cita-cita langgeng di akhirat. Kuatnya meraih cita-cita mempengaruhi laju pikiran dan hati kita. Cita-cita hanya angan-angan bila tidak di sertai usaha keras dalam bentuk meningkatkan ibadah dengan jalur yang telah di tentukan dan menata kebaikan dunia akhirat sesuai keseimbangan (fifty-fifty) hidup islami. Iman yang kuat akan memdukung keyakinan hati tentang kematian atau hari kebangkitan. Adanya hidup memastikan adanya kematian ini dua perkara yang saling berhubungan. Mati adalah hilangnya roh dari jasad. Mati merupakan jalan pertama menuju pertanggungjawaban kepada Allah. Karena tiap insan di bumi akan mengalami mati. Kematian alam pertama membuka hari kebangkitan bagi setiap insan bernafas. Mati akan merenggut siapa saja sekalipun benteng yang kokoh ataupun jutaan uang mengawal kita takkan lari dari yang namanya "mati".                 &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita di ciptakan oleh Allah maka kitapun kembali kepada-Nya dan sifat jahat dunia adalah ujian bagi insan yang baik. Mampukah kita menegakkan kebenaran dalam diri kita jadi kejahatan merupakan jembatan emas bagi orang yang baik menuju surga. Sebab karena kejahatan dia bisa bejuang menegakkan agama berseru fiisabilillah sehingga menjadi ahli surga yang di janjikan. Sebaliknya sifat baik dunia ujian bagi insan yang jahat. Bisakah kita menegakkan kebenaran di hati yang jahat dan kebaikan akan jadi jembatan neraka bagi dia yang jahat. Karena kebaikan yang dia tentang hingga sampai masuk neraka. Hidup dan mati bagai suatu ujian dan bila kita lulus dari ujian maka sudah tentu hukum alam (hidup dan mati) menjadikan orang sukses di hari kebangkitan nanti. Kematian yang khusnul khotimah merupakan dambaan setiap hamba Alloh. Maka biasakanlah berprasangka baik (khusnuzhon) terhadap Alloh maupun sesama agar mendapatkan kasih sayang, limpahan rahmat, serta pahala dan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. Allah Maha Pemurah dibandingkan pemurahnya seorang tuan terhadap pembantunya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Marilah kita jadikan dunia sebagai tempat bercocok tanam dengan mengharapkan ridlo semoga kita dapat menuai hasilnya di surga yang di janjikan-NYA. Memanfaatkan kesempatan yang telah di berikan pada kita dengan meningkatkan ibadah serta tak melalaikan amanat yang di bebankan pada kita. Meninggalkan lembaran-lembaran yang telah kusut dan memulai dengan goresan yang bermanfaat. Menjadikan hidup lebih berarti dan memaknai serta berusaha jadi teladan agar mencapai kehidupan hakiki dunia akhirat. Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Oleh Melly - BMI Hongkong&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;| Kontributor Buletin Hidayah Pumita Busan&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBusan.COM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-390184782341886534?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/390184782341886534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/05/kehidupan-dan-kematian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/390184782341886534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/390184782341886534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/05/kehidupan-dan-kematian.html' title='Kehidupan dan Kematian'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-rpNOHDpS97c/Tc4bsBTW5GI/AAAAAAAAFcI/fOsAonKUC3s/s72-c/kematian2%2Bcopy.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-2496358651082148370</id><published>2011-05-14T13:55:00.002+09:00</published><updated>2011-05-14T14:02:51.813+09:00</updated><title type='text'>Antara langit Dan Bumi  Itulah Hak Dan Bathil</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-S74i2NzQc0M/Tc4MyYkhQeI/AAAAAAAAFcA/R7f_Sno2wRI/s1600/matahari.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 209px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-S74i2NzQc0M/Tc4MyYkhQeI/AAAAAAAAFcA/R7f_Sno2wRI/s400/matahari.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5606432645851464162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langit dan bumi hanyalah sebagian kecil dari hak ciptaan Alloh Swt dari banyak ciptaan lainnya. Ada banyak rupa bentuk dan warna serta nama. satu diantaranya adalah manusia. Manusia diciptakan dengan kesempurnaan yang tiada mahluk lain memilikinya. “Sungguh Alloh ciptakan manusia dalam sebaik bentuk”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila manusia dianugerahi dengan akal dan fikiran, maka makhluk lainnya hanya dilengkapi dengan akal saja. “Betapa kita harus banyak bersyukur dengan segala pemberianNYA.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika dedaunan serta bunga matahari bergerak menghadapkan dirinya kearah matahari yang dengan serta merta menyerap kalori darinya atau pun burung yang terbang kian kemari untuk mencari makanan guna melengkapi kebutuhannya dan atau amoeba yang hanya bersel satu pun mampu bertahan sesuai dengan kodrat penciptaanya, maka itulah kekuatan Alloh SWT ke akal yang diberikan padanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun lain halnya dengan manusia, yang di anugrahi dengan akal saja namun juga dengan fikiran yang dengan fikiran itu akan dapat menyeimbangkan  kekuatan akal serta akal itu sendiri dapat meneruskan tujuan dari fikiran, sangat-sangat jauh jaraknya bagi langit dan bumi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hiruk pikuk perebutan jatah isi perut serta pelampiasan nafsu birahi telah memenuhi jagat raya, seolah-olah seluruh isi alam ini sesak, oleh-Nya dewasa, remaja, anak-anak orang kafir atau komunis dan ataupun yang muslim sekalipun tidak ada bedanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sendiri sangat menyadari bahwa, kita semua, ‘sebagai manusia yang normal memang sangat membutuhkan akan jaminan dan penopang aspek materi, namun bukan berarti materi itu sebagai tujuan akhir dari segala sesuatunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rumus yang benar bukan pada keyakinan bahwa, hidup ini hanya terdiri atas unsur materi belaka karena jika demikian maka, ilmu   anda tidak  dapat menyelamatkan orang yang terancam keberadaan jiwanya dari pemikirannya oleh pengaruh jelek materi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang telah termaktub dalam kitab suci kita, akanpentingnya nilai harta serta potensi-potensi materi  Cuma dapat menopang darma / amal yang banyak namun demikian, sepatutnya kita tidak boleh lupa bahwa, sarana-sarana ekonomis yang ingin dikuasai itu hanya merupakan jalan BUKAN ? karena ada nilai-nilai yang lebih agung dan mulia yang lebih harus diperjuangkan dengan topangan sarana-sarana ekonomis itu, kita dituntut untuk mengkaji dan menggali serta mewujudkannya, dalam bentuk amaliah (PERILaku)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tugas-tugas yang diembankan oleh zat yang memegang jiwa Muhammad Rosululloh SAW dalam hidup ini. Kesemua sudah terpetakan dengan jelas dan nyata antara yang hak dan batil agar dapat kita tunaikan dengan penuh kredibilitas, dedikasi dan loyalitas serta kapabilitas. Namun demikian sebagian besar dari keturunan nabi Adam As tidak tahu akan tujuan dari keberadaannya ditengah pengapnya kehidupan ini, kare na mereka adalah pemalas, pembosan dan suka bersikap acuh tak acuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wallohu “alam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wassalamu’alaikum&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Oleh Aman Geca Wal Hidra&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;| Kontributor Buletin Hidayah Pumita Busan&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBusan.COM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-2496358651082148370?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/2496358651082148370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/05/antara-langit-dan-bumi-itulah-hak-dan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/2496358651082148370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/2496358651082148370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/05/antara-langit-dan-bumi-itulah-hak-dan.html' title='Antara langit Dan Bumi  Itulah Hak Dan Bathil'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-S74i2NzQc0M/Tc4MyYkhQeI/AAAAAAAAFcA/R7f_Sno2wRI/s72-c/matahari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-8644237401906743749</id><published>2011-05-09T11:57:00.004+09:00</published><updated>2011-05-09T12:04:20.638+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Tanpa Judul Lagi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-NcsJGFg6EZA/TcdZaZdpQwI/AAAAAAAAFb4/eY7uEZD-NLc/s1600/didik%2Banak.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-NcsJGFg6EZA/TcdZaZdpQwI/AAAAAAAAFb4/eY7uEZD-NLc/s400/didik%2Banak.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604546571332567810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya suka membaca artikel yang ditulis oleh seorang penulis tetap di suatu kolom di suatu koran. Banyak makna berharga yang terkandung di dalam setiap tulisan-tulisannya tersebut. Isi tulisannya sebenarnya ringan-ringan saja. Tentang interaksi penulis dengan lingkungan sekitar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di suatu artikel ia mengisahkan tentang kedatangan seorang keponakannya yang datang dari desa dengan motor dan tas penuh berisi petai di punggungnya. Diceritakan bagaimana perjuangan seorang keponakan yang datang dari daerah pegunungan menembus dinginnya udara dengan sepeda motor untuk mencapai kota tempat pamannya tinggal. Keponakannya ini datang pada saat yang kurang tepat karena sang paman sedang sibuk menyelesaikan tulisan yang harus diselesaikan segera dalam waktu dekat. Hampir sang paman melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya, dengan cara menyambutnya secukupnya, memohon maaf karena ia sedang sibuk, mempersilahkan makan dan minum serta memberikan uang seperlunya ketika ponakan pergi. Untung sang paman segera sadar, bahwa momen seperti ini belum tentu berulang seumur hidupnya. Mengapa untuk momen persaudaraan yang jarang terjadi ini, sang ponakan disambut sekedarnya. Apakah dunia akan berhenti berputar jika ia sejenak menghentikan kesibukannya? Dengan menghentikan kesibukannya sejenak akhirnya sang paman merasakan hangatnya persaudaraan yang terjadi antara dirinya dan keponakannya. Kesibukan memang terkadang menjadi berhala bagi manusia. Pentingnya jauh melebihi hangatnya tali silaturahim sesama saudara, sesama teman bahkan antara suami dan istri serta orang tua dan anak-anak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di artikel yang lain, sang penulis mengisahkan tentang suatu ciuman salah waktu. Ciuman yang dilakukan sebagai wujud penyesalan orang tua kepada anak-anaknya di saat anak sedang tertidur lelap. Penyesalan orang tua karena telah bersikap berlebihan kepada seorang anak karena kelakuan sang anak yang menjengkelkan di mata orang tua. Dikisahkan bagaimana jengkelnya orang tua melihat mobil baru yang belum lunas angsurannya habis digores sang anak. Sang anak hanya mengekpresikan kegembiraannya yang kebetulan menemukan mobil sebagai medianya. Makian, jeweran dan pukulan yang diberikan orang tua sebagai buah kenakalan anak? saat itu adalah hal yang dianggap wajar dan layak diberikan kepada anak. Namun saat melihat anak tidur terlelap di malam hari, timbul rasa penyesalan yang luar biasa dari orang tua. Terkadang sambil menangis diciumnya sang anak sebagai wujud penyesalan. Ciuman itu datang di waktu yang keliru, karena anak sama sekali tidak mengetahuinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah-kisah yang menarik masih datang dan diabadikan dalam tulisan yang lain. Dan makna-makna berharga kembali bisa ditangkap oleh pembacanya. Salah satunya ia menulis kalimat seperti ini berdasarkan pengalamannya berinteraksi dengan pembantu rumah tangganya mudah saja memberikan kegembiraan kepada pihak yang memang menggembirakan hatimu, tetapi sanggupkah kamu menggembirakan pihak yang menjengkelkan hatimu? Mudah saja berderma dikala hatimu sedang gembira, tetapi sanggupkah berderma di kala hati sedang marah??&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Saya termasuk orang yang iseng dan jahil. Sehingga tatkala anak laki-laki saya yang tertua sering iseng dan jahil kepada adik-adiknya, istri akan selalu berkomentar like father like son? Gimana anaknya gak mau jahil, wonk ayahnya aja suka jahil? ? Salah satu keisengan yang pernah saya lakukan ke istri saya adalah menelponnya di kala ia sedang tertidur lelap.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Sebenarnya keisengan ini bukan tanpa maksud. Ada pesan yang ingin saya sampaikan ke istri tercinta seperti kalimat di atas, walaupun apa yang saya lakukan ini terjadi jauh sebelum sang penulis menulis artikelnya. Saya hanya ingin istri saya tetap menjawab telepon saya dengan nada suara yang menyenangkan walaupun datangnya telepon mengganggu tidurnya. Memang egois. Telepon pertama saat ia sedang tertidur lelap dijawab dengan nada suara yang malas-malasan. Telepon kedua datang pun dijawab dengan nada yang lebih kesal. Mendapat respon yang seperti itu, sayapun memutuskan untuk cuti sementara menelponnya. Sayapun hanya menelepon ke rumah siang hari di saat istri sedang berada di tempat kerja.  Hampir seminggu saya cuti menelponnya, hingga akhirnya ia sendiri yang menelpon saya dan menanyakan kenapa gak pernah telepon. Saat itulah saya jelaskan bahwa saya hanya menginginkan bahwa saya tetap diterima dengan senang hati di suasana seperti apapun, seperti halnya dirinya menyapa saya dengan Yahoo Messenger (YM) di saat saya sedang sibuk mengerjakan tugas. Karena sesibuk apapun saya saat ia menyapa saya lewat YM, saya segera menghentikan kegiatan saya dan melayani istri dan anak-anak hingga sejam atau dua jam. Alhamdullillah istri mau berubah. Sebagai bukti apakah ia sudah berubah, sayapun mencobanya menelpon beberapa kali di saat ia sedang tertidur lelap. Jawaban riangpun selalu saya terima di ujung telepon sana walaupun saya tahu ia pasti sedang ngantuk, dan sayapun tidak pernah lagi menelponnya di saat ia sedang tertidur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Oleh Rusnaldy Karim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kolumnis Buletin Hidayah Pumita Busan&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBusan.COM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-8644237401906743749?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/8644237401906743749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/05/tanpa-judul-lagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/8644237401906743749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/8644237401906743749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/05/tanpa-judul-lagi.html' title='Tanpa Judul Lagi'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-NcsJGFg6EZA/TcdZaZdpQwI/AAAAAAAAFb4/eY7uEZD-NLc/s72-c/didik%2Banak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-4261088432649081034</id><published>2011-05-09T11:48:00.001+09:00</published><updated>2011-05-09T12:03:37.481+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Jangan Tularkan Penyakitmu</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Z5ZiNZ8CSlI/TcdVuYMduuI/AAAAAAAAFbw/A2pwhpRBL8k/s1600/stopGosip.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 260px; height: 260px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Z5ZiNZ8CSlI/TcdVuYMduuI/AAAAAAAAFbw/A2pwhpRBL8k/s400/stopGosip.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604542516542946018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kumpul, sudah menjadi kebiasaan pria maupun wanita kalau sudah ngumpul, ada saja yang diobrolkan. Mulai dari obrolan yang ringan sampai yang berat. Kelihatannya sih memang mengasyikan bisa ngumpul dan ngobrol bareng. Karena dari sini kita bisa bersilaturahmi dan bisa berbagi pengalaman, informasi dan pengetahuan. Tapi dari sinilah bisa timbul suatu penyakit sulit dicari obatnya kecuali dalam diri kita sendiri. Penyakit ini mudah sekali penularannya. Penyakit hati pada awalnya memang ringan tapi bisa menjadi berat tanpa kita sadari, kalau kita biarkan, penyakit ini bisa membunuh semua kebaikan atau ibadah yang kita lakukan. Penyakit hati memang lebih berbahaya daripada liver. Kalau penyakit liver setelah meninggal tidak ada kelanjutannya. penderitaan berhenti sampai di situ. Tapi kalau penyakit hati si penderita merasa menderita ketika masih hidup. Bahkan ketika sudah meninggal pun tetap merasakan penderitaan. Karena setelah meninggal ia akan dimintai pertanggungan jawab di hadapan Allah. Tapi bukan berarti kumpul bersama itu selalu jelek. Itu tergantung dari bagaimana kita menyingkapinya. Sebab segala sesuatu itu ada baik dan buruknya. Bersyukurlah bagi orang yang mampu memisahkan antara keduanya dan mengambil yang baik-baiknya saja. Tapi tidak semua orang mampu melakukannya. Lalu bagaimana cara menghindari penyakit hati ini? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jaga mata, jaga telinga dan jagalah lidah. Berdasarkan hadist nabi jangan lanjutkan pandangan pertama dengan pandangan selanjutnya. Karena itu awal timbulnya penyakit hati. Maka tundukan pandangan sebagai awal pencegahan timbulnya penyakit hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fungsi telinga memang untuk mendengarkan, tapi kalau kita tidak ingin terjangkit penyakit hati, saat kita ngumpul, pilahlah mana yang perlu dimasukkan ke dalam hati dan mana yang tidak. Tanyakan pada hati nurani kita tentang suatu kebenaran, maka dia akan jujur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lidah laksana pedang yang sekali sabet langsung putus. Kalau pedang yang dipakai sebagai senjata maka si korban akan meninggal. Tapi kalau lidah yang dipakai sebagai senjata maka si korban akan mengalami kritis atau koma. Jadi dia akan terus menderita. Dia berada antara hidup dan mati. Lidah memang tajam tapi kita sering tidak menyadarinya apalagi kalau lagi ngumpul. Kita ngobrol kesana kemari dan tanpa disadari keluar kat-kata yang bisa menyakiti orang lain atau menimbulkan kebencian di hati lawan bicara kita.Misalnya kita sedang membicarakan orang yang tidak kita sukai kepada teman kita. Secara otomatis kita telah menularkan penyakit hati kita yaitu berupa kebencian kepada teman kita. Jangan! Jangan tularkan penyakit kita kepada orang lain. Hal utama yang bisa kita lakukan adalah sempatkan sedikit waktu untuk sendiri. Dalam artian sendiri untuk merenung. Apa saja yang kita lakukan hari ini dan apakah yang kita lakukan itu lebih banyak manfaatnya atau mudlorotnya? Singkatnya kita perlu interospeksi diri. Karena dengan demikian kita jadi tidak ada waktu membicarakan orang lain apalagi yang jelek-jelek. Memikirkan duiri sendiri saja sudah menyita banyak waktu. Obat penyakit hati adalah taubatannashuha dan kembali pada-NYA. Mari kit sama-sama saling mengingatkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBusan.COM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-4261088432649081034?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/4261088432649081034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/05/jangan-tularkan-penyakitmu_09.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/4261088432649081034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/4261088432649081034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/05/jangan-tularkan-penyakitmu_09.html' title='Jangan Tularkan Penyakitmu'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Z5ZiNZ8CSlI/TcdVuYMduuI/AAAAAAAAFbw/A2pwhpRBL8k/s72-c/stopGosip.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-2859931658265723488</id><published>2011-05-09T11:21:00.003+09:00</published><updated>2011-05-09T12:03:37.482+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Menjadi Ibu</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-r7AI49fO-L4/TcdRAT0H5iI/AAAAAAAAFbo/Vtd48vrJHFU/s1600/pengajian-anak-anak.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-r7AI49fO-L4/TcdRAT0H5iI/AAAAAAAAFbo/Vtd48vrJHFU/s400/pengajian-anak-anak.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604537327046616610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;I&lt;/b&gt;bu adalah salah satu kata yang sangat lekat dihati kita, dihati setiap insan Seorang ibu yang penuh dengan kelembutan, kasih sayang, kehangatan, kecintaan dan keikhlasan. Dari rahimnyalah lahir generasi umat manusia dan lewat tangannyalah sentuhan awal dari kehidupan setiap insan. Dan belajar banyak dari ibu kita yang mewarnai pembentukan awal pribadi, karena itu sangatlah wajar jika Rosululloh SAW memerintahkan kepada kita untuk lebih menghormati ibu dibandingkan dengan ayah. . Dan kitapun mengakui makna kata yang disampaikan oleh Rosululloh SAW yang mengatakan "SURGA DI BAWAH TELAPAK KAKI IBU."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti yang diungkapkan,  Thalhah Bin Mu'awiyyah AS-salamy R.A berkata, "Aku pernah datang kepada Rosululloh, aku ingin berjihad fiisabiilillah. Maka Beliau bertanya, " Apakah engkau masih mempunyai ibu ? Aku menjawab, " ya. Rosululloh bersabda, " Berbaktilah kepadanya karena disana terletak surga.” Dari makna kata itu membuat kita untuk semakin menghormati sosok seorang ibu, baik itu ibu kandung maupun bukan. Dengan penuh perjuangan, kasih sayang, keiklasan, dan kepahlawanannya tanpa sedikitpun pamrih atas apa yang telah dilakukannya untuk mendidik anak-anaknya dan mewujudkan anak-anaknya sebagai generasi yang sholeh dan sholehah. Karena seorang ibu atau wanita yang kedudukannya dalam islampun sangatlah mulia, dinegeri saya dan tempat saya bekerja saat ini pun masih semarak dan meriahnya acara untuk peringatan perjuangan seorang ibu yaitu peringatan hari kartini, hari ibu yang semua itu sebagai perwujudan mengenang sejarah yang telah mencatat sosok teladan seorang ibu. Yang dari merekalah lahir orang-orang besar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang dalam rutinitas keseharian mungkin tidak banyak waktu yang kita miliki untuk merenungkan, sedikit lebih dalam keberadaan sebagai seorang ibu. Bahkan tak jarang dari sebagian wanita " LUPA " tengah menyandang predikat khusus, " Ibu, mama, mami ataupun umi" Maka biarpun wanita hanya sebagai seorang ibu rumah tangga yang kenyataan sehari-hari nyaris menjadi sebuah hal yang biasa, tidak ada yang istimewa. Mungkin sekaranglah saat untuk bertanya, benarkah semua biasa saja ? Benarkah kehadiran seorang ibu tak istimewa ? Seorang ibu dalam keluarga yang menghidupkan hari-hari dalam keluarganya. Menjadi seorang ibu adalah sebuah anugerah yang tak ternilai dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Alloh memberikan pada seorang wanita adalah naluri keibuan, jauh dilubuk hatinya terus hidup dan menghidupinya. Sejauh manapun ia pergi, &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Seorang wanita tetaplah seorang " IBU "dan tak pernah mampu membohongi nuraninya. Kalau kita lihat sehari-hari seorang ibu bekerja di perkantoran, pabrik-pabrik,dan TKW di negeri orangpun tak akan pernah ia dapat mengelak dari panggilan jiwanya untuk menjadi orang yang menumbuhkan kehidupan dengan cinta juga pengorbanan. Ditempat kerja sayapun, teman di majelis taklim, seorang ibu tua tapi masih bersemangat bekerja, hampir tak pernah menaruh perhatian, hidup sangat susah namun ibu ini penuh tawa dan bersyukur bisa bekerja dengan tetap sabar ceria. Dalam ucapannya yang terkesan sebagai pesan, " Kita ada disini karena menjadi seorang ibu demi keluarga dan anak-anak. Tak perlu berkecil hati merantau ke luar negeri rela menjadi buruh ataupun kuli sebagai manusia sejati kuat menjadi pelayan, siap menjalankan perintah, karena pelayanan adalah sumber berkah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai ibu atau TKW pun bagi manusia sejati, pekerjaan menyapu, membersihkan rumah, dan kesabaran momong anaknya majikan adalah ibadah. Dalam batin sayapun tersenyum, betapa bangga ibu ini telah melahirkan putra-putri yang cerdas, sholeh - sholehah berkat perjuangan kasih tulus ibunya. Kiranya wanita sebagai ibupun tak pernah menganggap dirinya istimewa, memang biasa saja. Semua dijalaninya sebagai ketetapan Alloh yang diterima dengan penuh ridho. Namun disitulah nilai lebihnya, sebagai seorang ibu, dikeridhoannya yang menumbuhkan energi pembangkit kehidupan, dikeluasan hati seorang ibu yang selalu menyemaikan harapan. Sepintas semua memang tampak biasa saja namun ada yang begitu istimewa, nun dikedalaman hati ibu yang hanya dapat terjangkau oleh mereka yang bersedia meluangkan sedikit waktu untuk memahami arti cinta seorang ibu. Tak heran bila penghormatan dan pemuliaan pada ibu menjadi salah satu ciri kemuliaan akhlak seseorang sebagaimana dalam hadits-hadits Rosululloh SAW yaitu, " Seorang sahabat bertanya, " Ya Rosululloh, siapa yang paling berhak memperoleh palayanan dan persahabatanku ? Nabi menjawab..IBUMU....IBUMU....IBUMU..kemudian Ayahmu dan kemudian yang lebih dekat kepadamu dan yang lebih dekat kepadamu. . " (Mutaffaq Alaih).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka seperti dijelaskan pula bila seorang anak berhak atas 3 orang ibu dengan 1 orang ayah yang maksudnya seorang ibu yang mempunyai tiga peran sebagai ibu kandung, ibu yang menyusui, dan ibu guru / madrasah dalam suatu keluarga. Dengan predikat khusus seorang ibu, sebuah predikat yang membuat wanita senantiasa menjadi pusat perhatian tersendiri, paling tidak dari beberapa pasang mata bening anak-anak tercinta.Perjuangan seorang ibu, seperti diterangkan hadits Rosululloh, " Salamah seorang perempuan yang menyusui Ibrahim, putra Rosululloh bertanya, " Wahai Rosululloh, engkau telah memberikan kabar gembira dalam segala hal untuk kaum laki-laki, tetapi mengapa tidak untuk kaum wanita ? Rosululloh menjawab, " Apakah kawan-kawan perempuanmu menyuruhmu untuk bertanya seperti ini ? jawabnya, " Benar ya Rosululloh, Lalu beliau bersabda, " Tidaklah seseorang diantara kamu merasa ridho jika ia hamil dari hasil suaminya dan suaminya merasa bangga dengan kehamilannya itu, maka wanita tersebut mendapat pahala sama dengan seorang tentara yang puasa ketika berperang dijalan Alloh dan bila wanita tersebut menderita sakit sewaktu melahirkan,  namun betapa kegembiraanlah yang dirasanya dengan lahirnya sang buah hati yang diketahui penghuni langit dan bumi ( HR IBNU ATSIR ). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu bila seorang ibu memandikan dan menyisir rambut anaknya, maka Alloh mengganjarnya dengan pahala yang sama dengan jumlah rambut anaknya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan  yang Alloh berikan pada wanita membuat dirinyapun tumbuh seiring perkembangan zaman, sejarah mencatat bahwa manusia-manusia yang sukses yang mampu memberikan arti dalam penghambaannya pada Alloh, lahir dari asuhan para ibu yang senantiasa belajar, mawas zaman, menangkap makna disekelilingnya untuk berbagi hikmah. Ibu adalah kehidupan, sesuatu yang langsung terlihat kasat mata namun cukup mudah dipahami dengan nurani. Semoga kita wanita yang tergerak hatinya menjadi ibu sejati yang turut memberi arti dan menyuluh arah perjuangan meraih kemuliaan, bagi sebuah dunia yang lebih baik dimasa depan, menyiapkan keluarga yang kokoh dan bertabur putra-putri yang sholeh-sholehah dan mulia......ketika itulah seorang ibu membentangkan selendang kasih selebar dunia,menyelimuti berjuta kecintaan sejati. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Oleh Istiani&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kontributor Buletin Hidayah Pumita Busan&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBUsan.COM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-2859931658265723488?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/2859931658265723488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/05/menjadi-ibu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/2859931658265723488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/2859931658265723488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/05/menjadi-ibu.html' title='Menjadi Ibu'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-r7AI49fO-L4/TcdRAT0H5iI/AAAAAAAAFbo/Vtd48vrJHFU/s72-c/pengajian-anak-anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-5125109861978972904</id><published>2011-05-04T23:44:00.002+09:00</published><updated>2011-05-04T23:49:13.691+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Angan-Angan Yang Memperdaya</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-RzKJRneZ3wU/TcFnLw9etrI/AAAAAAAAFbg/WJBQiHwmi7Q/s1600/puncak.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-RzKJRneZ3wU/TcFnLw9etrI/AAAAAAAAFbg/WJBQiHwmi7Q/s400/puncak.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602872863244596914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;D&lt;/b&gt;alam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Masud, Rasulullah, suatu hari, duduk-duduk santai bersama para sahabatnya. Utusan Allah ini lalu menggambar empat persegi panjang di atas tanah. Dari tengah empat persegi panjang itu, kemudian ia menarik garis lurus yang menjulur keluar, lalu memberi garis-garis kecil menuju garis di tengah tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Para sahabat memperhatikan gambar itu penuh tanda tanya. Suasana menjadi hening. Begitu selesai, Rasulullah lalu menjelaskan, ''Ini, titik yang berada di ujung garis di tengah, adalah menusia. Sedangkan keempat garis persegi panjang adalah ajal yang selalu mengitari kehidupannya di dunia ini.''&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu nabi melanjutkan, ''Sedang garis lurus yang menjulur keluar adalah angannya yang indah dan menyilaukan, sementara garis-garis kecil adalah kejadian-kejadian yang selalu ia akan hadapi sepanjang hidupnya (seperti sedih, gembira, panas, lapar, dingin, sakit, sukses, gagal, untung, dan bangkrut). Bila ia lolos dari yang satu, maka akan ditimpa oleh yang lain. Bila lolos dari yang terakhir ini, maka ia akan ditimpa oleh yang lainnya lagi. Demikian seterusnya.''&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Inilah kehidupan dunia, semuanya bergerak sesuai sunnatullah 'hukum alam' yang tak bakal berubah. Hal yang perlu disadari lebih dalam adalah bahwa semuanya merupakan bentuk ujian yang akan menentukan kualitas kehidupannya di sisi Allah.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Namun, seringkali tujuan hidup seperti ini terhalang oleh kemilaunya angan-angan yang menyilaukan. Pada hakekatnya semua itu menjebak dirinya. Angan-angan untuk bisa hidup layak di masa mendatang seringkali menutup kesadaran manusia bahwa hidup ini, bagaimanapun lamanya, pasti dibatasi oleh keempat garis ajal. Secepat itu pula kesadaran akan adanya batas-batas moral dan hukum lenyap di telan ramainya persaingan. Akhirya kedamaian dan kenyamanan hidup menjadi barang mahal yang tak sanggup dibeli oleh masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBusan.COM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-5125109861978972904?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/5125109861978972904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/05/angan-angan-yang-memperdaya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/5125109861978972904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/5125109861978972904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/05/angan-angan-yang-memperdaya.html' title='Angan-Angan Yang Memperdaya'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-RzKJRneZ3wU/TcFnLw9etrI/AAAAAAAAFbg/WJBQiHwmi7Q/s72-c/puncak.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-8918681461800676409</id><published>2011-05-04T21:07:00.003+09:00</published><updated>2011-05-04T23:49:13.692+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Air Mata Yang Tersenyum</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-dxksCLEIz08/TcFDgA9-loI/AAAAAAAAFbY/MZPLOXrrKOk/s1600/76454_1406233969730_1648853336_911231_1404180_n.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 386px; height: 281px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-dxksCLEIz08/TcFDgA9-loI/AAAAAAAAFbY/MZPLOXrrKOk/s400/76454_1406233969730_1648853336_911231_1404180_n.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602833628720436866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ia&lt;/b&gt; telah pergi, bukan kepergian kesuatu tempat yang jauh dan akan kembali besuk, atau bukan pula pergi liburan dengan kepulangan suatu hari kelak. Tetapi ini adalah kepergian yang tidak pernah kembali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian diatas menghentak setiap kita mendengar berita KEMATIAN orang-orang dekat dan para sahabat. Kata " meninggal" bukan sesuatu yang asing bagi kita dan setiap orang pernah dan berulang kali mungkin mendengarnya. Kata itu terucap kala salah satu anggota keluarga, kerabat atau sahabat pergi untuk selamanya dan spontan kita mengucapkan, "INNALILLAHI WAINNAILLAHI RAJIUN". Begitu juga yang saya dengar bulan kemarin dari didesa, tatkala keinginan untuk telpon keluarga didesa saya dengar berita kematian saudara dari ibu. Terbayang dari pembicaraan ditelpon waktu itu, seorang ibu menangis tersedu-sedu, duduk terpekur disisi anaknya yang telah meninggal. Hatinya benar-benar miris merenungi nasibnya, belum genap 1 thn mendulang masa-masa bahagia bersama anaknya yang pulang dari merantau dinegeri gingseng saat ini telah pergi dan tak kan kembali. Sang ibu harus melepas semua impiannya bersama anak semata wayang, yang meninggal karena kecelakaan waktu itu telah merenggut separuh jiwa ibu ini. Anak satu-satunya yang dibanggakannya, yang bisa membangunkan istana orang tua dengan kemewahannya, akhirnya semua jerih payah dan kekayaannnya  tertinggal begitu saja. Hanya kenangan yang tersisa.......'"Ya Alloh...., aku berharap semua ini hanya mimpi belaka. Aku tak sangup,....Ya Alloh. Aku ingin lari dari mimpi buruk ini dan singgah dimimpi yang lebih indah. Jeritan sang ibu dalam hatinya tak kuasa menghadapi kenyataan yang ada dihadapannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jeritan sang ibu....agar apa yang dialami hanyalah mimpi.....mungkin juga menjadi jeritan hati setiapa orang atau kita yang tertimpa musibah. Entah itu musibah kematian tanah longsor, gempa, banjir, seperti bencana yang menimpa keluarga kita di Indonesia waktu itu. Kalau boleh memilih, pastinya mereka tak ingin bersentuhan dengan kondisi yang demikian, termasuk yang kita harapkan suatu kebaikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya, musibah telah menjadi bagian dari kehidupan yang tak mungkin mampu dielakkan. Musibah ibarat garam yang akan selalu ada mewarnai sayur. Ketiadaannya menjadikan sayur terasa hambar. Begitu pula kehidupan tanpa adanya musibah. Bisa dikatakan musibah penyeimbang kebahagiaan, tanpa musibah kebahagiaan menjadi tidak bermakna. Namun tidak semua orang memaknai arti musibah. Bagi sebagian orang musibah adalah bentuk dari ketidakadilan Alloh, hingga mereka atau kita meraung-raung menangisi nasib kita. Kita bila dapat musibah kadang tidak berpikir bahwa Alloh maha tahu apa yang terbaik untuk kita. Sementara lainnya dari kita juga menganggap suatu musibah sebagai bentuk kasih sayang alloh kepada hamba-Nya. Bagi kita  yang percaya dan beriman kepada ketentuan Alloh musibah adalah latihan untuk menjadi insan yang lebih baik. Dalam sebuah kitab diceritakan, Abu Hasan bertemu dengan seorang wanita yang wajahnya bersinar dan berseri-seri, padahal ia dalam keadaan berduka yang dalam. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wanita itu menceritakan dukanya pada Abu Hasan ketika suaminya menyembelih seekor kambing, anaknya yang masih kecil melihat dan memperhatikan dengan seksama. Tiba-tiba anak itu mempunyai ide untuk mempraktekkan apa yang dilihat dan dilakukan ayahnya tadi kepada adiknya. Iapun pergi dan mencari, menghampiri adiknya dan berujar, "Maukah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah kita tadi menyembelih seekor kambing? Adiknya mengiyakan kata kakaknya dan menuruti kata kakaknya untuk berbaring. Sesaat adiknya berbaraing, sang kakakpun langsung menyembelih leher adiknya. Bukan main terkejutnyasang kakak melihat kucuran darah yang tak habis-habisnya dari leher adiknya. Iapun lari dan bersembunyi dibalik bukit. Tapi malang nasibnya, dibukit itu ia bertemu seekor serigala yang kemudian memangsanya hingga mati. Sementara itu sang ayah yang mengetahui kejadian itu langsung mencari sang anak. Namun sepanjang perjalanan ia tak kunjung menemukan buah hatinya itu sampai akhirnya ia mati kehausan. Sementara sang istri atau wanita itu gelisah menanti kedatangan suaminya dirumah. Karena tak kunjung datang jua, iapun memutuskan untuk mencari suaminya. Ketika mencari suaminya itu, dirumah ia meninggalkan sang bayi. Bayi itu melangkahmenuju periuk berisi air panas. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditariknya periuk itu oleh sang bayi dan tumpahlah air panas menyirami tubuh mungilnya sampai kulit tubuhnyamelempuh. Akhirnya bayi itupun tewas. Ketika mendengar berita, sang anak dari wanita itu yang telah menikah dan tinggal dilain daerah amat shock. Ia pun tak tahan dengan keadan tersebut hingga akhirnya jatuh pingsan dan meninggal seketika. Kini wanita itu tinggal sebatang kara seperti seorang ibu yang ditinggal  anak semata wayangnya didesa saya. Semua orang yang dicintainya telah kembali kepada pemilikNya. Abu Hasan kemudian bertanya, "Bagaimanakah kesabaranmu dalam menghadapi musibah yang bertubi-tubi dalam hidupmu? Wanita itu menjawab, "Tiada seorangpun yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh, melainkan ia menemukan diantara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu lebih baik dan terpuji akibatnya. Sedangkan mengeluh, sesungguhnya ia tak mendapat ganti apapun kecuali kesia-siaan belaka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sahabatku...dari cerita diatas, seakan menghentakkan kesadaran kita bahwa musibah bukan untuk dikeluhkan, tapi harus menjadi sarana sabar. Keluhan hanya memberi kita kesia-siaan belaka, karena sesungguhnya musibah ataupun kebahagiaan keduanya setali tiga uang. Tak ada yang istimewa dari mereka, yang istimewa adalah ketanguhan manusia dalam menghadapi musibah dan kebahagiaan dengan penuh ketaqwaan. Menghadapi musibah dengan tersenyum bukanlah sebuah hal yang mudah, hanya mereka yang paham arti musibah, yang mampu melakukannya. Walahu a'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Oleh Istiani&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;| Kontributor Buletin Hidayah Pumita Busan&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBusan.COM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-8918681461800676409?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/8918681461800676409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/05/air-mata-yang-tersenyum.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/8918681461800676409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/8918681461800676409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/05/air-mata-yang-tersenyum.html' title='Air Mata Yang Tersenyum'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-dxksCLEIz08/TcFDgA9-loI/AAAAAAAAFbY/MZPLOXrrKOk/s72-c/76454_1406233969730_1648853336_911231_1404180_n.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-2431395561352832916</id><published>2011-05-04T19:03:00.010+09:00</published><updated>2011-05-04T20:40:40.554+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-dra4GWIhYMk/TcEveRmQjdI/AAAAAAAAFbQ/uFsq4HIRP9k/s1600/aq.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 600px; height: 300px; " src="http://1.bp.blogspot.com/-dra4GWIhYMk/TcEveRmQjdI/AAAAAAAAFbQ/uFsq4HIRP9k/s400/aq.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602811608592059858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau kita perhatikan gaya hidup orang Korea atau orang Barat, mereka biasa saja melakukan hal-hal yang menurut kita adalah perbuatan dosa, yang kalau diteliti lebih dalam keajaran agama mereka juga merupakan perbuatan dosa atau hal yang tidak baik. Kalau ditanya apakah tidak takut balasan nanti hidup setelah mati (di akhirat)? Mereka akan mengatakan, “Hidup hanya sekali saja. Nikmatilah…”. Persis seperti yang difirmankan Allah SWT :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” (QS 45:24)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;"tidak ada kematian selain kematian di dunia ini. Dan kami sekali-kali tidak akan dibangkitkan,” (QS 44:35)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun yang menyedihkan adalah ada sebagian kaum muslimin yang ikut-ikutan cara pandang mereka itu. Padahal sebagai orang beriman seharusnya meyakini adanya hari akhirat, sebagaimana firman Allah AWT:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.” (QS 2:4)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keyakinan kepada hari akhirat akan memberikan beberapa hikmah kepada orang yang mengimaninya, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;Tidak akan meniru pola hidup orang kafir (yang tidak beriman).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahanam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.” (QS 3:196-197)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt;llah SWT telah memperingatkan kita supaya tidak terpedaya dan ikut-ikutan gaya hidup orang kafir, yang penuh dengan kebebasan (foya-foya, dugem, mabok, free sex, dll). Itu adalah kesenangan sementara saja, selama hidup didunia. Tetapi akibatnya ditanggung selama-lamanya didalam neraka jahanam. Naudzubillahi min dzaalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="font-weight: bold; white-space: pre; "&gt; Selalu beramal sholeh dan meningkatkan ketakwaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;Orang yang beriman dengan adanya hari akhir yakin dan mengharap akan bertemu dengan Allah, oleh karena itu dia akan selalu berusaha beramal sholeh dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Sehingga ketika menemui-Nya dalam keadaan siap. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“… Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.” (QS 2:223)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“... Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya". (QS 18:110)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="font-weight: bold; white-space: pre; "&gt; Selalu berbuat baik dan benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;Orang yang beriman kepada hari akhir akan selalu berbuat baik dan benar dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikit pun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong.” (QS 2:123)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;Mengapa harus baik dan benar? Karena perbuatan baik belum tentu benar, tetapi perbuatan benar sudah pasti baik. Misalnya, perbuatan menolong orang adalah baik, tetapi belum tentu benar. Menolong orang dalam rangka apa? Apakah menolong dalam rangka kebaikan dan takwa, atau dalam rangka dosa. Menolong orang berbuat dosa atau jahat adalah tidak benar dan tidak dibenarkan dalam Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“… Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS 5:2)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;Bukan hanya harus melakukan perbuatan baik dan benar, perkataan pun harus baik dan benar, sebagaimana sabda Rasulullah saw:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berhata benar atau diam.” (HR Bukhari dan Muslim)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;4.&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="font-weight: bold; white-space: pre; "&gt; Mau berjihad dijalan Allah dengan jiwa dan harta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Berjihad bagi orang yang beriman kepada hari akhir adalah sebuah kemestian, karena jihad dengan jiwa dan harta merupakan jual beli seorang mukmin dengan Allah, serta merupakan pembenaran atas keimanannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS 9:111)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS 49:15)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;5.&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="font-weight: bold; white-space: pre; "&gt; Tidak bakhil (kikir) dalam berinfaq.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketika seseorang beriman kepada hari akhir, ia akan selalu berinfak dijalan Allah dengan tidak kikir. Karena ia tahu akibat kikir terhadap hartanya itu dikemudian hari, serta ia tahu pahala yang berlipat ganda yang diterimanya bila ia berinfak dijalan Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS 3:180)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang “mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.” (QS 104:1-9)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS 2:261-262)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre; "&gt; Memiliki kesabaran dalam kebenaran dan ketika tertimpa musibah. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika keimanan kepada hari akhir tertanam dalam hati, maka orang itu akan selalu sabar dalam kebaikan dan dalam keadaan apapun. Meskipun musibah menimpa dirinya, ia akan tetap sabar bahkan meningkatkan kesabarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS 3:200)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;i&gt;“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun" (QS 2:155-156)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ia tahu bahwa dunia ini hanya sementara, semua akan mati. Penderitaan didunia hanyalah sementara, segala sesuatu akan disempurnakan diakhirat nanti, sebagaimana firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS 3:185)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Oleh Haznan Abimanyu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;| Kontributor Buletin Hidayah Pumita Busan&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBusan.COM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-2431395561352832916?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/2431395561352832916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/05/hikmah-beriman-kepada-hari-akhir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/2431395561352832916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/2431395561352832916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/05/hikmah-beriman-kepada-hari-akhir.html' title='Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-dra4GWIhYMk/TcEveRmQjdI/AAAAAAAAFbQ/uFsq4HIRP9k/s72-c/aq.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-7776582045609626737</id><published>2011-05-04T18:32:00.003+09:00</published><updated>2011-05-04T18:38:02.363+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Merdeka dan Beriman</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-yEcDk8m8WNU/TcEeEQUWQZI/AAAAAAAAFbI/uvFhemMK6dw/s1600/beriman-pd-malaikat.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 399px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-yEcDk8m8WNU/TcEeEQUWQZI/AAAAAAAAFbI/uvFhemMK6dw/s400/beriman-pd-malaikat.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602792469874229650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;M&lt;/b&gt;enjadi merdeka sifatnya wajib, karena itu bagian dari beriman. Kalau kita miskin dan karena miskin itu kita jadi berkurang amalannya, maka bersungguh-sungguh untuk kaya adalah jihad (perjuangan) dalam rangka beriman. Sebaliknya, kalau kita kaya, lalu karena kaya itu hidup kita menjadi terikat dengan nikmat dunia, maka perjuangan kita melepaskan diri dari  keterikatan hawa nafsu dengan berusaha menjadi zuhud, adalah juga perjuangan dalam rangka beriman. Kaya maupun miskin bisa sama buruknya maupun sama baiknya. Yang kaya dan buruk contohnya adalah Qorun. Yang kaya dan baik contohnya adalah Sulaiman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau kita menjadi miskin dan lalu menjadi 'terjajah' oleh manusia lain, maka kita wajib memerdekakan diri. Kalau kita menjadi kaya, lalu 'terjajah' juga oleh kekuasaan di tangan kita itu sendiri sehingga melanggar perintah Allah, maka kita juga wajib memerdekakan diri dari akibat kekayaan kita itu. Jadi menjadi merdeka itu wajib, kaya dan miskin itu pilihan. Itulah makna kalimat Laa ilaaha illa Allah. Tiada tuhan selain Allah. Artinya kita hanya boleh takluk (tidak merdeka) terhadap Allah. Kepada hal lainnya, yaitu makhluk-makhluk Allah, kita wajib merdeka. Kalau sekarang kita sedang tidak merdeka dengan perintah-perintah bos kita sehingga terpaksa melanggar perintah Allah, maka kita wajib memerdekakan diri dengan berusaha mandiri, melepaskan ketergantungan diri terhadap bos kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap usaha kita untuk merdeka itu menjadi jihad yang bernilai ibadah kepada Allah. Kalau sekarang karena tidak punya uang maka kita menjadi sulit untuk mengobati anak kita yang sakit atau membiayai bersekolah, maka berusaha menjadi punya uang menjadi jihad. Kalau kita masih bodoh, dan karena bodoh itu menjadi sering tertipu, tidak bisa bekerja, dan menjadi tergantung pada orang lain, maka belajar agar pintar adalah sebuah perjuangan di jalan Allah, jihad fii sabiilillah. Kalau kita masih suka marah, menggerutu, dan mengomel, maka perjuangan kita untuk iklas adalah juga jihad di jalan Allah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau kita masih sering kecewa karena hal-hal dunia, maka belajar menjadi tabah dan sabar adalah juga menjadi sabar jihad di jalan Allah. Berjuang untuk merdeka adalah wujud dari beriman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu indahnya Islam, sehingga setiap usaha kita memerdekakan diri dari sesuatu yang membuat kita bergantung kepada selain Allah akan menjadi amal ibadah. Karena itulah, mari kita syukuri kemerdekaan yang telah dikaruniakan kepada bangsa ini, kepada kita semua. Marilah kita syukuri kemerdekaan bangsa ini yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu kita dengan dasar iman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Marilah kita isi dengan perjuangan lain yang membuat kita semua semakin merdeka dari hal-hal selain Tuhan. Semoga semua perjuangan itu menjadi amal ibadah yang memberikan sukses baik di dunia maupun akhirat kelak. Aamiin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Oleh Istiani &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;| Kontributor Buletin Hidayah Pumita Busan&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBusan.COM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-7776582045609626737?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/7776582045609626737/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/05/merdeka-dan-beriman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/7776582045609626737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/7776582045609626737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/05/merdeka-dan-beriman.html' title='Merdeka dan Beriman'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-yEcDk8m8WNU/TcEeEQUWQZI/AAAAAAAAFbI/uvFhemMK6dw/s72-c/beriman-pd-malaikat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-5719906423128996283</id><published>2011-04-30T15:45:00.004+09:00</published><updated>2011-05-03T02:43:08.410+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Dunia dan Wanita</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-8lNoajy0QvU/TbuwEcqv_MI/AAAAAAAAFao/8Ttj5IamJV0/s1600/muslimah.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-8lNoajy0QvU/TbuwEcqv_MI/AAAAAAAAFao/8Ttj5IamJV0/s400/muslimah.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601264152026807490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya dunia itu manis dan indah. Dan Alloh menyerahkan kepadamu agar Dia melihat apa yang kamu kerjakan serta berhati-hatilah pada dunia dan hati-hati ke pada wanita karena awal fitnah Bani Isroil lantaran masalah wanita". (HR. Muslim&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dunia ini bagai air laut yang diminum hanya mennambah haus begitu di ibaratkan. Dimana nafsu dunia yang hanya bayang-bayang ini akan jadi fatamorgana bagi umat manusia dan berakibat pula membutakan mata hati insan dunia. Maka apa yang ada patutlah kita syukuri dan kita jaga karena inilah anugrah nikmat yang tak bisa ternilai. Sebagai hamba Alloh yang ingin di cintai oleh-NYA maka kitapun harus mencintai apa yang telah diamanatkan dan di berikan kepada kita semua. Dan betapa Alloh sangat menyayangi insan di dunia dengan memberikan alam seisinya lengkap,  namun kitapun di tuntut untuk berusaha pula mempergunakannya dengan sebaik-baik dan jangan sampai merusaknya karena akan berakibat fatal bagi umat sekitarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alloh telah menciptakan keelokan dan manisnya dunia untuk umat manusia bukan disalahgunakan sebagai pelampiasan nafsu dan naluri kebinatangan. Dunia dijadikan tempat titik penilaian oleh Alloh untuk mengukur amalan-amalan umat manusia. Alloh selalu berpesan sebagai Maha pencipta dunia yang indah nan elok kepada umat untuk selalu berhati-hati agar dalam menjalankan amanat di bumi Alloh ini selalu menjaga supaya tidak terbawa arus nafsu mengejar-ngejar nikmat dunia. Harus kita pikir dalam bahwa hidup bukan selesai di dunia saja tapi disinilah tempat pencarian bekal untuk persiapan perjalanan yang abadi ke alam lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadikan dunia sebagai jembatan menuju kesuksesan akhirat merupakan idaman setiap umat. Namun itu tak semudah dengan angan-angan banyaknya duri-duri yang mesti kita singkirkan serta keberanian dalam jihad menegakkan agama Alloh. sesuai dengan kunci-kunci dalam meraih sesuatu sesuai dengan janji Alloh. Selanjutnya Alloh berpesan untuk berhati-hati kepada wanita dalam artian kita tak boleh memandang satu sisi saja, dimana sisi yang negatif wanita akan menjerumuskan ke neraka apa bila tidak mampu bergaul dengan wanita dengan cara yang baik, maka etika-etika serta norma-norma harus tetap di junjung tinggi serta diterapkan dalam lapangan menyingkirkan nafsu untuk menjadikan diri lebih mulia di hadapan-NYA. Dan sebaliknya di balik sosok seorang wanita masih tersimpan potensi yang dapat membawa kesurga apabila kita bergaul dengan cara  sesuai ajaran islami. Tapi semua akan kembali kepada setiap masing-masing hamba Alloh dalam memperlakukan seorang kaum hawa. Karena kaum hawa di identikkan dengan kaum yang lemah. Mestinya lemah di sini sebagai kaum hawa harus bisa mempunyai sentuhan kelembutan untuk dunia agar kedamaian serta ketentraman akan terasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Rasululloh selalu mewanti-wanti kepada umat islam agar tak mudah terperosok atau terlena hanya lantaran sebab wanita. Mata hati akan tertutup dan nafsu akan memenangkan pergulatan dua sisi hitam dan putih dalam hati umat. selalu mengevaluasi diri dengan ukuran iman menjadikan kita akan lebih tenang dalam melalui hidup namun bila mematikan hati hanya karna nafsu akan menjadikan kekecewaan hasil dari akhir usaha yang kita lalui, maka dari itu seandainya kita di uji dalam kesenangan maka kita harus ingat dengan kesedihan yang mana akan menjadikan tolak ukur diri pribadi. Menyadari sesuatu di dunia tak akan abadi atau bersifat hakiki supaya kita ingat apabila kita menyenangi sesuatu benda maka jangan terlalu hingga seandainya suatu saat kita kehilangan bisa menyadarinya bahwa sesuatu akan datang dan pergi sili berganti ada pertemuan pasti ada perpisahan. Dua sifat yang takkan bisa di pisahkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka sesuai dengan pesan Rosululloh diatas agar berhati-hati dengan wanita supaya tidak mengalami fitnah seperti Bani isroil. Maka perlakukanlah wanita sesuai dengan ajaran yang telah di ajarkan Rosululloh. Memuliakan wanita dengan cara tidak membelenggunya dengan artian yang luas bahwa wanitapun punya peran penting. tetapi tetap menanamkan kesadaran bahwa wanita tetap mempunyai sifat yang berbeda dengan kaum adam. Kesalahan yang tak disadari di dunia maskulin ini dampak negatif yang di timbulkan dari fakta di lapangan kehidupan, banyaknya kritikan atas kemajuan angkatan kerja wanita di zaman modern jelas akan menimbulkan bencana di semua aspek kehidupan. Dan makin menyakinkan terhadap kebenaran atas pelanggaran terhadap perintah Alloh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ta'atilah Alloh dan Rosul-NYA.sesungguhnya Alloh bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait(keluarga rumah tangga Rosululloh) dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya". &lt;/i&gt;(Qs Al Ahzab33)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menjadi wanita shalihah adalah dambaan setiap muslimah serta dambaan bagi kaum adam. Karena sebaik-baik perhiasan di dunia adalah wanita shalihah, wanita yang mampu melahirkan generasi rabbani yang selalu memegang risalah islamiyah menuju puncak kejayaan serta ridlo Ilahi. Menjadi wanita yang shalihah bukanlah perkara yang mudah. Namun Alloh Maha segala-galanya telah mewariskan kunci-kunci bagi  setiap muslimah untuk bisa meraih cita-cita sebagai wanita shalihah. Dari kunci itulah wanita di tuntut untuk mempelajari dan mengamalkan apa yang telah di perintahkan serta di sunahkan oleh rosulullah. Perintah untuk menetap di rumah akan berlaku pada semua muslimah sampai akhir zaman, meskipun begitu perintah ini jangan di maknai larangan wanita ke luar rumah. Karena Rosululloh bersabda :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;" janganlah kalian larang kaum wanita pergi ke masjid-masjid Alloh”.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;Contohnya seperti istri Rosululloh keluar rumah demi menunaikan ibadah haji dan perang fi sabilillah bersama Rosululloh. hadits diatas mengingatkan kita sebagai wanita harus ingat bahwa rumah adalah tempat asal kehidupan kaum hawa sehingga keberadaannya di luar rumah hendaklah bukan prioritas utama hingga mendominasikan kehidupannya, dengan menetap di rumah berarti telah memuliakan diri wanita serta tetap menjaga posisi kehormatannya. Dan bukan sama sekali membelenggu serta merendahkan harga diri wanita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;Dengan memfokuskan tinggal di rumah,  wanita lebih berkonsentrasi dalam mentarbiyahkan dan mendidik anak menciptakan suasana keluarga yang rapi, indah dan nyaman serta mampu mencurahkan perhatian ke pada semua anggota keluarganya sehingga semua merasa suasana rumah bak di "syurga". Sesuai dengan ajaran islam tanggung jawab mencari nafkah pun tidaklah dibebankan pada istri, melainkan menjadi kewajiban suami. Karena itulah mesti di garis bawahi oleh semua kepala rumah tangga. Karena di zaman sekarang peran wanita telah terjungkir balik hingga banyak pemikiran telah menyalahi ajaran islam, sekarang ini tak bisa di pungkiri banyaknya suami dengan manisnya duduk bersila di rumah dengan melihat anak-anaknya dan menikmati hasil jerih payah istri sedangkan istrinya dengan modal perasaan serta tenaga mencari nafkah di luar negeri meninggalkan tanggungjawabnya sebagai ibu. Dalam hal ini tak bisa di cari kambing hitamnya karena memandang dari berbagai sisi kedua belah pihak tak bisa di salahkan maupun di benarkan. Tetapi bila menatap sesuai ajaran agama tetap menyalahi aturan yang di ajarkan rosulullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;Namun di zaman modern ini banyaknya angkatan kerja wanita yang masih dengan nyamannya tanpa memandang sisi agama atau mungkin tahu benar malah dengan sengaja mereka menatap sebelah mata. Alasan ekonomilah  yang di tetapkan menjadi alasan yang mudah dalam semua jawaban, kurangnya kesadaran diri bahwa  pengabdian kepada rumah tangga merupakan nilai plus dalam penilaian di mata Alloh. Kikisnya sifat menerima apa adanya ( nrimo ing padom ) banyak di dominasi kaum wanita hingga menyebabkan kerelaan mereka meninggalkan rumah tangganya dengan mudahnya  mengambil alih tanggung jawab suaminya. Dan tak banyak pulalah mengakibatkan banyak porak poranda bahtera keluarga hingga banyak kita dengar terjadi  perceraian yang hanya dengan alasan sepele.kurangnya sifat mensyukuri nikmat serta minimnya iman di dalam hati yang menggoyahkan pribadi umat karena berbagai gaya hidup yang berbeda di tempat mereka berkerja. Tempat domisili bekerja akan mempengaruhi cara serta perilaku manusia tapi semua takkan lepas dari iman masing-masing insan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;Banyaknya dampak yang mengakibatkan kondisi wanita menyedihkan dan semakin memburuk. Karena di belahan bumi ini masih banyak nasib wanita sering menjadi korban kekerasan. Lemahnya mental serta nilai imanpun merupakan salah satu faktor penyebabnya, maka menhiasi diri dengan iman serta memegang prinsip hidup yang dinamis menjadi motivasi bagi kelangsungan hidup wanita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;Dan semua mesti di terapi di dalam Al-Qur'an yang mana akan mensucikan masyarakat islam dari dampak-dampak negatif yang timbul serta menjauhkan fitnah(syahwat). Sebagai muslimah haruslah mempunyai pijakan dalam berbagai aktifitas sehingga akan tercipta kecantikkan rohaniyah dan kecantikan batiniah atau perasaan, maka bersamaan menetap di rumah, Alloh juga memerintahkan kaum wanita agar rajin mendirikan sholat, menunaikan zakat dan menta'ati Alloh dan Rosul-NYA. Dan menetap di rumah  bukan sifat yang identik dengan pasif ataupun mandeg tetapi justru menjadikan rumah “ perusahaan ” bagi pelaksanaan  proyek memproduksi berbagai amalan kebajikan untuk  kemaslahatan diri sendiri(misal sholat)juga merupakan kebaikan bagi orang lain dan lingkungan( misal zakat).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;Dengan demikian islam mengajarkan muslimah agar menjadi sosok yang produktif serta kreatif di rumah, misalnya dengan mejadikan produk "home industri” yang mudah di tanganni dengan tidak menyalahi aturan islam. Namun hal ini akan lebih berarti karena memiliki nilai “ jual “ yang tinggi di sisi Alloh manakala sentuhan halus tangan-tangan muslimah dapat memcetak generasi yang rabbani, memegang panji suci islam yang rajin mengaji dan merespon panggilan Illahi seperti sholat. Jika ini terjadi maka terwujudlah negeri yang tertera di dalam Al-Qur'an yaitu negeri yang " Baldatun Thayyibatun wa rabbun ghafuur ". Insya'Alloh. Aamiin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;b&gt;Oleh : Nuryanti - BMI Hongkong&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;| Kontributor Buletin Hidayah Pumita Busan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBusan.COM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-5719906423128996283?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/5719906423128996283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/dunia-dan-wanita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/5719906423128996283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/5719906423128996283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/dunia-dan-wanita.html' title='Dunia dan Wanita'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-8lNoajy0QvU/TbuwEcqv_MI/AAAAAAAAFao/8Ttj5IamJV0/s72-c/muslimah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-8794549434901999073</id><published>2011-04-30T14:32:00.007+09:00</published><updated>2011-04-30T15:30:44.375+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>AJUMMA ( sebutan ibu-ibu dalam bhs Korea )</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-j7kuYQRO5lA/TbufFxWHk6I/AAAAAAAAFag/k2M8n-hbegs/s1600/hanbok.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 314px; height: 400px; " src="http://4.bp.blogspot.com/-j7kuYQRO5lA/TbufFxWHk6I/AAAAAAAAFag/k2M8n-hbegs/s400/hanbok.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601245483059614626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;i&gt;Dan Robb-mu telah memerintahkan kepada manusia, janganlah ia beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut di sisimu, maka janganlah katakan kepada keduanya 'ah' dan janganlah kamu membentak kedua-nya. Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasing sayang. Dan katakanlah, 'Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil&lt;/i&gt;”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(surat Al-Isra ayat 23-24)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Annyeong Haseyo?ucap seorang ajumma (wanita tua) di pagi hari yang sangat dingin ketika berpapasan dengan saya di kampus. Sayapun membalas ucapan tersebut seraya memberikan senyum kepadanya. Sang ajumma melanjutkan perkataannya dalam bahasa Korea yang sedikit saya mengerti. Mungkin yang dia tanyakan adalah kenapa datang terlalu pagi. Saya hanya tersenyum saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ajumma&lt;/b&gt; ini sudah saya kenal sejak 2 tahun yang lalu. Tugasnya setiap pagi adalah membersihkan kampus saya ini bersama dengan ajuma-ajuma yang lain. Awal perkenalan, ketika di suatu pagi saya mendapatinya sedang terduduk kelelahan tidak jauh dari sebuah Bending machine? Saya memang sedang menuju ke vending machine tersebut saat itu untuk menikmati segelas cocoa panas. Melihatnya duduk seperti itu, saya tawarkan kepadanya untuk juga menikmati minuman hangat yg disediakan oleh mesin tsb. Dia tidak menolak tawaran saya dan memilih segelas kopi panas untuk dia nikmati. Ucapan terima kasih yang diulang-ulang keluar dari mulutnya. Sejak saat itulah setiap kali berpapasan dengan saya dia akan selalu mengucapkan salam khas Korea kepada saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin usia dari ajuma ini sebaya dengan ibu saya. Namun fisiknya masih  segar dan mampu bekerja keras setiap paginya. Sementara kondisi fisik ibu saya sudah mulai melemah. Jika ibu saya bisa menikmati harinya di rumah setiap pagi, tidak demikian dengan ajuma ini. Dia harus bekerja membersihkan segala sampah dan kotoran di kampus, termasuk juga membersihkan toilet di lantai satu hingga lima. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin bukan suatu pemandangan yang aneh di Korea ini melihat orang-orang tua yang masih bekerja. Di hampir setiap kampus dan perkantoran, merekalah yang bertanggung jawab akan kebersihannya setiap hari. Jika kita pergi ke pasar tradisional, banyak kita jumpai orang-orang tua yang menjajakan dagangan mereka di sana. Kita akan merasa iba melihat mereka, karena dagangan yang dijajakan sangatlah sedikit dan jika di hitung keuntungannya tidaklah seberapa. Tapi tetap hal ini mereka lakukan setiap harinya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemandirian para orang tua ini juga bisa kita saksikan jika kita bepergian ke luar kota dengan menggunakan kereta api. Jarang terlihat mereka ditemani oleh anggota keluarga mereka meskipun ada di antara mereka yang untuk berjalanpun sudah bongkok dan tertatih-tatih. Pernah saya menyaksikan, ada seorang ajuma yg sudah bongkok akan turun di suatu stasiun, namun karena lambatnya gerakan yang ia lakukan menyebabkan ia tidak bisa turun di stasiun tersebut karena kereta sudah kembali bergerak. Ajuma ini mengumpat sejadi-jadinya dan akhirnya menangis. Sungguh pemandangan yang sangat menyedihkan. Saya teringat dengan ibu saya saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibu saya tidak pernah lagi mau bepergian jika tidak ditemani oleh adik atau. Kakak-kakak saya. Kemana gerangan anak-anak mereka ini? Membiarkan ibu-ibu mereka yang sudah tua bekerja keras setiap hari. Membiarkan orang tua mereka bepergian tanpa ditemani. Bukankah mereka berhak menikmati hari tua mereka dengan menikmati secangkir teh hangat dan pisang goreng setiap paginya? Bukankah mereka juga punya hak untuk dilindungi dan dijaga ketika mereka bepergian? Di masa muda, mereka sudah lelah mengurus anak-anak dari pagi hingga larut malam. Bukankah saatnya para anak-anak ini menunjukkan sedikit bakti mereka?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tidak punya jawaban yang pasti atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Ada yang bilang mereka melakukan semua itu untuk mengisi kesibukan di hari tua mereka. Ada yang bilang mereka tidak ingin menyusahkan anak-anak mereka, karena anak-anak mereka sangat sibuk dengan urusan pekerjaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam Qur’an, setelah menyuruh manusia untuk bertauhid kepada Allah, Allah memerintahkan untuk berbakti kepada orang tua. Dalam surat Al-Isra ayat 23-24 Allah berfirman : "Dan Robb-mu telah memerintahkan kepada manusia, janganlah ia beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut di sisimu, maka janganlah katakan kepada keduanya 'ah' dan janganlah kamu membentak kedua-nya. Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasing sayang. Dan katakanlah, 'Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil'"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikenalkah kewajiban berbakti di masyarakat Korea ini kepada orang tua mereka? Berbakti kepada orang tua bukanlan bentuk balas budi kita kepada orang tua, karena sampai kapanpun kita tidak akan pernah mampu membalas kebaikan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya Allah, ampunilah dosa orang tua kami, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami di waktu kecil.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Oleh : Rusnaldi Karim&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;| Kolumnis Buletin Hidayah Pumita Busan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBusan.COM&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-8794549434901999073?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/8794549434901999073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/ajumma-sebutan-ibu-ibu-dalam-bhs-koorea.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/8794549434901999073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/8794549434901999073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/ajumma-sebutan-ibu-ibu-dalam-bhs-koorea.html' title='AJUMMA ( sebutan ibu-ibu dalam bhs Korea )'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-j7kuYQRO5lA/TbufFxWHk6I/AAAAAAAAFag/k2M8n-hbegs/s72-c/hanbok.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-3546805412361937978</id><published>2011-04-28T20:09:00.004+09:00</published><updated>2011-04-30T14:13:34.857+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Janjinya Ditepati</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-i3pxlE-afQY/TblORiOfmEI/AAAAAAAAFaY/RK1pecLoqKM/s1600/subhanAllah.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 299px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-i3pxlE-afQY/TblORiOfmEI/AAAAAAAAFaY/RK1pecLoqKM/s400/subhanAllah.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600593674764261442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;iang itu matahari panas menyinari maya pada rasa dahaga menyelinap di dalam diri belum lagi di tambah dengan banyaknya pemandangan yang membuat hati terusik mengoda diri dengan kemaksiatan duniawi. Dua bisikan bergulat entah siapa yang menang? semoga si putih slalu memenangkannya bisikku dalam hati.walau banyaknya godaaan rintangan  hampir sampailah di puncak ketinggianya. Dengan berbagai upaya usaha dan do'a serta memperbanyak ber manja-manjaan dengan-Nya akhirnya waktu terus membawa kita pada hari yang dijanjikan. Hari demi hari pun berlalu  tak terasa kemanjaan itu melupakan pada sesuatu yang dinantikan. Seperti siburuh yang aktif dalam kegiatan rutinitasnya sehari-hari dari pagi sampai petang tak mengenal lelah bak sebuah mesin yang serba bisa menjalankan apa aja yang jadi kebiasaannya sesuai dengan jadwal yang telah teratur rapi. Dengan keikhasan penuh kegembiraan memegang peran yang disandangnya. Banyaknya kegiatannya dilaluinya walaupun kadang hatinya terasa sakit namun dengan niatannya yang telah bulat membuatnya semakin mengasyikkan. Omelan dan sindiran  si bos menjadi lauk-pauknya setiap hari duh getir bila di rasakan tapi merdu bila didengarkan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bulan pun berganti disinilah si buruh menemukan sesuatu kegembiraan tibalah saatnya si bos mesti mengabulkan janjinya yaitu memberi dia upah setiap bulan karena dia telah menjalankan semua kewajiban yang di bebankan padanya. Petikan di atas bisa diumpamakan kita sebagai umat yang menjalankan ibadah dengan berusaha semaksimal untuk meraih ridlo yang dijanjikan dimana semua umat telah menunaikan dua monumental puasa ramadhan dan ibadah haji. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allohpun menepati janjinya dengan memberikan limpahan pahala serta ridlo dan pengampunan untuk semua umat yang ditandai bulan syawal yaitu hari raya idul fitri  atau hari kemenangan. Orang-orang mukmin kembali dengan kesucian bak bayi yang baru lahir namun kitapun mesti menyiapkan diri untuk secara ikhlas memaafkan saudara-saudara kita dan dengan kerendahan diripun meminta maaf pada mereka. Membenahi diri disetiap sela-sela kekurangan kita menjadi kan tahun akan datang lebih baik dari tahun yang kemarin. Meningkatkan ibadah memegang kunci-kunci perisai umat yang di ridloi Alloh. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan mata membiasakan bangun malam untuk tahajud agar hati mendapatkan ketenangan mulutpun dibiasakan berpuasa karena alloh lebih dekat dengan umat yang sedang menjalankan puasa. Hatipun dicuci bersih dengan dzikir telinga dipasangkan pada hal yang bermanfaat melatih diri dengan mengulas balik perbuatan-perbuatan yang sehari-hari kita lakukan. Menciptakan sendiri motor pembersih atau mesin pengintropeksi agar mengatur tinggi rendahnya peningkatan ibadah kita masing-masing. Jangan kita kalah dengan sebuah benda yang bernama komputer benda mati ini secara otomatis bisa membersihkan semua virus-virus yang ada dalam tubuhnya dan bisa memnampakankan bagian dari tubuhnya yang terkena virus. Cobalah kita ambil hikmah dari hal yang kita sepelehan. Mengkaji ulang sesuatu yang tertinggal membuka lembaran yang baru serta menjadikan diri kita umat yang tunduk pada perintah serta memmatuhi larangan-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengabadikan kefitrohan ini agar kita tidak termasuk umat yang merugi serta menjaga hati agar tak ternodai. Menjalin silahturohmi dengan meningkatkan ukhuwah islamiah untuk menjaga agama alloh dari perpecahan.membentengi umat dari para pengadu domba serta terus meningkatkan ketakwaan dengan bersikap jenius menghadapi masalah -masalah yang menerpa agama.membuktikan pada dunia bahwa islam agama yang indah dan menyenangi perdamaian serta persaudaraan. Jangan tunjukan kesombongan di hadapan mata dunia tapi rendahkan diri tawadlu dengan tetap melindungi iman kita. Kerendahan hati akan mengantarkan kesuksesan keserakahan akan membuat umat lupa pada pencipta-Nya. Percaya dan selalu berdo'a insya'alloh keselamatan dunia akhirat dilimpahkan-Nya. Aamiin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Oleh : Nuryanti&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;| Kontributor Buletin Hidayah Pumita Busan&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBusan.COM &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-3546805412361937978?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/3546805412361937978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/janjinya-ditepati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/3546805412361937978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/3546805412361937978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/janjinya-ditepati.html' title='Janjinya Ditepati'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-i3pxlE-afQY/TblORiOfmEI/AAAAAAAAFaY/RK1pecLoqKM/s72-c/subhanAllah.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-2397645598729880438</id><published>2011-04-28T19:56:00.004+09:00</published><updated>2011-04-28T20:05:40.611+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Gara-Gara Asam Urat Gagal Main Bola</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-nHfrcMKSRBw/TblIAW_gDUI/AAAAAAAAFaQ/3LdiHyGqrcI/s1600/main-bola.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 300px; height: 200px; " src="http://1.bp.blogspot.com/-nHfrcMKSRBw/TblIAW_gDUI/AAAAAAAAFaQ/3LdiHyGqrcI/s400/main-bola.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600586782621044034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini adalah hari kedua hari raya di negeri alengko, suasana kerajaan masih tampak ramai dengan berbagai lampu hias disana sini anak anak kecil dengan aneka jajan ditanganyapun membuat tampak hiruknya suasana terlebih lagi hari ini ada pertandingan sepakbola. Kesebelasan kraton yang dikapteni sendiri oleh raja akan ditantang kesebelasan negeri conke dengan kapten pak Bendus yang juga dikenal dokter kerajaan tersebut. Wuah……. Nampaknya rakyat sudah tidak sabar menunggu pertandingan seru kali ini mereka sudah berbaris dari mulai habis subuhan tadi …….&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun hingga pukul enam, belum ada tanda tanda pertandingan akan segera mulai dikejauhan sana pun telihat justru kraton tampak sibuk lalu lalang agak terkesan panik pak Bendus yang sudah sedari tadi menunggupun akhirnya dipanggil pengawal raja dan diminta datang ke kraton ….. dan teryata raja sedang sakit, sejak tadi malam ibu jari kaki raja benjol buesssar dan raja mengeram kesakitan….pak Bendus kapten kesebelasan yang emang lulusan ndokteran itupun segera cekatan, ambil tas obat dan mengeluarkan pil dan diserahkan ke raja, setelah berdoa dan  minum obat rajapun nampak lebih nyaman berangsur angsur sakitnya reda dan sambil tiduran rajapun mendengarkan nasehat pak bendus, mari kita ikut ndengerin nasehatnya :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tuan raja kemungkinan besar tuan raja terkena sakit gout atau yang rakyat kita mengenal sebagai asam urat. Sakit ini ditandai dengan rasa sakit di persendian biasanya sendi kaki yang paing sering di bagian peloknya itu lho di telapak kaki dan kaki kan ada sambungan yang kaya jengkol nah disitu biasanya sakitknya tapi bisa juga i sendi sendi jari kaki atau tangan. Biasanya sendi yang sakit akan benkak, berwarna merah dan kelihatan lebih kemilau ( ah  kayak iklan sampo ya ) kalau bahasa congkenya itu minis minis.  Dan terasa sangat nyeri biasanya kambuh saat malam hari dan berlangsung lama, sakit ini bisa kambuh kambuhan dan semakin lama bisa semakin sering kambuh. penyeban sakit ini adalah karena kadar asam urat dalam tubuh meningkat, kenapa bisa meningkat? Mau tahu apa enggak? kalau mau tahu jangan ngantuk.......&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi penyebabnya bisa karena tuan raja terlalu banyak makan makanan yang mengandung asam urat apalagi kalau sudah hariraya potong kambing sapi, kerbau bebekangsa dll wah pokonya seru ya tambah banyak lah asam urat yang masuk , penyebab kedua adalah bisa jadi tuan raja ginjalnya sudah gak normal sehingga meskipun makan asam urat sedikit tapi gak bisa keluar lewat kencing jadi ya numpuk tuh cristal 2 uratnya di sendi yang jadi benjol itu . Kalau sudah sakit begini ya disa diusahakan dengan minum obat anti sakit dan antiradang ya untuk memilih tuan raja silahkan bertanya pada krue kesehatan kerajaan atau anti bisa chatting ke negeri congke ya . tapi sekedar kiat kiat nih untuk menhindari serangat asam urat :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;hindari BENJOL  agar tidak benjol : maksudnya tuan raja mesti tidak berlebihan makan BENJOL, tahu gak BENJOL itu ? ini ini B = bayam , E= emping dan kacang kacangan  N= nanas, J= jeroan kaya ati sapi, lidah sapi, usus rempelo dan sebangsanya  O= otak, ya kalau raja pingin pinter dengan makan otak sapi sih gak papa tapi ya jangann tiap hari dan banyak lagi,   L= lo uloan, itulo kaya kerang kupang keong dan konco konconya, nah ada lagi loh yang perlu dihindari itu minuman yang dicampur alkohol ya untung ya kita sih gak pernah ya  minuman yang kaya beginian &lt;/li&gt;&lt;li&gt;tuan raja juga mesti kontrol tuh berat badan soalnya sakit ini banyak juga yang menyerana gorang yang kuru (kurugan daging , yang gak tahu jawa nanya jangan nebak bebak ya). Mangkanya kalau hari raja jangan aji mumpung habis puasa eh mentang mentang bolek makan siang hari terus apa saja dimakan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;hindari darah tinggi karena sakit ini juga bisa mengenai orang yang darah tinggi ya masih seputar makan juga jangan terlalu banyak makan daging kambing terutama bagian yang berwarna merah termasuk yang sudah jadi sosis dll lho ya &lt;/li&gt;&lt;li&gt;ingat lho ya penyakit ini bis akambuh kambuhan dan semakin lama bisa tambah sering makanya cara kendalikan paling jitu ya kendalikan jenis makanan dan tentu pesan sponsor bila sakit berlanjut hubungi dokter kerajaan dan jangan lupa berdoa.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Oleh : dr. Supangat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;| Penulis Kolom Kesehatan Bulletin Hidayah Pumita&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBusan.COM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-2397645598729880438?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/2397645598729880438/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/gara-gara-asam-urat-gagal-main-bola.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/2397645598729880438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/2397645598729880438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/gara-gara-asam-urat-gagal-main-bola.html' title='Gara-Gara Asam Urat Gagal Main Bola'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-nHfrcMKSRBw/TblIAW_gDUI/AAAAAAAAFaQ/3LdiHyGqrcI/s72-c/main-bola.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-9204102733779839910</id><published>2011-04-28T19:03:00.003+09:00</published><updated>2011-04-30T14:13:45.989+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Mengetahui Apa Yang Dia Mau</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-LCY0hCfTTeA/Tbk8lP8XcxI/AAAAAAAAFaI/5gcY2b-SXX0/s1600/allahhh.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-LCY0hCfTTeA/Tbk8lP8XcxI/AAAAAAAAFaI/5gcY2b-SXX0/s400/allahhh.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600574222244475666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;K&lt;/b&gt;adang kita sering bertanya kepada diri kita sendiri, mengapa ya saya diciptakan kedunia ini? Buat apa Allah memberikan kita jasad dan meniupkan ruh supaya kita hidup ke dunia fana ini ? Apa maksud sebenarnya Allah memberikan kita kehidupan ? Kalau kita bisa menjawab pertanyaan sederhana ini, insya Allah kita akan mendapatkan rahmat dan berkah Nya dalam menjalani hari-hari kita. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa hal ini sangat penting bagi kita sebagai seorang manusia ? Sekarang coba kita lihat beberapa contoh dan kaitan antara “mengetahui apa yang Allah mau” dalam kehidupan sehari hari kita. Misalnya apabila kita bekerja, sangatlah penting mengetahui apa maksud dari Sajang-Nim mempekerjakan kita, apa tugas kita, sehingga pada akhirnya, sehingga kita dapat melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik, pada akhirnya dia juga akan membayar kita. Apabila kita tidak mengetahui persis apa yang Sajang mau, maka dia pasti akan marah dan bisa jadi kita tidak digaji untuk periode tertentu. Contoh tersebut hanya mengambil kasus pada kita yang bekerja pada perusahaan, dalam hal ini Sajang-Nim yang memberikan kita pekerjaan. Bagaimana dengan Allah ? Dia yang memberikan kita kehidupan, rezeki, rahmat dan segalanya bagi kita agar hidup di dunia ini. Apabila kita tidak mengetahui persis apa yang Dia mau, apa maksud Dia menciptakan kita, maka celakalah kita kelak di akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita bahas dahulu apa hal mendasar yang Allah berikan kepada kita sebagai fasilitas gratis untuk kita hidup di dunia. Coba sejenak kita renungkan apa yang membuat kita bertahan hidup di dunia ini, makanan ? kita bisa bertahan hidup beberapa hari tanpa makanan dan minuman. Nikmat terbesar yang Allah berikan adalah udara. Bayangkan bagaimana kita bisa bertahan hidup tanpa udara, bagaimana jika Allah memberikan tarif atau harga tertentu untuk satu liter udara yang kita hirup. Subhanallah, berapa besar yang harus kita keluarkan untuk hidup. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi, apakah Allah menghendaki agar kita kaya sehingga berlimpah uang dan harta untuk kita membeli udara? Tidak. Apakah Allah butuh tenaga kita  dan kecerdasan kita untuk membuat udara ? Tidak. Tidak, justru Allah lah yang maha Kuat dan juga memberikan kita kecerdasan. Kalau bukan semua itu, lalu apa yang Allah mau dan kehendaki dari kita ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah menghendaki kita agar menjalankan sholat 5 waktu. Lebih dari 50 Ayat di Al Quran selalu mengingatkan kita kepada sholat 5 waktu. Mengapa Allah menghendaki Sholat dan bukan yang lainnya. Mari kita lihat ada apa di balik sholat ini sehingga ini lah yang di kehendaki oleh Allah untuk di kerjakan oleh kita sebagai manusia, makhluk ciptaannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sholat merupakan bentuk atau wujud penghambaan kita kepada Allah. Dengan sholat, kita menyadari bahwa kita merupakan hamba yang tidak mempunyai apa apa di hadapan Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sholat merupakan  sarana komunikasi kita satu  satunya  dengan  Allah dan sesungguhnya Allah mencintai makhluknya yang sering berkomunikasi dengan- Nya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sholat merupakan amalan yang pertama kali akan di hisab oleh Allah. Apabila sholat kita baik, maka insya Allah seluruh amalan kita akan baik, akan tetapi apabila buruk amalan Sholat kita, maka buruk pula seluruh amalan kita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sholat merupakan cerminan dari pribadi muslim, seluruh gerakannya teratur dan tersistematis, setiap muslim yang melaksanakan sholat akan mempunyai tanggung jawab didalam menjalani hari-harinnya, karena dalam sholat, kita tidak akan memotong suatu gerakan apapun di dalamnya, sehingga akan menjadikan kita muslim yang bertanggung jawab.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Setelah kita menyadari dan mengetahui apa yang Allah mau, masihkah kita berfikir sholat itu merupakan beban dan masih bisa di tinggalkan begitu saja? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Insya Allah sholat akan menjadi suatu kebutuhan untuk kita berkomunikasi dengan Allah, dan menjadi satu bentuk bagi kita setiap muslim untuk mengabdi kepada Nya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Jadi, sudahkah anda sholat ? &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Oleh : Eddo&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;| Kontributor Buletin Hidayah Pumita Busan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBusan.COM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-9204102733779839910?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/9204102733779839910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/mengetahui-apa-yang-dia-mau.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/9204102733779839910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/9204102733779839910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/mengetahui-apa-yang-dia-mau.html' title='Mengetahui Apa Yang Dia Mau'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-LCY0hCfTTeA/Tbk8lP8XcxI/AAAAAAAAFaI/5gcY2b-SXX0/s72-c/allahhh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-6595768023921368053</id><published>2011-04-23T16:39:00.006+09:00</published><updated>2011-04-24T09:18:32.750+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Mutiaraku Maafkan Mama</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-jipS5PuOFIo/TbKCaXVfd2I/AAAAAAAAFZY/50MMfyx5j7I/s1600/mama.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 333px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-jipS5PuOFIo/TbKCaXVfd2I/AAAAAAAAFZY/50MMfyx5j7I/s400/mama.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598680676227315554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;aya seorang ibu dengan 2 orang anak, mantan direktur sebuah perusahaan multi nasional.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Mungkin Anda termasuk orang yang menganggap saya orang sukses karena memiliki karir cemerlang.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Namun sungguh jika seandainya saya boleh memilih, maka saya akan berkata kalau saya tidak seperti sekarang dan menganggap apa yang saya raih sungguh sia-sia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Semuanya berawal ketika mutiaraku yang tak ternilai harganya, maya, putri saya yang berusia 19 tahun, meninggal karena overdosis (OD). Sungguh hidup saya hancur berantakan. Suami saya saat ini, masih terbaring di rumah sakit karena terkena stroke dan mengalami kelumpuhan lantaran memikirkan musibah maha berat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Putra saya, Doni, juga sempat mengalami dperesi berat dan sekarang masih dalam perawatan intensif sebuah klinik kejiwaan. Dan dia juga merasa sangat terpukul dengan kepergian adiknya. Dengan kondisi seperti ini, apa lagi yang bisa saya harapkan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Semuanya berawal dari kepergian Bik Inah, pembantu kami. Mungkin terdengar aneh. Bagaimana mungkin kepergian seorang pembantu bisa membawa dampak begitu hebat pada putrid kami. Tapi begitulah nyatanya. Harus saya akui, bahwa baik Inah sudah seperti keluarga kami. Dia telah ikut bersama kami sejak 20 tahun lalu ketika Doni berumur 2 tahun. Bahkan bagi Maya dan Doni, bik Inah sudah seperti ibu kandungnya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Ini semua saya ketahui dari buku harian Maya yang say abaca setelah dia meninggal. Maya begitu cemas dengan sakitnya Bik Inah, berlembar-lembar buku hariannya berisi hal ini. Dan ketika saya sakit (saya pernah sakit karena kelelahan dan dipname di rumah sakit selama 3 minggu) Maya hanya menulis singkat sebuah kalimat di buku hariannya “Hari ini Mama sakit dan dirawat di rumah sakit”, hanya itu saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Sungguh hal ini menjadikan saya semakin terpukul. Tapi saya akui, ini semua karena kesalahan saya. Begitu sedikitnya waktu saya untuk Doni, Maya dan suami saya. Waktu saya habis di kantor. Otak saya lebih banyak berpikir tentang keadaan perusahaan dari pada keadaan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Berangkat jam 07:00 dan pulang di rumah 12 jam kemudian bahkan mungkin lebih. Ketika sampai rumah, rasanya sudah begitu capek untuk memikirkan urusan mereka. Memang setiap hari libur kami gunakan untuk&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;acara keluarga, namun sepertinya itu hanya seremonial dan rutinitas saja. Ketika hari senin tiba, saya dan suami sudah seperti “robot” yang ter-program untuk urusan kantor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Sebenarnya ibu saya sudah berkali-kali mengingatkan saya untuk berhenti bekerja sejak doni masuk SMA. Namun selalu saya tolak, saya anggap ibu terlalu kuno cara berpikirnya. Memang ibu saya memutuskan berhenti bekerja dan memilih membesarkan kami, 6 orang anaknya. Padahal sebagai seorang sarjana Ekonomi, karir ibu waktu itu katanya sangat baik. Dan ayahpun ketika itu juga biasa-biasa saja dari segi karir dan penghasilan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Meski jujur saya pernah berpikir untuk meutuskan berhenti bekerja dan mau mengurus Doni dan Maya, namun selalu saja perasaan bagaimana kebutuhan hidup bisa terpenuhi kalau berhenti bekerja, dan lalu apa gunanya saya sekolah tinggi-tinggi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Meski sebenarnya suami saya seorang yang cukup mapan dalam karir dan penghasilan. Dan biasanya setelah ada nasehat ibu saya menjadi lebih perhatian pada Doni dan Maya namun tidak lebih dari dua minggu semuanya kembali seperti semula, sibuk dengan urusan kantor dan karir focus saya. Dan kembali saya menganggap masih bisa membagi waktu untuk mereka. Toh teman lain di kantor juga bisa dan ungkapan “Kualitas pertemuan dengan anak lebih penting dari rutinitas” selalu menjadi patokan saya. Sampai akhirnya semua terjadi diluar kendali saya dan berjalan begitu cepat sebelum saya sempat tersadar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Maya berubah dari anak yang manis, lugu dan periang, menjadi pemakai narkoba. Dan saya sama sekali tidak mengetahuinya! Sebuah sindiran dan protes Maya saat ini selalu terngiang di telinga. Waktu itu Bi Inah pernah memohon untuk berhenti bekerja dan memutuskan kembali ke desa untuk membesarkan Bagas, putera satu-satunya, setelah dia ditinggal mati suaminya. Namun karena Maya dan Doni keberatan, maka akhirnya kami putuskan agar Bagas dibawa tinggal bersama kami. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Pengorbanan Bi Inah buat Bagas ini sangat dibanggakan Maya. Namun sindiran Maya tak begitu saya perhatikan. Akhirnya semua terjadi. Setelah tiba-tiba jatuh sakit kurang lebih dua minggu, bi inah meninggal dunia di rumah sakit. Dari buku harian Maya saya juga baru tahu kenapa Doni malah pergi dari rumah, ketika bi inah di Rumah Sakit. Memang Doni pernah memohon kepada ayahnya agar bik inah dibawa kesingapura untuk berobat, setelah dokter disini mengatakan bahwa bi inah sudah masuk stadium 4 kankernya. Dan usul Doni kami tolak hingga dia begitu marah pada kami. Dari sini saya tahu betapa berartinya bi Inah buat mereka, sudah seperti ibu kandungnya. Menggantikan tempat saya yang seolah hanya bertugas melahirkan mereka saja ke dunia. Tragis..!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Sebuah foto “keluarga” di dinding Maya sering saya amati, kalau lagi kangen dengannya. Beberapa bulan yang lalu , kami sekeluarga ke desa bik Inah. Atas desakan Maya, kami sekeluarga menghadiri acara pengangkatan Bagas sebagai kepala sekolah madrasah setelah dia selesai kuliah dan belajar di pesantren. Doni pun begitu bersemangat untuk hadir di acara itu, padahal dia paling susah untuk diajak acara serupa di kantor saya atau ayahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Di foto “keluarga” itu, tampak bik Inah, Bagas, Doni dan Maya tersenyum bersama. Tak pernah kami lihat Maya begitu senang seperti saat itu dan seingat saya itulah foto terakhirnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Setelah bik Inah meninggal, Maya begitu terguncang dan shock. Kami sempat risau dan membawanya ke psikolog ternama di Jakarta. Namun sebatas itu yang kami lakukan. Setelah itu saya berkutat dengan urusan kantor. Dan dihalaman buku harian Maya, penyesalan dan air mata tercurah. Maya menulis : “Ya Allah kenapa Bik Inah meninggalkan Maya, terus siapa yang bangunin Maya, siapa yang siapin sarapan Maya, siapa yang nyambut Maya kalau pulang sekolah. Siapa yang ngingetin Maya buat Shalat, siapa yang dengar cerita Maya kalau lagi kesel di sekolah, siapa yang nemenin Maya kalo nggak bisa tidur? Ya Allah Maya kangen banget sama bik Inah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Astagfirullah, bukankah itu seharusnya tugas saya sebagai ibunya, bukan bik Inah? Sungguh hancur hati saya membaca semua itu. Namun semuanya sudah terlambat, tidak mungkin bisa kembali. Seandainya waktu bisa berputar kebelakang, saya rela berkorban apa saja untuk itu. Kadang saya merenung, sepertinya ini hanya cerita sinetron di TV dan saya pemeran utamanya. Namun saya tersadar ini riil dan kenyataan yang terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Sungguh saya menulis ini bukan berniat untuk menggurui siapapun tapi sekedar pengurang sesal saya, semoga ada yang bisa mengambil pelajaran darinya. Biarkan saya yang merasakan musibah ini karena sungguh tiada terbayang beratnya. Semoga siapapun yang membaca tulisan ini bisa menentukan “prioritas hidup dan tidak salah dalam memilihnya”. Biarkan saya seorang yang mengalaminya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Saat ini saya sedang mengikuti program konseling/therapy dan mencoba aktif ikut dipengajian-pengajian untuk enentramkan hati saya. Berkat dorongan seorang teman saya beranikan menulis ini semua. Saya tidak ingin tulisan ini sebagai tempat penebus kesalahan saya, karena itu tidak mungkin! Dan bukan pula untuk memaksa Anda mempercayainya, tapi inilah faktanya. Hanya, semoga ada yang memetik manfaatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Dan saya berjanji untuk mengabdikan sisa umur saya untuk suami dan Doni. Saya hanya bisa memohon agar Allah mengampuni saya yang telah menyia-nyiakan amanah-Nya. Kini setiap malam, selalu saya isi dengan isak tangis mengiba karunia Ilahi, “Ya Allah…seandainya Engkau akan mnghukum Maya Karena kesalahannya, sungguh tangguhkan-lah. Biar saya yang menggantikan tempatnya kelak, biarkan buah hatiku tentram di sisi-Mu”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Semoga Allah mengabulkan semua do’a dan permohonan saya. Aamiin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Sumber cerita : &lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:16.0pt;line-height: 115%;mso-fareast-font-family:바탕"&gt;Majalah IRSYAD&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:바탕"&gt;&lt;br /&gt;Penerbit : Yayasan Yatim Piatu dan Dhuafa Al Irsyad&lt;br /&gt;Jl. Cendrawasi V Rt. 07/02 Sawah Baru Ciputat Tenggerang, Banten&lt;br /&gt;Telp. (021) 74638786&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBusan.COM&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-6595768023921368053?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/6595768023921368053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/mutiaraku-maafkan-mama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/6595768023921368053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/6595768023921368053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/mutiaraku-maafkan-mama.html' title='Mutiaraku Maafkan Mama'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-jipS5PuOFIo/TbKCaXVfd2I/AAAAAAAAFZY/50MMfyx5j7I/s72-c/mama.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-4352650731027173544</id><published>2011-04-22T23:53:00.004+09:00</published><updated>2011-04-23T01:29:57.238+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Menjaga Hak Sesama</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-sU0CqPLe_VQ/TbGW8rP51HI/AAAAAAAAFZI/KAtAW1VPee8/s1600/tangan.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 316px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-sU0CqPLe_VQ/TbGW8rP51HI/AAAAAAAAFZI/KAtAW1VPee8/s400/tangan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598421780943983730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;R&lt;/b&gt;asulallah kala itu duduk di atas mimbar masjid dan berkata &lt;i&gt;“wahai kaum muslimin! Kupanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang tiada tuhan selain dia, brang siapa di antara kalian ada yang kupukuli punggungnya, inilah punggungku sekarang, aku siap menerima balasan barang siapa yang pernah kucemarkan kehormatanya, sekarang ini aku bersedia di cemarkan kehormatanku sebagai balasan…….! Dendam kusumat bukanlah tamatku,dan tidak terdapat pada diriku,aku sangat menghargai orang yang mengambil haknya dariku, kalau ia mempunyai hak atas sesuatu padaku pasti akan kuberikan agar aku merasa lega saat bertemu dengan sang khalik”.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mari kita resapi kisah ini, sedangkan di massa sekarang ini banyak orang merasa aman aman saja meski memiliki tanggungan hak sesama yang belum tertunaikan tidak ada rasa khawatir bahkan selalu mengulur perlunasan kewajiban, Ingin kaya maka korupsi uang, orang kalau di katakana tentang korupsinya  itu tanpa malu ia mempertahankan mati matian dengan berbagai dalih, untuk mendapatkan jabatan maka di lakukan suapan walau miliaran, bila ada yang bmenggulingkan maka nyawa taruhannya, “astaghfirullah?” tapi kalau untuk mendapatkan ilmu tentang islam jarang ada yang berani bayar mahal. Untuk itu mari kita hayati hari akhir,maka kita tidak akan berani melakukan kejahatan kalaupun terlanjur segera bertaubat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulallah sudah banyak memberi contoh, betapa beliau sangat berhati hati terhadap hak sesama, siapkan waktu khusus untuk memanggil jama’ah untuk mengambil haknya dan beliau sangat senang bila ada yang mengambil haknya, beliau tak ingin membawa masalah yang belum selesai saat mengahadap Allah SWT, dan begitu juga tetang apapun posisi kita di dunia, pasti akan d tanyai pertanggung jawaban di hadapan Allah SWT,sejauh mana kita telah tunaikan hak sesama bahkan rakyat jelata pun tak lepas dari pertanggung jawaban ini.seorang ayah akan di tanyai dalam pimpinan keluarganya, seorang ibu di tanyai bagainya dia membimbing anak anaknya, juga pejabat tinggi dia akan bertanggung jawab pada seluruh bawahan serta apa yang dia pimpin, untuk itu kita tidak boleh sombong karna pangkat kita lebih tinggi,kita meski ingat bahwa semakin tinggi jabatan semakin banyak kewajiban dan hak sesama yang harus di tunaikan, semakin banyak kewajiban semakin besar pula pertanggung jawaban di akherat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulallah bersabda &lt;i&gt;“setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan d tanyai apa yang dipimpin (pertanggung jawaban) bukan karunia tapi musibah.”&lt;/i&gt; Kita resapi kisah umar abdul azis saat di percaya menjadi khalifah, beliau tidak bersorak tapi justru bersungkur ke tanah sambil menangis tak henti henti. Beliau sedih karena tidak mampu membayangkan bagaimana menunaikan hak hak rakyatnya dan mempertanggung jawabkan di akherat nanti, beliau memandang jabatan bukan karunia tapi musibah karena saat beliau memimpin tidak semakin kaya tapi malah semakin miskin itulah umar abdula azis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari  konteks ini sungguh menggelikan, jika suatu jabatan di terima dengan pesta, jabatan di perebutkan untuk memperkaya  diri seolah makin tinggi jabatanya makin tinggi karunianya,dia di angkat jadi bupati melompat kegirangan, berebut mengucap selamat dan syukuran dengan pesta padahal bukan tak boleh bersyukur tapi harus ingat setiap jabatan adalah “Amanah” yang haus kita tunaikan bila kita mampu menjalankan kewabijan kewajiba, menunaikan hak sesama maka jabatan itu insya allah sebagai karunia yang membawa ridho Allah SWT, tapi kalau tidak mampu bahkan menyalah gunakan aji mumpung, maka siaplah laknat Allah SWT akan dating menimpa, untuk itu mari kita intropeksi diri sudahkah kita menjaga hak sesama, kita mulai mereformasi diri kita sendiri dan kita tegakan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBusan.COM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-4352650731027173544?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/4352650731027173544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/menjaga-hak-sesama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/4352650731027173544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/4352650731027173544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/menjaga-hak-sesama.html' title='Menjaga Hak Sesama'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-sU0CqPLe_VQ/TbGW8rP51HI/AAAAAAAAFZI/KAtAW1VPee8/s72-c/tangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-3700685007906086832</id><published>2011-04-21T21:54:00.003+09:00</published><updated>2011-04-22T23:59:28.430+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Eksistensi Agama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GqcPMC55GFU/TbApTI_LBAI/AAAAAAAAFZA/qJyOuEd-siA/s1600/3983632748_b12b2ef940_o.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 245px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-GqcPMC55GFU/TbApTI_LBAI/AAAAAAAAFZA/qJyOuEd-siA/s400/3983632748_b12b2ef940_o.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598019745628226562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di tengah-tengah kehidupan zaman sekarang ini, dimana dengan adanya kemajuan disegala sector kehidupan telah mampu membawa satu kehidupan yang penuh dengan kemajuan dalam segala bidang. Sisi positif tersebut ternyata dibarengi pula dengan munculnya dekadensi moral, budaya, materialistic, sikap pragmatism dan menjalarnya sikap instan dimasyarakat Indonesia. Untuk itulah sepatutnya kita merenung sejenak akan eksistensi kita sebagai manusia sehingga kita tidak akan kehilangan jati diri kita sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Manusia itulah satu kata yang patut kita renungkan “ Dari mana, untuk apa dan dikemanakan “ setelah sang nyawa meninggalkan jasad kasar ini. Apabila kita tengok sejenak diri kita sendiri, kita renungkan “ Betapapun tampan, gagah, cantik dan moleknya diri kita ini, ternyata kita hanyalah berasal dari segumpal daging yang bersumberkan dari air yang begitu hina”. Tidak satu perbedaan yang ada pada diri kita walau apapun kedudukannya, pangkatnya, hartanya dan juga jasadnya, kita adalah insan yang sama. Sebagai ciptaan sang Khaliqnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu dengan potensi yang ada pada diri manusia yang berupa potensi (fitrah) akal fikiran, nafsu dan agama (kebenaran), manusia diberikan amanat untuk mengurus kehidupan di dunia ini, dalam rangka menciptakan satu bentuk kehidupan yang penuh dengan keberkahan dan limpahan kasih sayang atau yang lebih dikenal dengan istilah tugas kholifatullah (wakil Allah di dunia ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi tugas khlifatullah tersebut harus pula dibarengi realisasi tugas Abdullah ( hamba Allah ) yaitu mengabdikan, menghambakan dan menyerahkan oenuh segala apa yang kita perbuat untuk mendekatkan diri pada Allah Subhanahu Wata’ala. Tapi sayang, kenyataan ini manusia lebih banyak disibukkan dengan satu masalah perut dan kemaluan (nafsu seksualitas). Siang malam manusia bekerja dengan menghilangkan eksistensi (keberadaan) Allah Subhanahu Wata’ala. Sungguh tragis kehidupan ini, kapan semua ini berakhir..?! Satu pertanyaan mudah tapipenuh misterius ini akan bisa kita jawab, ketika kita tahu dikemanakan manusia ini setelah sang nyawa pergi dari jiwa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu ungkapan indah sering terlontarkan ketika berada ditengah-tengah jama’ah masjid-masjid, mushola-mushola dan surau-surau dimana anak-anak secara bersama-sama melatunkan pujian. “Ojo siro banget-banget nekmu urip ono dunyo. Malaikat juru pati nglirik-ngilirik marang siro, Olehe nglirik malaikat arep nyabut nyowo iro, olehe nyabut angenteni dawuhe kang moho mulyo. Sak wise didawuhi banjur tandang karo kondo, aku iki mung sak dermo kowe ora keno semoyo”. ( janganlah kamu berlebih-lebihan dalam hidup didunia ini, malaikat selalu melihat kita, untuk mengambil nyawa kita, mengambilnya nyawa menunggu perintah Allah Subhanahu Wata’ala. Setelah diperintah, langsung bertindak dengan berkata ; aku ini hanya makhluk Allah, kamu (manusia) tidak boleh mengulur-ulur waktu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita tahu bahwa kita ini menghadap pengadilan Allah Subhanahu Wata’ala, pastilah kita akan selalu instrospeksi diri (melihat diri) kita sendiri. Seberapa banyak nikmat yang telah kita terima, kita rasakan dan kita pergunakan setiap hari. Dibandingkan dengan seberapa ibadah yang telah kita lakukan dalam pengabdian kita terhadap sang Kuasa. Pantaskah, layakkah kita ini menghadap sang Kuasa dengan lusuhnya tubuh ini yang berlumurkan dosa dan nista. Sungguh hina kita dihadapan sang Kuasa. Maka dari itu tak pantas kita berbangga diri dengan apa yang ada pada diri kita, itu hanyalah amanat tuk diabdikan sama sang Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berinstrospeksi bersama-sama tuk menuju insan kamil yang akan menggapai satu kehidupan yang penuh kebahagiaan di dunia dan akhirat, Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Agus Salim ( Amir Pumita Busan Periode 2003-2004 )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Red. PumitaBusan.COM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-3700685007906086832?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/3700685007906086832/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/eksistensi-agama_21.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/3700685007906086832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/3700685007906086832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/eksistensi-agama_21.html' title='Eksistensi Agama'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-GqcPMC55GFU/TbApTI_LBAI/AAAAAAAAFZA/qJyOuEd-siA/s72-c/3983632748_b12b2ef940_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-2278114206639016197</id><published>2011-04-21T21:41:00.003+09:00</published><updated>2011-04-21T22:02:58.196+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Perjuangan Wanita Sholehah</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-sl3i_V6V_4s/TbAmkXk1PwI/AAAAAAAAFY4/ReySjgB9OEE/s1600/1_887741949l%2B%25281%2529.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 204px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-sl3i_V6V_4s/TbAmkXk1PwI/AAAAAAAAFY4/ReySjgB9OEE/s400/1_887741949l%2B%25281%2529.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598016743067172610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;etiap wanita yang beriman sangat bercita-cita menjadi wanita sholihah yang mendapatkan kasih sayang serta keridlaan Allah dan rosul-Nya, sudah sepantasnya dari diri kita mendambakan gelar sebagai sholehah yang selama ini terukir di bibir para wanita yang dicintai Allah dan kasih dari Rasulullah, merindukan surga Allah dan dijauhkan dari nerakanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun untuk menjadi wanita sholehah bukanlah suatu hal yang mudah dan senang, semua itu dapat diungkapkan dan dikatakan, tetapi terlalu sukar untuk dilaksankan dalam bentuk partikal. Banyak orang yang bisa berteori tetapi sedikit yang bisa Berjaya melaksanakannya, walau begitu janganlah kita berputus asa dan menyerah, karena tidak ada penyakit yang tidak dapat diobati kecuali tua dan mati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita harus terus berusaha dan berjuang ke Matlamat yang dicita-citakan demi mendapat keridlaan Allah, kecintaan Rasulullah serta kasih sayang insan yang bernama suami. Rasulullah SAW dalam sabdanya :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“ Dunia yang paling aku sukai adalah wanita sholehah “.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita dengar pada jaman dahulu cerita Siti Asma binti Abu Bakar, Siti Khadijah al Kubra adalah wanita utama, Beliau seorang istri dari ibu yang sungguh ideal, beliau adalah istri pertama dari Rasulullah, Siti Khadijah seorang wanita yang bertanggung jawab dan selalu membantu Rasulullah dalam membangun Islam, Siti Fatimah juga wanita yang pantas di teladani. Dialah contoh wanita sholehah dan contoh yang terbaik bagi wanita sepanjang jaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wanita yang mulia adalah wanita yang meletakkan dan mengikuti  peranannya sebagai wanita, terutama menjaga harkat dan martabat sebagai seorang wanita, sebagai hal-hal tertentu dan mempunyai batas-batas perilaku sewajarnya, sebaliknya wanita yang menuntut bidang yang bukan dari sifat berarti dia sendiri telah mencampakkan dirinya kedalam lembah kehinaan.  Mengenai hal ini Allah berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“ Jika kamu bertaqwa  (yakin para wanita mu’minah) oleh itu janganlah kamu berkata-kata lembut, manja sehingga orang didalamnya hatinya ada penyakit timbul keinginan (menaruh tujuan buruk terhadap kamu) dan ucapkanlah perkataan baik”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;( QS. Al Ahzab : 32 )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Sebenarnya Islam telah meletakkan tanggung jawab dan kewajiban kepada kaum wanita sesuai dengan sifat aslinya, dimana seorang wanita harus menjaga dan mengawal dirinya dan banyak lagi keterangan-keterangan hadist mengenai batas-batas serta peraturan untuk kaum wanita mu’minah agar mematuhi ajaran dan menghormati undang-undang yang telah disyari’atkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala kepada kaum wanita. Sekirannya kaum wanita dapat melaksankannya dengan sebaik-baiknya, khidmat niscaya mereka akan dinilai Allah dan akan diberi ganjaran surga di akhirat kelak. Insya Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahai Saudariku, marilah kita terus berupaya dalam mewujudkan perjuangan ini agar kita menjadi kaum wanita yang sholehah, walau banyak rintangan dan begitu sulitnya untuk mencapainya, namun yakinlah karena Allah tidak memberikan ujian diluar kemampuan kita. Marilah kita ikuti jika istri-istri nabi kita dan betapa mudahnya mereka mendapat derajat yang tinggi itu disisi Allah, serta betapa mudahnya jalan yang dibukakan Allah untuk mereka ke surga. Kita sama-sama renungi dan mudah-mudahan kita semua digolongkan kedalam orang-orang yang dikasih Allah, dan Berjaya mewarisi akhlaq dan watak terpuji serta dapat mersakan nikmat hidup yang sejati di dunia maupun di akhirat, Amiin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Oleh : Sri Hartati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;| Kolumnis Buletin Hidayah Pumita Busan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBusan.COM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-2278114206639016197?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/2278114206639016197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/perjuangan-wanita-sholihah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/2278114206639016197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/2278114206639016197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/perjuangan-wanita-sholihah.html' title='Perjuangan Wanita Sholehah'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-sl3i_V6V_4s/TbAmkXk1PwI/AAAAAAAAFY4/ReySjgB9OEE/s72-c/1_887741949l%2B%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-316481288775461271</id><published>2011-04-21T21:26:00.028+09:00</published><updated>2011-12-25T16:47:46.037+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BSM'/><title type='text'>Transfer BSM cab. BUSAN</title><content type='html'>Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh,&lt;br /&gt;saudara-saudara yang di rahmati Alloh.&lt;br /&gt;Insya Alloh kami membantu pengiriman WON menjadi RUPIAH ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketentuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus ke Bank Syariah Mandiri (BSM):&lt;br /&gt;- Jam buka Sabtu-Ahad (Rupiah akan diterima di Indonesia hari SENIN)&lt;br /&gt;- Biaya kirim : 9,000 won&lt;br /&gt;- Tidak ada potongan lagi di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus ke bank lainnya:&lt;br /&gt;- Jam buka Sabtu-Ahad (Rupiah akan diterima di Indonesia hari SENIN)&lt;br /&gt;- Biaya kirim : 13,000 won&lt;br /&gt;- Potongan di Indonesia Rp.100.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk selain hari sabtu-ahad:&lt;br /&gt;- ke BSM : biaya 15.000 won, tanpa potongan, maksimal 2jt won&lt;br /&gt;- ke bank lain: biaya 15.000 won, potongan Rp.100rb, maksimal 2jtwon&lt;br /&gt;- satu hari sampai ke rek di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan usaha ini memberi manfaat bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: - maksimum pengiriman 2.000.000 won (sekali kirim)&lt;br /&gt;    - Jika no. rek tujuan di Indonesia salah, atau offline WON akan di kembalikan&lt;br /&gt;    - Order akan di proses jika WON telah di transfer paling lambat jam 23.&lt;br /&gt;    - Untuk pengiriman di hari biasa (selain sabtu-Ahad), hubungi : Mas Syamsul Arifin (010-7214-0405)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk melihat status pengiriman, silahkan dibuka website berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;span&gt;&lt;div style="white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;b style="text-align: left; color: rgb(204, 0, 0); text-decoration: none; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; background-color: rgb(255, 255, 255); font-size: 17px; line-height: 19px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;KLIK &lt;a title="Download sekarang" href="https://spreadsheets.google.com/spreadsheet/viewform?hl=en_US&amp;amp;formkey=dHoxMUw4LWFmQXdBd2N3XzdHRVpPZWc6MQ#gid=0" target="_blank" style="color: rgb(204, 0, 0); text-decoration: none; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;DISINI&lt;/a&gt; &amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-316481288775461271?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/316481288775461271/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/transfer-bsm-cab-busan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/316481288775461271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/316481288775461271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/transfer-bsm-cab-busan.html' title='Transfer BSM cab. BUSAN'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-3042688389583639443</id><published>2011-04-21T21:26:00.023+09:00</published><updated>2011-05-17T17:58:42.810+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat Nabi'/><title type='text'>Kisah Sahabat Nabi: Abdullah bin Abbas, Muda Usianya Luas Ilmunya</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-JqzS_abixEQ/TdI4mBO474I/AAAAAAAAFcw/2D_vAq9daiI/s1600/ilustrasi-_110512155948-913.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 360px; height: 260px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-JqzS_abixEQ/TdI4mBO474I/AAAAAAAAFcw/2D_vAq9daiI/s400/ilustrasi-_110512155948-913.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607606711846760322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ya Ghulam, maukah kau mendengar beberapa kalimat yang sangat berguna?" tanya Rasulullah suatu ketika pada seorang pemuda kecil. "Jagalah (ajaran-ajaran) Allah, niscaya kamu akan mendapatkan-Nya selalu menjagamu. Jagalah (larangan-larangan) Allah, maka kamu akan mendapati-Nya selalu dekat di hadapanmu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemuda kecil itu termangu di depan Rasulullah. Ia memusatkan perhatian pada setiap patah kata yang keluar dari bibir manusia paling mulia itu. "Kenalilah Allah dalam sukamu, maka Allah akan mengenalimu dalam duka. Bila kamu meminta, mintalah kepada-Nya. Jika kamu butuh pertolongan, memohonlah kepada-Nya. Semua hal telah selesai ditulis."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemuda beruntung itu adalah Abdullah bin Abbas. Ibnu Abbas, begitu ia biasa dipanggil, dalam sehari itu ia menerima banyak ilmu. Bak kata pepatah, sekali dayung tiga empat pulau terlampaui, wejangan Rasulullah saat itu telah memenuhi rasa ingin tahunya. Pelajaran akidah, ilmu dan amal sekaligus ia terima dalam sekali pertemuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keakraban dengan Rasulullah sejak kecil membuat Ibnu Abbas tumbuh menjadi seorang lelaki berkepribadian luar biasa. Keikhlasannya seluas padang pasir tempatnya tinggal. Keberanian dan gairah jihadnya sepanas sinar matahari gurun. Kasihnya seperti oase di tengah sahara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hidup bersama Rasulullah benar-benar telah membentuk karakter dan sifatnya. Suatu ketika, benaknya dipenuhi rasa ingin tahu yang besar tentang bagaimana cara Rasulullah shalat. Malam itu, ia sengaja menginap di rumah bibinya, Maimunah binti Al-Harits, istri Rasulullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepanjang malam ia berjaga, sampai terdengar olehnya Rasulullah bangun untuk menunaikan shalat. Ia segera mengambil air untuk bekal wudhu Rasulullah. Di tengah malam buta itu, betapa terkejutnya Rasulullah menemukan Abdullah bin Abbas masih terjaga dan menyediakan air wudhu untuknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasa bangga dan kagum menyatu dalam dada Rasulullah. Beliau menghampiri Ibnu Abbas, dan dengan lembut dielusnya kepala bocah belia itu. "Ya Allah, berikan dia keahlian dalam agama-Mu, dan ajarilah ia tafsir kitab-Mu." Demikian doa Rasulullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdullah bin Abbas lahir tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah. Saat Rasulullah wafat, ia masih sangat belia, 13 tahun umurnya. Semasa hidupnya, Rasulullah benar-benar akrab dengan mereka yang hampir seusia dengan Abdullah bin Abbas. Ada Ali bin Abi Thalib, Usamah bin Zaid dan sahabat-sahabat kecil lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat Rasulullah wafat, Ibnu Abbas benar-benar merasa kehilangan. Sosok yang menjadi panutannya, kini telah tiada. Walau demikian, ia tak mau berlama-lama tenggelam dalam kedukaan. Ibnu Abbas segera bangkit dari kedukaan. Meski Rasulullah telah berpulang, semangat jihad tak boleh berkurang. Maka ia pun mulai melakukan perburuan ilmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Didatanginya para sahabat senior. Ia bertanya pada mereka tentang apa saja yang perlu ditimbanya. Tak hanya itu, ia juga mengajak sahabat-sahabat yang seusia dengannya untuk belajar pula. Tapi sayang, tak banyak yang mengikuti jejak Ibnu Abbas. Mereka merasa tidak yakin, apakah para sahabat senior itu mau memerhatikan mereka yang masih anak-anak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walau demikian, Ibnu Abbas tak patah arang. Ia ketuk satu pintu dan berpindah ke pintu lain, dari rumah-rumah para sahabat Rasulullah. Tak jarang ia harus tidur di depan rumah mereka, karena para sahabat tengah istirahat. Namun betapa terkejutnya mereka begitu melihat Ibnu Abbas tidur di depan pintu rumah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Wahai keponakan Rasulullah, kenapa tidak kami saja yang menemuimu?" kata para sahabat yang menemukan Ibnu Abbas di depan rumah mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tidak, akulah yang mesti mendatangi anda," jawabnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah kehidupan Ibnu Abbas, hingga kelak ia benar-benar menjadi seorang pemuda dengan ilmu dan pengetahuan yang tinggi. Karena tingginya dan tak berimbang dengan usianya, ada yang bertanya tentangnya. "Bagaimana anda mendapatkan ilmu ini, wahai Ibnu Abbas?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dengan lidah dan gemar bertanya, dengan akal yang suka berpikir," demikian jawabnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena ketinggian ilmunya itulah, ia kerap menjadi kawan dan lawan diskusi para sahabat senior. Umar bin Al-Kathab misalnya, selalu memanggil Ibnu Abbas untuk duduk bersama dalam sebuah musyawarah. Pendapat-pendapatnya selalu didengar karena keilmuannya. Sampai-sampai Amirul Mukminin kedua itu memberi julukan kepada Ibnu Abbas sebagai "pemuda tua".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Doa Rasulullah yang meminta kepada Allah agar menjadikan Ibnu Abbas sebagai seorang yang mengerti perkara agama telah terwujud kiranya. Ibnu Abbas adalah tempat bertanya karena kegemarannya bertanya. Ibnu Abbas tempat mencari ilmu karena kegemarannya terhadap ilmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di usianya yang ke-71 tahun, Allah SWT memanggilnya. Saat itu umat Islam benar-benar kehilangan seorang dengan kemampuan dan pengetahuan yang luar biasa. "Hari ini telah wafat ulama umat," kata Abu Hurairah menggambarkan rasa kehilangannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/kumpulan-kisah-sahabat-nabi.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; "&gt;Kembali ke Kumpulan Kisah Sahabat Nabi &amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: 101 Sahabat Nabi karya Hepi Andi Bastoni&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-3042688389583639443?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/3042688389583639443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-abdullah-bin-abbas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/3042688389583639443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/3042688389583639443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-abdullah-bin-abbas.html' title='Kisah Sahabat Nabi: Abdullah bin Abbas, Muda Usianya Luas Ilmunya'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-JqzS_abixEQ/TdI4mBO474I/AAAAAAAAFcw/2D_vAq9daiI/s72-c/ilustrasi-_110512155948-913.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-8926253096034928453</id><published>2011-04-21T21:26:00.022+09:00</published><updated>2011-05-17T17:54:39.107+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat Nabi'/><title type='text'>Kisah Sahabat Nabi: Abbas bin Abdul Muthalib, Paman Terkasih Rasulullah</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 102, 255); font-family: arial, verdana; font-size: 10px; "&gt;solehkids.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8FWfQ-f5QIE/TdI3hh0cI6I/AAAAAAAAFco/o9FNq8HTYeg/s1600/ilustrasi-_110510164007-109.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 360px; height: 260px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-8FWfQ-f5QIE/TdI3hh0cI6I/AAAAAAAAFco/o9FNq8HTYeg/s400/ilustrasi-_110510164007-109.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607605535183217570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia adalah paman Rasulullah SAW dan salah seorang yang paling akrab di hatinya dan yang paling dicintainya. Oleh sebab itu, beliau senantiasa berkata, "Abbas adalah saudara kandung ayahku. Barangsiapa yang menyakiti Abbas sama dengan menyakitiku."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada zaman Jahiliyah, ia mengurus kemakmuran Masjidil Haram dan melayani minuman para jamaah haji. Seperti halnya ia akrab di hati Rasulullah, Rasulullah pun dekat sekali di hatinya. Ia pernah menjadi pembantu dan penasihat utamanya dalam Baiat Aqabah menghadapi kaum Anshar dari Madinah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas adalah saudara bungsu ayah Nabi SAW, Abdullah bin Abdul Muthalib. Menurut sejarah, ia dilahirkan tiga tahun sebelum kedatangan Pasukan Gajah yang hendak menghancurkan Baitullah di Makkah. Ibunya, Natilah binti Khabbab bin Kulaib, adalah seorang wanita Arab pertama yang mengenakan kelambu sutra pada Baitullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada waktu Abbas masih anak-anak, ia pernah hilang. Sang ibu lalu bernazar, kalau putranya itu ditemukan, ia akan mengenakan kelambu sutra pada Baitullah. Tak lama kemudian, Abbas ditemukan, maka ia pun menepati nazarnya itu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas kemudian menikah dengan Lubabah binti Harits, juga dikenal dengan sebutan Ummu Fadhl, yang dalam sejarah Islam menjadi wanita kedua yang masuk Islam. Lubabah masuk Islam pada hari yang sama dengan sahabatnya, Khadijah binti Khuwailid, yang tidak lain adalah istri Muhammad SAW. Abbas dan Lubabah adalah orang tua dari Al-Fadhl, Abdullah, Ubaidillah dan Qasim bin Abbas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun-tahun awal perjuangan Nabi SAW menyampaikan dakwah Islam, Abbas selalu melindungi Rasulullah dari orang-orang Quraisy yang hendak mencelakakan beliau. Walaupun pada saat itu, ia sendiri belum masuk Islam. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para ahli sejarah berbeda pendapat tentang Islamnya Abbas. Ada yang mengatakan, sesudah penaklukkan Khaibar. Ada yang mengatakan, lama sebelum Perang Badar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Rasulullah SAW berhijrah ke Yatsrib, Abbas tetap tinggal di Makkah, mendengarkan berita Rasulullah dan kaum Muhajirin, dan mengirimkan berita-berita kaum Quraisy, hingga berkecamuknya Perang Badar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas, biasa juga dipanggil Abu Fadhl, pergi berhijrah ke Madinah bersama Naufal ibnul Harits. Ahli sejarah berbeda pendapat tentang tanggal hijrahnya, namun mereka sependapat bahwa Rasulullah telah memberikan sebidang tanah kepadanya, berdekatan dengan tempat kediamannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari, Abbas datang menghadap Rasulullah dan memohon dengan penuh harap, "Ya Rasulullah, apakah engkau tidak suka mengangkat aku menjadi pejabat pemerintahan?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan pengalaman, ia seorang yang berpikiran cerdik, berpengetahuan luas, dan mengetahui liku-liku jiwa orang. Namun Nabi SAW tidak ingin mengangkat pamannya menjadi kepala pemerintahan. Beliau tidak ingin pamannya dibebani tugas-tugas pemerintahan. "Wahai paman Nabi, menyelamatkan sebuah jiwa lebih baik daripada menghitung-hitung jabatan pemerintahan," kata Rasulullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata Abbas menerima dengan senang hati pendapat Rasulullah, tetapi malah Ali bin Abi Thalib yang kurang puas. Ia lalu berkata kepada Abbas, "Kalau kau ditolak menjadi pejabat pemerintahan, mintalah diangkat menjadi pejabat pemungut sedekah!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekali lagi Abbas menghadap Rasulullah untuk meminta seperti yang dianjurkan Ali itu. Rasulullah kemudian bersabda kepadanya, "Wahai pamanku, tak mungkin aku mengangkatmu mengurusi cucian (kotoran) dosa orang."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah adalah orang yang paling akrab dan paling kasih kepadanya, tidak mau mengangkatnya menjadi pejabat pemerintahan atau pengurus sedekah. Bahkan ia tidak diberi kesempatan dan harapan untuk mengurusi soal-soal yang bersifat duniawi, tetapi menekannya supaya lebih menekuni soal-soal ukhrawi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Rasulullah SAW wafat, Abbas adalah orang yang paling merasa kesepian atas kepergiannya itu. Abbas hidup terhormat di bawah pemerintahan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq maupun pada masa kepemimpinan Umar bin Khathab.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari dalam pemerintahan Khalifah Umar, terjadi paceklik hebat dan kemarau ganas. Orang-orang berdatangan kepada Khalifah untuk mengadukan kesulitan dan kelaparan yang melanda daerahnya masing-masing. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umar menganjurkan kepada Muslimin yang berkemampuan supaya mengulurkan tangan membantu saudara-saudaranya yang ditimpa kekurangan dan kelaparan. Kepada para penguasa di daerah diperintahkan supaya mengirimkan kelebihan daerahnya ke pusat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ka'ab menemui Khalifah Umar seraya berkata, "Wahai Amirul Mukminin, biasanya Bani Israel kalau menghadapi bencana semacam ini, mereka meminta hujan dengan kelompok para nabi mereka."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umar berkata, "Ini dia paman Rasulullah dan saudara kandung ayahnya. Lagi pula, ia pimpinan Bani Hasyim."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Khalifah Umar pergi kepada Abbas dan menceritakan kesulitan besar yang dialami umat akibat kemarau panjang dan paceklik itu. Kemudian ia naik mimbar bersama Abbas seraya berdoa, "Ya Allah, kami menghadapkan diri kepada-Mu bersama dengan paman Nabi kami dan saudara kandung ayahnya, maka turunkanlah hujan-Mu dan janganlah kami sampai putus asa!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas lalu meneruskan, memulai doanya dengan puja dan puji kepada Allah SWT, "Ya Allah, Engkau yang mempunyai awan dan Engkau pula yang mempunyai air. Sebarkanlah awan-Mu dan turunkanlah air-Mu kepada kami. Hidupkanlah semua tumbuh-tumbuhan dan suburkanlah semua air susu. Ya Allah, Engkau tidak mungkin menurunkan bencana kecuali karena dosa dan Engkau tidak akan mengangkat bencana kecuali karena tobat. Kini umat ini sudah menghadapkan dirinya kepada-Mu maka turunkanlah hujan kepada kami..." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata doanya itu langsung diterima dan diijabah Allah SWT. Hujan lebat turun dan tumbuh-tumbuhan tumbuh dengan suburnya. Orang-orang bersyukur kepada Allah dan mengucapkan selamat kepada Abbas, "Selamat kepadamu, wahai Saqil Haramain, yang mengurusi minuman orang di Makkah dan Madinah."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas bin Abdul Muththalib, paman Rasululah SAW dan saudara kandung ayahnya, termasuk salah seorang tokoh sahabat yang ikut mengibarkan panji Islam. Sepak terjangnya dicatat sejarah dengan tinta emas dalam Baiat Aqabah Kubra. Ia bertindak sebagai seorang penasihat dan juru runding, menyertai keponakannya dalam majelis itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abbas ra wafat pada hari Jumat, 12 Rajab 32 H, dalam usia 82 tahun. Ia dikebumikan di Baqi', Madinah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/kumpulan-kisah-sahabat-nabi.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; "&gt;Kembali ke Kumpulan Kisah Sahabat Nabi &amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: Dari berbagai sumber&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-8926253096034928453?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/8926253096034928453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-abbas-bin-abdul.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/8926253096034928453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/8926253096034928453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-abbas-bin-abdul.html' title='Kisah Sahabat Nabi: Abbas bin Abdul Muthalib, Paman Terkasih Rasulullah'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-8FWfQ-f5QIE/TdI3hh0cI6I/AAAAAAAAFco/o9FNq8HTYeg/s72-c/ilustrasi-_110510164007-109.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-2368514212029478238</id><published>2011-04-21T21:26:00.021+09:00</published><updated>2011-05-17T17:50:36.643+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat Nabi'/><title type='text'>Kisah Sahabat Nabi: Abdullah bin Amr, Ahli Ibadah yang Rajin Tobat</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 102, 255); font-family: arial, verdana; font-size: 10px; "&gt;tigosotigo.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial, verdana; "&gt;&lt;div align="right" class="changefont" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-kw4wU8TSAII/TdI2FXDl-BI/AAAAAAAAFcg/72crtuPVtXA/s1600/ilustrasi-_110512155948-913.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 360px; height: 260px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-kw4wU8TSAII/TdI2FXDl-BI/AAAAAAAAFcg/72crtuPVtXA/s400/ilustrasi-_110512155948-913.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607603951746021394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdullah bin Amr lebih dulu masuk Islam ketimbang bapaknya, Amr bin Ash. Dan semenjak ia dibaiat dengan menaruh telapak tangan kanannya di telapak tangan kanan Rasulullah SAW, hatinya tak ubahnya seperti cahaya Subuh yang cemerlang diterangi nur Ilahi dan cahaya ketaatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak awal Abdullah memusatkan perhatiannya terhadap Al-Qur'an. Setiap turun ayat, maka dihapalkan dan diusahakan untuk memahaminya, hingga setelah semuanya selesai dan sempurna, ia pun telah hapal seluruhnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdullah telah ditakdirkan Allah menjadi seorang suci dan rajin beribadah. Tak satu pun kekuatan di dunia ini yang mampu menghalangi terbentuknya bakat yang suci ini dan tertanamnya nur Ilahi yang telah ditakdirkan bagi dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila tentara Islam maju ke medan laga untuk menghadapi orang-orang musyrik yang melancarkan peperangan dan permusuhan, maka ia akan dijumpai berada di barisan terdepan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika perang telah usai, ia akan ditemui di mana lagi, kalau tidak masjid atau mushola rumahnya. Ia berpuasa di waktu siang dan mendirikan shalat di waktu malam. Lidahnya tak kenal akan percapakan soal dunia, walaupun yang tidak terlarang. Sebaliknya, lidahnya tiada henti berdzikir kepada Allah, bertasbih dan memuji-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengetahui betapa jauhnya Abdullah terlibat dalam ibadah, cukuplah kita perhatikan Rasulullah yang sengaja datang menyeru manusia untuk beribadah kepada Allah, terpaksa campur tangan agar ia tidak sampai keterlaluan dan berlebihan. Demikianlah salah satu pelajaran yang dapat ditarik dari kehidupan Abdullah bin Amr. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari Rasulullah memanggilnya, dan menasihatinya agar tidak berlebihan dalam beribadah. Rasulullah SAW bertanya, "Kabarnya engkau selalu puasa di siang hari tak pernah berbuka, dan shalat di malam hari tak pernah tidur? Cukuplah puasa tiga hari setiap bulan!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdullah berkata, "Saya sanggup lebih banyak dari itu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kalau begitu, cukup dua hari dalam seminggu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku sanggup lebih banyak lagi."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Jika demikian, baiklah kamu lakukan puasa yang lebih utama, yaitu puasa Nabi Daud, puasa sehari lalu berbuka sehari!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan benarlah ketika Abdullah bin Amr dikarunia usia lanjut, tulang-belulangnya menjadi lemah. Ia selalu ingat nasihat Rasulullah dulu. "Wahai malang nasibku, kenapa dulu tidak melaksanakan keringanan dari Rasulullah."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada saat terakhir, Rasulullah menasihatinya agar tidak berlebih-lebihan dalam beribadah sambil membatasi waktu-waktunya. Amr bin Ash, bapaknya, kebetulan hadir. Rasulullah mengambil tangan Abdullah dan meletakkannya di tangan bapaknya. "Lakukanlah apa yang kuperintahkan, dan taatilah bapakmu!" pesan Rasulullah SAW.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan sepanjang usianya, sesaat pun Abdullah tidak lupa akan kalimat pendek itu, "Lakukanlah apa yang kuperintahkan, dan taatilah bapakmu!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan ketika terjadi Perang Shiffin (perang antara Ali dan Muawiyah), Amr bin Ash berpihak kepada Muawiyah. Dia pun mengajak anaknya, Abdullah bin Amr, untuk turut serta bersamanya membela Muawiyah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah, Abdullah berangkat demi ketaatannya terhadap sang ayah. Namun ia berjanji takkan pernah memanggul senjata dan tidak akan berperang dengan seorang Muslim pun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari, ketika ia sedang duduk-duduk dengan beberapa sahabatnya di Masjid Rasul, lewatlah Husein bin Ali bin Abi Thalib. Mereka pun bertukar salam. Tatkala Husein berlalu, berkatalah Abdullah kepada orang-orang di sekelilingnya, "Sukakah kalian aku tunjukkan penduduk bumi yang paling dicintai oleh penduduk langit? Dialah yang baru saja lewat di hadapan kita tadi, Husein bin Ali. Semenjak Perang Shiffin, ia tak pernah berbicara denganku. Sungguh ridhanya terhadap diriku, lebih kusukai dari barang berharga apa pun juga."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdullah berunding dengan Abu Said Al-Khudri untuk berkunjung kepada Husein. Demikianlah, akhirnya kedua orang mulia itu bertemu di muka rumah Husein. Abdullah bin Amr terlebih dahulu membuka percakapan, hingga menjurus ke Perang Shiffin. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Husein mengalihkan pembicaraan ini sambil bertanya, "Apa yang membawamu hingga kau ikut berperang di pihak Muawiyah?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdullah menjawab, "Pada suatu hari, aku diadukan bapakku Amr bin Ash menghadap Rasulullah SAW. Kata bapakku, 'Abdullah ini puasa setiap hari dan beribadah setiap malam.' Rasulullah berpesan kepadaku, 'Hai Abdullah, shalat dan tidurlah, serta berpuasa dan berbukalah, dan taatilah bapakmu!' Maka sewaktu Perang Shiffin itu, bapakku mendesakku dengan keras agar ikut bersamanya. Aku pun pergi, tetapi demi Allah aku tidak pernah menghunus pedang, melemparkan tombak atau melepaskan anak panah!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tatkala usianya mencapai 72 tahun, ia sedang berada di musholanya, beribadah dan bermunajat. Tiba-tiba ada suara memanggil untuk melakukan perjanalan jauh, yaitu perjalanan abadi yang takkan pernah kembali. Abdullah bin Amr wafat dan menyusul mereka yang telah mendahuluinya menghadap Ilahi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/kumpulan-kisah-sahabat-nabi.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; "&gt;Kembali ke Kumpulan Kisah Sahabat Nabi &amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: 101 Sahabat Nabi karya Hepi Andi Bastoni&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-2368514212029478238?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/2368514212029478238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/tigosotigo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/2368514212029478238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/2368514212029478238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/tigosotigo.html' title='Kisah Sahabat Nabi: Abdullah bin Amr, Ahli Ibadah yang Rajin Tobat'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-kw4wU8TSAII/TdI2FXDl-BI/AAAAAAAAFcg/72crtuPVtXA/s72-c/ilustrasi-_110512155948-913.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-5007668054934577227</id><published>2011-04-21T21:25:00.024+09:00</published><updated>2011-05-17T17:55:45.601+09:00</updated><title type='text'>Kumpulan Kisah Sahabat Nabi</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; "&gt;&lt;div class="post-outer"&gt;&lt;div class="post hentry" style="margin-top: 0em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); padding-bottom: 8px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); padding-top: 6px; padding-right: 10px; padding-left: 10px; "&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="font-family: Arial; margin-top: 0.05em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; letter-spacing: -0.01em; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 1.2em; color: rgb(22, 56, 124); "&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-abbas-bin-abdul.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; display: block; font-weight: bold; "&gt;Kisah Sahabat Nabi: Abbas bin Abdul Muthalib, Paman Terkasih Rasulullah&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.15em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; font: normal normal normal 13px/normal Arial; "&gt;&lt;div id="summary8926253096034928453"&gt;&lt;span style="float: left; padding-top: 0px; padding-right: 10px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-8FWfQ-f5QIE/TdI3hh0cI6I/AAAAAAAAFco/o9FNq8HTYeg/s400/ilustrasi-_110510164007-109.jpg" width="120px" height="85px" style="padding-top: 4px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;solehkids.wordpress.comIa adalah paman Rasulullah SAW dan salah seorang yang paling akrab di hatinya dan yang paling dicintainya. Oleh sebab itu, beliau senantiasa berkata, "Abbas adalah saudara...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: right; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font: normal normal bold 12px/normal Arial; "&gt;&lt;span class="rmlink"&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-abbas-bin-abdul.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; "&gt;Read More »&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; font: normal normal bold 12px/normal Arial; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-transform: none; color: rgb(85, 85, 85); letter-spacing: 0.001em; "&gt;9:26 PM | 0 komentar&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="latency-8926253096034928453"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-outer"&gt;&lt;div class="post hentry" style="margin-top: 0em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: rgb(212, 219, 223); padding-bottom: 8px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(212, 219, 223); border-right-color: rgb(212, 219, 223); border-left-color: rgb(212, 219, 223); padding-top: 6px; padding-right: 10px; padding-left: 10px; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(240, 242, 243); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;a name="2368514212029478238"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="font-family: Arial; margin-top: 0.05em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; letter-spacing: -0.01em; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 1.2em; color: rgb(22, 56, 124); "&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/tigosotigo.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; display: block; font-weight: bold; "&gt;Kisah Sahabat Nabi: Abdullah bin Amr, Ahli Ibadah yang Rajin Tobat&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.15em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; font: normal normal normal 13px/normal Arial; "&gt;&lt;div id="summary2368514212029478238"&gt;&lt;span style="float: left; padding-top: 0px; padding-right: 10px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-kw4wU8TSAII/TdI2FXDl-BI/AAAAAAAAFcg/72crtuPVtXA/s400/ilustrasi-_110512155948-913.jpg" width="120px" height="85px" style="padding-top: 4px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;tigosotigo.blogspot.comAbdullah bin Amr lebih dulu masuk Islam ketimbang bapaknya, Amr bin Ash. Dan semenjak ia dibaiat dengan menaruh telapak tangan kanannya di telapak tangan kanan Rasulullah...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: right; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font: normal normal bold 12px/normal Arial; "&gt;&lt;span class="rmlink"&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/tigosotigo.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; "&gt;Read More »&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; font: normal normal bold 12px/normal Arial; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-transform: none; color: rgb(85, 85, 85); letter-spacing: 0.001em; "&gt;9:26 PM | 0 komentar&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="latency-2368514212029478238"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-outer"&gt;&lt;div class="post hentry" style="margin-top: 0em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); padding-bottom: 8px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); padding-top: 6px; padding-right: 10px; padding-left: 10px; "&gt;&lt;a name="8656249699806372608"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="font-family: Arial; margin-top: 0.05em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; letter-spacing: -0.01em; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 1.2em; color: rgb(22, 56, 124); "&gt;&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; "&gt;&lt;div class="widget Blog" id="Blog1" style="border-bottom-width: 0px; border-bottom-style: dotted; border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 0px; margin-left: auto; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;div class="blog-posts hfeed"&gt;&lt;div class="date-outer"&gt;&lt;div class="date-posts"&gt;&lt;div class="post-outer"&gt;&lt;div class="post hentry" style="margin-top: 0em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); padding-bottom: 8px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); padding-top: 6px; padding-right: 10px; padding-left: 10px; "&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="font-family: Arial; margin-top: 0.05em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; letter-spacing: -0.01em; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 1.2em; color: rgb(22, 56, 124); "&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-abdullah-bin.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; display: block; font-weight: bold; "&gt;Kisah Sahabat Nabi: Abdullah bin Hudzafah, Penebus Tawanan Muslim&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.15em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; font: normal normal normal 13px/normal Arial; "&gt;&lt;div id="summary8656249699806372608"&gt;&lt;span style="float: left; padding-top: 0px; padding-right: 10px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-0eJPnQlfR3k/TdI0UGw-SsI/AAAAAAAAFcY/VZ9isudmUak/s400/ilustrasi-_110513223103-550.jpg" width="120px" height="85px" style="padding-top: 4px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;tintamujahid90.blogspot.comNamanya Abdullah bin Hudzafah As-Sahmy. Dia adalah seorang sahabat yang beruntung lantaran pernah menemui dua raja besar di zamannya; Kisra, Raja Persia dan Kaisar...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: right; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font: normal normal bold 12px/normal Arial; "&gt;&lt;span class="rmlink"&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-abdullah-bin.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; "&gt;Read More »&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; font: normal normal bold 12px/normal Arial; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-transform: none; color: rgb(85, 85, 85); letter-spacing: 0.001em; "&gt;9:25 PM | 0 komentar&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="latency-8656249699806372608"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-outer"&gt;&lt;div class="post hentry" style="margin-top: 0em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); padding-bottom: 8px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); padding-top: 6px; padding-right: 10px; padding-left: 10px; "&gt;&lt;a name="4552255518789457713"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="font-family: Arial; margin-top: 0.05em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; letter-spacing: -0.01em; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 1.2em; color: rgb(22, 56, 124); "&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-abdullah-bin-jahsyi.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; display: block; font-weight: bold; "&gt;Kisah Sahabat Nabi: Abdullah bin Jahsyi, "Amirul Mukminin" Pertama&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.15em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; font: normal normal normal 13px/normal Arial; "&gt;&lt;div id="summary4552255518789457713"&gt;&lt;span style="float: left; padding-top: 0px; padding-right: 10px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-nY-zgA7nojY/TdIzazCwTMI/AAAAAAAAFcQ/wResQxX4H3g/s400/ilustrasi-_110516153123-375.jpg" width="120px" height="85px" style="padding-top: 4px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;Abdullah bin Jahsyi adalah putra bibi Rasulullah, Umaimah binti Abdul Muthalib. Di samping itu, ia juga ipar Rasulullah karena saudara perempuannya, Zainab binti Jahsyi adalah istri Nabi SAW.Abdullah...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: right; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font: normal normal bold 12px/normal Arial; "&gt;&lt;span class="rmlink"&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-abdullah-bin-jahsyi.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; "&gt;Read More »&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; font: normal normal bold 12px/normal Arial; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-transform: none; color: rgb(85, 85, 85); letter-spacing: 0.001em; "&gt;9:25 PM | 0 komentar&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="latency-4552255518789457713"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-outer"&gt;&lt;div class="date-posts"&gt;&lt;div class="post-outer"&gt;&lt;div class="post hentry" style="margin-top: 0em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); padding-bottom: 8px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); padding-top: 6px; padding-right: 10px; padding-left: 10px; "&gt;&lt;a name="3972802417814690984"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="font-family: Arial; margin-top: 0.05em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; letter-spacing: -0.01em; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 1.2em; color: rgb(22, 56, 124); "&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/abu-bakar-ash-shiddiq-632-634-m-sang_18.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; display: block; font-weight: bold; "&gt;Abu Bakar Ash-Shiddiq (632-634 M) Sang Pembela Rasulullah&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.15em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; font: normal normal normal 13px/normal Arial; "&gt;&lt;div id="summary3972802417814690984"&gt;&lt;span style="float: left; padding-top: 0px; padding-right: 10px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-RV8pBH4dmec/Tav0AwJJA6I/AAAAAAAAFWg/QXhuc6MzQ0E/s400/Abu%2BBakar%2BAsh-Shiddiq%2B%2528632-634%2BM%2529%2BSang%2BPembela%2BRasulullah.jpg" width="120px" height="85px" style="padding-top: 4px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;Abu Bakar termasuk pelopor kaum Muslimin pertama, As-Sabiqunal Awwalun, para pendahulu. Ia adalah orang yang memercayai Rasulullah di saat banyak orang menganggap beliau gila. Abu Bakar termasuk...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: right; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font: normal normal bold 12px/normal Arial; "&gt;&lt;span class="rmlink"&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/abu-bakar-ash-shiddiq-632-634-m-sang_18.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; "&gt;Read More »&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; font: normal normal bold 12px/normal Arial; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-transform: none; color: rgb(85, 85, 85); letter-spacing: 0.001em; "&gt;5:18 PM | 0 komentar&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="latency-3972802417814690984"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-outer"&gt;&lt;div class="date-posts"&gt;&lt;div class="post-outer"&gt;&lt;div class="post hentry" style="margin-top: 0em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); padding-bottom: 8px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); padding-top: 6px; padding-right: 10px; padding-left: 10px; "&gt;&lt;a name="448066408717487935"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="font-family: Arial; margin-top: 0.05em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; letter-spacing: -0.01em; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 1.2em; color: rgb(22, 56, 124); "&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-khulafaur-rasyidin_5299.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; display: block; font-weight: bold; "&gt;Kisah Sahabat Nabi - Khulafaur Rasyidin : Umar bin Khathab (634-644 M) Pemimpin yang Adil (1)&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.15em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; font: normal normal normal 13px/normal Arial; "&gt;&lt;div id="summary448066408717487935"&gt;&lt;span style="float: left; padding-top: 0px; padding-right: 10px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-Dr7_Iqey-C0/Taz9_tfBudI/AAAAAAAAFXQ/WudFKrhnyUw/s400/Khulafaur%2BRasyidin%2BUmar%2Bbin%2BKhathab%2B%2528634-644%2BM%2529%2BPemimpin%2Byang%2BAdil%2B%25283%2529.jpg" width="120px" height="85px" style="padding-top: 4px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;Umar benar-benar tak kuasa menahan amarah. Tekadnya sudah bulat. Hari itu juga ia harus menghabisi Rasulullah Saw. Dengan pedang terhunus di tangan, putra pasangan Al-Khathab dan Hanthamah ini...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: right; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font: normal normal bold 12px/normal Arial; "&gt;&lt;span class="rmlink"&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-khulafaur-rasyidin_5299.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; "&gt;Read More »&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; font: normal normal bold 12px/normal Arial; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-transform: none; color: rgb(85, 85, 85); letter-spacing: 0.001em; "&gt;3:07 PM | 0 komentar&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="latency-448066408717487935"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-outer"&gt;&lt;div class="post hentry" style="margin-top: 0em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); padding-bottom: 8px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); padding-top: 6px; padding-right: 10px; padding-left: 10px; "&gt;&lt;a name="5635227289153814450"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="font-family: Arial; margin-top: 0.05em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; letter-spacing: -0.01em; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 1.2em; color: rgb(22, 56, 124); "&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-khulafaur-rasyidin_14.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; display: block; font-weight: bold; "&gt;Kisah Sahabat Nabi - Khulafaur Rasyidin: Umar bin Khathab (634-644 M) Pemimpin yang Adil (2)&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.15em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; font: normal normal normal 13px/normal Arial; "&gt;&lt;div id="summary5635227289153814450"&gt;&lt;span style="float: left; padding-top: 0px; padding-right: 10px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-RCwetfuqrqA/Taz9UE8ArYI/AAAAAAAAFXI/aH0bvorN4yY/s400/Khulafaur%2BRasyidin%2BUmar%2Bbin%2BKhathab%2B%2528634-644%2BM%2529%2BPemimpin%2Byang%2BAdil%2B%25283%2529.jpg" width="120px" height="85px" style="padding-top: 4px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;Sejak masuk Islam, Umarlah yang memprakarsai era keterbukaan dalam dakwah. Dialah yang menancapkan tonggak Al-Faruq (pembeda antara yang hak dan bathil). “Kami semua senantiasa mulia sejak Umar...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: right; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font: normal normal bold 12px/normal Arial; "&gt;&lt;span class="rmlink"&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-khulafaur-rasyidin_14.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; "&gt;Read More »&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; font: normal normal bold 12px/normal Arial; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-transform: none; color: rgb(85, 85, 85); letter-spacing: 0.001em; "&gt;3:06 PM | 0 komentar&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="latency-5635227289153814450"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-outer"&gt;&lt;div class="post hentry" style="margin-top: 0em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); padding-bottom: 8px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); padding-top: 6px; padding-right: 10px; padding-left: 10px; "&gt;&lt;a name="6589465342401521971"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="font-family: Arial; margin-top: 0.05em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; letter-spacing: -0.01em; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 1.2em; color: rgb(22, 56, 124); "&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-khulafaur-rasyidin.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; display: block; font-weight: bold; "&gt;Kisah Sahabat Nabi - Khulafaur Rasyidin Umar bin Khathab (634-644 M) Pemimpin yang Adil (3)&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.15em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; font: normal normal normal 13px/normal Arial; "&gt;&lt;div id="summary6589465342401521971"&gt;&lt;span style="float: left; padding-top: 0px; padding-right: 10px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-zVxg74cIH-M/Taz8YppcsII/AAAAAAAAFXA/Ki7Fcx5uYOY/s400/Khulafaur%2BRasyidin%2BUmar%2Bbin%2BKhathab%2B%2528634-644%2BM%2529%2BPemimpin%2Byang%2BAdil%2B%25283%2529.jpg" width="120px" height="85px" style="padding-top: 4px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;Selain tiga hal itu, masih ada beberapa pendapat Umar yang sejalan dengan Al-Qur’an. Ia pernah mengusulkan untuk membunuh tawanan Perang Badar dan tidak menerima tebusan dari mereka. Lalu turunlah...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: right; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font: normal normal bold 12px/normal Arial; "&gt;&lt;span class="rmlink"&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-khulafaur-rasyidin.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; "&gt;Read More »&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; font: normal normal bold 12px/normal Arial; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-transform: none; color: rgb(85, 85, 85); letter-spacing: 0.001em; "&gt;3:05 PM | 0 komentar&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="latency-6589465342401521971"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-outer"&gt;&lt;div class="date-posts"&gt;&lt;div class="post-outer"&gt;&lt;div class="post hentry" style="margin-top: 0em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); padding-bottom: 8px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); padding-top: 6px; padding-right: 10px; padding-left: 10px; "&gt;&lt;a name="7638107146170319979"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="font-family: Arial; margin-top: 0.05em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; letter-spacing: -0.01em; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 1.2em; color: rgb(22, 56, 124); "&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2010/10/kisah-sahabat-nabi-zaid-bin-haritsah.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; display: block; font-weight: bold; "&gt;Kisah Sahabat Nabi - Zaid bin Haritsah&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.15em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; font: normal normal normal 13px/normal Arial; "&gt;&lt;div id="summary7638107146170319979"&gt;&lt;span style="float: left; padding-top: 0px; padding-right: 10px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-EPn8cENbpL8/TZqhNY8X5TI/AAAAAAAAFK4/cecrGAk7hd0/s400/images.jpg" width="120px" height="85px" style="padding-top: 4px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;Beliau bernama Zaid bin Haritsah–semoga Allah meridhoinya, dan sebelum Nabi SAW diangkat menjadi Rasul bernama Zaid bin Muhammad. Ibunya Su’di binti Tsa’labah pernah membawanya berziarah kerumah...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: right; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font: normal normal bold 12px/normal Arial; "&gt;&lt;span class="rmlink"&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2010/10/kisah-sahabat-nabi-zaid-bin-haritsah.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; "&gt;Read More »&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; font: normal normal bold 12px/normal Arial; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-transform: none; color: rgb(85, 85, 85); letter-spacing: 0.001em; "&gt;5:16 PM | 1 komentar&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="latency-7638107146170319979"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-outer"&gt;&lt;div class="date-posts"&gt;&lt;div class="post-outer"&gt;&lt;div class="post hentry" style="margin-top: 0em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); padding-bottom: 8px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); padding-top: 6px; padding-right: 10px; padding-left: 10px; "&gt;&lt;a name="9000645795384847912"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="font-family: Arial; margin-top: 0.05em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; letter-spacing: -0.01em; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 1.2em; color: rgb(22, 56, 124); "&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2010/07/sahabat-abdurrahman-bin-auf-saudagar.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; display: block; font-weight: bold; "&gt;Sahabat Abdurrahman Bin Auf. - Saudagar Kaya Yang dijamin Masuk Syurga&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.15em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; font: normal normal normal 13px/normal Arial; "&gt;&lt;div id="summary9000645795384847912"&gt;&lt;span style="float: left; padding-top: 0px; padding-right: 10px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-dn5YOT_IuPY/TZqe-MK9zVI/AAAAAAAAFKw/jG7WkAM5rjo/s400/Nabi%2BMuhammad%2BSAW.jpg" width="120px" height="85px" style="padding-top: 4px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;Pada suatu hari, kota Madinah sedang aman dan tenteram, terlihat debu tebal yang mengepul ke udara, datang dari tempat ketinggian di pinggir kota; debu itu semakin tinggi bergumpal-gumpai hingga...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: right; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font: normal normal bold 12px/normal Arial; "&gt;&lt;span class="rmlink"&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2010/07/sahabat-abdurrahman-bin-auf-saudagar.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; "&gt;Read More »&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; font: normal normal bold 12px/normal Arial; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-transform: none; color: rgb(85, 85, 85); letter-spacing: 0.001em; "&gt;8:33 AM | 0 komentar&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="latency-9000645795384847912"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-outer"&gt;&lt;div class="date-posts"&gt;&lt;div class="post-outer"&gt;&lt;div class="post hentry" style="margin-top: 0em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); padding-bottom: 8px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); padding-top: 6px; padding-right: 10px; padding-left: 10px; "&gt;&lt;a name="613784647821991268"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="font-family: Arial; margin-top: 0.05em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; letter-spacing: -0.01em; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 1.2em; color: rgb(22, 56, 124); "&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2010/06/abu-hurairah-otaknya-gudang-ilmu_03.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; display: block; font-weight: bold; "&gt;Abu Hurairoh Otaknya Gudang Ilmu Pengetahuan&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.15em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; font: normal normal normal 13px/normal Arial; "&gt;&lt;div id="summary613784647821991268"&gt;&lt;span style="float: left; padding-top: 0px; padding-right: 10px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_GRfmZzdMb5Q/TApayiuSWuI/AAAAAAAAEKk/Aeh9whIVFqk/s400/LOGOPUMITA.png" width="120px" height="85px" style="padding-top: 4px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;Tokoh kita ini biasa berpuasa sunat tiga hari setiap awal bulan Qamariah (bulan Arab dalam penanggalan Hijri), mengisi malam harinya dengan membaca Al-Quran dan salat tahajud. Akrab dengan kemiskinan,...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: right; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font: normal normal bold 12px/normal Arial; "&gt;&lt;span class="rmlink"&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2010/06/abu-hurairah-otaknya-gudang-ilmu_03.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; "&gt;Read More »&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; font: normal normal bold 12px/normal Arial; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-transform: none; color: rgb(85, 85, 85); letter-spacing: 0.001em; "&gt;5:51 AM | 0 komentar&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="latency-613784647821991268"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-outer"&gt;&lt;div class="date-posts"&gt;&lt;div class="post-outer"&gt;&lt;div class="post hentry" style="margin-top: 0em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); padding-bottom: 8px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); padding-top: 6px; padding-right: 10px; padding-left: 10px; "&gt;&lt;a name="4514811796743156109"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="font-family: Arial; margin-top: 0.05em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; letter-spacing: -0.01em; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 1.2em; color: rgb(22, 56, 124); "&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2010/04/abdullah-bin-zubeir-radhiyallahu-anhu.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; display: block; font-weight: bold; "&gt;Abdullah Bin Zubeir radhiyallahu 'anhu&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.15em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; font: normal normal normal 13px/normal Arial; "&gt;&lt;div id="summary4514811796743156109"&gt;&lt;div&gt;Ketika menempuh padang pasir yang panas bagai menyala dalam perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah yang terkenal itu, ia masih merupakan janin dalam rahim ibunya. Demikianlah telah menjadi taqdir bagi Abdullah bin Zubeir melakukan hijrah bersamaKaum...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: right; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font: normal normal bold 12px/normal Arial; "&gt;&lt;span class="rmlink"&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2010/04/abdullah-bin-zubeir-radhiyallahu-anhu.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; "&gt;Read More »&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; font: normal normal bold 12px/normal Arial; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-transform: none; color: rgb(85, 85, 85); letter-spacing: 0.001em; "&gt;12:08 AM | 0 komentar&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="latency-4514811796743156109"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear" style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blog-feeds"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="widget HTML" id="HTML2" style="border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: dotted; border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 0px; margin-left: auto; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; "&gt;&lt;div class="widget Blog" id="Blog1" style="border-bottom-width: 0px; border-bottom-style: dotted; border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 0px; margin-left: auto; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;div class="blog-posts hfeed"&gt;&lt;div class="date-outer"&gt;&lt;div class="date-posts"&gt;&lt;div class="post-outer"&gt;&lt;div class="post hentry" style="margin-top: 0em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); padding-bottom: 8px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); padding-top: 6px; padding-right: 10px; padding-left: 10px; "&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="font-family: Arial; margin-top: 0.05em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; letter-spacing: -0.01em; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 1.2em; color: rgb(22, 56, 124); "&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2009/12/apa-penyebab-ketakutan-abu-bakr-ra.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; display: block; font-weight: bold; "&gt;Apa penyebab ketakutan Abu Bakr ra. Ketika Dalam Gua?&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.15em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; font: normal normal normal 13px/normal Arial; "&gt;&lt;div id="summary6060580581591695853"&gt;&lt;span style="float: left; padding-top: 0px; padding-right: 10px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-Ba_fq7GGj6A/TZ21zowExfI/AAAAAAAAFQ4/-goZuQqKPdU/s400/Islam.jpg" width="120px" height="85px" style="padding-top: 4px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;Adakah rasa takut pada Abu Bakr ra. itu sampai ia bermandi keringat dan merapatkan diri kepada Rasulullah SAW karena ia sangat mendambakan kehidupan dunia, takut nasibnya ditimpa bencana? Atau...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: right; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font: normal normal bold 12px/normal Arial; "&gt;&lt;span class="rmlink"&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2009/12/apa-penyebab-ketakutan-abu-bakr-ra.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; "&gt;Read More »&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; font: normal normal bold 12px/normal Arial; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-transform: none; color: rgb(85, 85, 85); letter-spacing: 0.001em; "&gt;6:11 PM | 0 komentar&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="latency-6060580581591695853"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="date-outer"&gt;&lt;div class="date-posts"&gt;&lt;div class="post-outer"&gt;&lt;div class="post hentry" style="margin-top: 0em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: rgb(212, 219, 223); padding-bottom: 8px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(212, 219, 223); border-right-color: rgb(212, 219, 223); border-left-color: rgb(212, 219, 223); padding-top: 6px; padding-right: 10px; padding-left: 10px; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(240, 242, 243); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;a name="7051572248103108319"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="font-family: Arial; margin-top: 0.05em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; letter-spacing: -0.01em; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 1.2em; color: rgb(22, 56, 124); "&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2009/09/rasulullah-dan-pengemis-yahudi-buta_29.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; display: block; font-weight: bold; "&gt;Rasulullah dan Pengemis Yahudi Buta&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.15em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; font: normal normal normal 13px/normal Arial; "&gt;&lt;div id="summary7051572248103108319"&gt;&lt;span style="float: left; padding-top: 0px; padding-right: 10px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_GRfmZzdMb5Q/SsguykHa_uI/AAAAAAAADWw/5lfXId6gTAA/s320/muhammadurrasulullah-1.jpg" width="120px" height="85px" style="padding-top: 4px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(220, 230, 236); border-right-color: rgb(220, 230, 236); border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); border-left-color: rgb(220, 230, 236); " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila,...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: right; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font: normal normal bold 12px/normal Arial; "&gt;&lt;span class="rmlink"&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2009/09/rasulullah-dan-pengemis-yahudi-buta_29.html" style="color: rgb(22, 56, 124); text-decoration: none; "&gt;Read More »&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: left; font: normal normal bold 12px/normal Arial; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-transform: none; color: rgb(85, 85, 85); letter-spacing: 0.001em; "&gt;11:16 PM | 0 komentar&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="latency-7051572248103108319"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear" style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blog-feeds"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="widget HTML" id="HTML2" style="border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: dotted; border-bottom-color: rgb(220, 230, 236); margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 0px; margin-left: auto; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-5007668054934577227?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/5007668054934577227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kumpulan-kisah-sahabat-nabi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/5007668054934577227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/5007668054934577227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kumpulan-kisah-sahabat-nabi.html' title='Kumpulan Kisah Sahabat Nabi'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-8FWfQ-f5QIE/TdI3hh0cI6I/AAAAAAAAFco/o9FNq8HTYeg/s72-c/ilustrasi-_110510164007-109.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-8656249699806372608</id><published>2011-04-21T21:25:00.023+09:00</published><updated>2011-05-17T17:45:09.526+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat Nabi'/><title type='text'>Kisah Sahabat Nabi: Abdullah bin Hudzafah, Penebus Tawanan Muslim</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 102, 255); font-family: arial, verdana; font-size: 10px; "&gt;tintamujahid90.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-0eJPnQlfR3k/TdI0UGw-SsI/AAAAAAAAFcY/VZ9isudmUak/s1600/ilustrasi-_110513223103-550.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 360px; height: 260px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-0eJPnQlfR3k/TdI0UGw-SsI/AAAAAAAAFcY/VZ9isudmUak/s400/ilustrasi-_110513223103-550.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607602006047738562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namanya &lt;b&gt;Abdullah bin Hudzafah As-Sahmy&lt;/b&gt;. Dia adalah seorang sahabat yang beruntung lantaran pernah menemui dua raja besar di zamannya; Kisra, Raja Persia dan Kaisar Agung, Raja Romawi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu ketika Rasulullah mengutus Abdullah bin Hudzafah untuk mengirimkan surat beliau yang berisi ajakan masuk Islam kepada Kisra Abrawis, Raja Persia. Ia pun mempersiapkan segala keperluannya. Anak-anak dan keluarganya ia titipkan kepada para sahabat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya Abdullah bin Hudzafah tiba di ibukota Persia. Setelah mendapat sedikit kesulitan, ia dipersilakan menghadap Kisra. Abdullah menghadap sang Raja dengan pakaian sederhana, sebagaimana kesederhanaan orang-orang Islam. Namun kepalanya tetap tegak dan jalannya pun tegak penuh wibawa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tatkala Kisra melihat Abdullah menghadap, dia memberi isyarat kepada pengawalnya supaya menerima surat yang dibawa Abdullah. Namun Abdullah menolak memberikannya kepada pengawal. "Rasulullah memerintahkan supaya memberikan surat ini langsung ke tangan Kisra tanpa perantara. Saya tidak mau menyalahi perintah Rasulullah," kata Abdullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Biarkan dia mendekat kepadaku!" bentak Kisra dengan hati mendongkol. Ia menerima surat yang diberikan Abdullah dan memerintahkan sekretarisnya untuk membaca isinya: "Dari Muhammad, kepada Kisra, Raja Persia. Berbahagialah siapa saja yang mengikuti petunjuk..."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baru sampai di situ sekretaris membaca surat, api kemarahan menyala di dada Kisra. Mukanya berubah merah. "Kurang ajar, berani-beraninya dia menulis namanya lebih dahulu dari namaku. Padahal dia adalah budakku," umpat Kisra geram. Surat yang sedang dibaca sekretarisnya itu ia sambar dan robek-robek. Lalu ia memerintahkan pengawalnya untuk mengusir Abdullah dari ruang pertemuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setibanya di hadapan Rasulullah, Abdullah bin Hudzafah segera melaporkan segala kejadian yang dilihat dan dialaminya, diantaranya perbuatan Kisra yang merobek surat beliau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendengar laporan tersebut, Rasulullah bersabda, "Semoga Allah merobek-robek kerajaannya pula!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertemuan Abdullah bin Hudzafah dengan Kaisar Agung terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Al-Khathab. Pada tahun 19 Hijriyah, Khalifah Umar mengirim angkatan perangnya untuk menyerang Romawi. Dalam pasukan itu terdapat seorang perwira senior; Abdullah bin Hudzafah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kaisar Romawi telah mengetahui keunggulan dan sifat-sifat tentara Muslim. Sumber kekuatan mereka adalah iman yang membaja dan keyakinan yang dalam, serta keberanian mereka menghadapi maut. Jihad di Allah menjadi tekad dan cita-cita hidup mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kaisar Romawi memerintahkan kepada para perwiranya, "Jika kalian berhasil menawan tentara Muslim, jangan kalian bunuh, tapi bawa ke hadapanku!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditakdirkan Allah, Abdullah bin Hudzafah tertawan. Ia dibawa menghadap sang Kaisar. Setelah memerhatikan Abdullah bin Hudzafah agak lama, Kaisar berkata, "Aku ingin menawarkan sesuatu kepadamu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Apa yang hendak anda tawarkan?" tanya Abdullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Maukah kau masuk agama Nasrani? Jika mau, aku akan membebaskanmu dan memberikan hadiah yang besar," kata Kaisar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdullah menjawab lantang, "Aku lebih suka mati seribu kali daripada menerima tawaran anda."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kaisar tersenyum. "Aku lihat kau adalah seorang perwira yang pintar. Jika kau mau menerima tawaranku, aku akan mengangkatmu menjadi pembesar kerajaan."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdullah membalas tersenyum dan berkata, "Demi Allah, seandainya anda berikan padaku seluruh kerajaan anda, ditambah semua kerajaan yang ada di tanah Arab ini, agar aku keluar dari agama Muhammad walau sekejap mata, aku tetap tidak akan menerimanya!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kalau begitu, kau akan kubunuh!" bentak Kaisar marah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Silakan, lakukanlah apa saja yang anda suka!" jawab Abdullah mantap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tubuh Abdullah bin Hudzafah akhirnya diikat di kayu salib. Kemudian Kaisar memerintahkan tukang panah untuk memanah lengan Abdullah. Setelah itu Kaisar bertanya lagi, "Bagaimana? Maukah kau masuk agama Nasrani?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tidak!" jawab Abdullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Panah kakinya!" perintah Kaisar. Maka anak panah kembali meluncur mengenai kaki Abdullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Maukah kau pindah agama?" bujuk Kaisar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdullah tetap menolak. Karena tidak berhasil, Kaisar menyuruh menghentikan siksaan dengan panah. Abdullah diturunkan dari tiang salib. Kaisar kemudian meminta sebuah kuali besar, lalu dituangkan minyak ke dalamnya. Setelah minyak menggelegak, Kaisar meminta dua orang tawanan Muslim. Seorang diantaranya dilemparkan ke dalam kuali. Sebentar kemudian, daging orang itu hancur hingga tulang-belulangnya keluar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kaisar kembali membujuk Abdullah agar mau pindah agama, namun ia tetap menolak. Akhirnya Kaisar memerintahkan pengawal untuk melempar Abdullah ke dalam kuali. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika pengawal menggiring Abdullah mendekati kuali, ia menangis. Kaisar mengira Abdullah menangis karena takut. Ternyata dugaannya salah. Abdullah tetap tak mau pindah agama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kurang ajar, Lalu apa yang menyebabkan kamu menangis?" bentak Kaisar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku menangis karena keinginanku selama ini tidak terkabul. Aku ingin mati di medan tempur. Ternyata kini aku akan mati konyol dalam kuali," jawab Abdullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kalau begitu, maukah kau mencium kepalaku?" tanya Kaisar tiba-tiba. "Kalau kau mau, aku akan membebaskanmu dan seluruh tawanan."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdullah berpikir sejenak. "Aku harus mencium kepala musuh Allah, tapi aku dan kawan-kawanku bebas. Ah, tidak ada ruginya."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia pun menghampiri Kaisar dan mencium kepalanya. Kaisar kemudian  memerintahkan para pengawal membebaskan semua tawanan Muslim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setibanya di hadapan Khalifah Umar, Abdullah bin Hudzafah melaporkan semua peristiwa yang dialaminya. Khalifah Umar sangat gembira mendengar laporan Abdullah tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika memeriksa pasukan Muslim yang tertawan dan bebas bersama-sama Abdullah, Umar berkata, "Sepantasnyalah setiap Muslim mencium kepala Abdullah bin Hudzafah. Nah, aku yang memulai!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Khalifah Umar bin Al-Khathab berdiri lalu mencium kepala Abdullah bin Hudzafah As-Sahmy.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/kumpulan-kisah-sahabat-nabi.html"&gt;Kembali ke Kumpulan Kisah Sahabat Nabi &amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sumber: 101 Sahabat Nabi karya Hepi Andi Bastoni&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-8656249699806372608?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/8656249699806372608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-abdullah-bin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/8656249699806372608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/8656249699806372608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-abdullah-bin.html' title='Kisah Sahabat Nabi: Abdullah bin Hudzafah, Penebus Tawanan Muslim'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-0eJPnQlfR3k/TdI0UGw-SsI/AAAAAAAAFcY/VZ9isudmUak/s72-c/ilustrasi-_110513223103-550.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-4552255518789457713</id><published>2011-04-21T21:25:00.022+09:00</published><updated>2011-05-17T17:44:36.162+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat Nabi'/><title type='text'>Kisah Sahabat Nabi: Abdullah bin Jahsyi, "Amirul Mukminin" Pertama</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-nY-zgA7nojY/TdIzazCwTMI/AAAAAAAAFcQ/wResQxX4H3g/s1600/ilustrasi-_110516153123-375.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 360px; height: 260px; " src="http://4.bp.blogspot.com/-nY-zgA7nojY/TdIzazCwTMI/AAAAAAAAFcQ/wResQxX4H3g/s400/ilustrasi-_110516153123-375.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607601021501066434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdullah bin Jahsyi adalah putra bibi Rasulullah, Umaimah binti Abdul Muthalib. Di samping itu, ia juga ipar Rasulullah karena saudara perempuannya, Zainab binti Jahsyi adalah istri Nabi SAW.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdullah bin Jahsyi memeluk Islam sebelum Rasulullah menjadikan rumah Al-Arqam sebagai pusat dakwah. Karena itu, ia termasuk di antara sahabat yang pertama masuk Islam, Assabiqunal Awwalun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Rasulullah mengizinkan para sahabat untuk hijrah ke Madinah, Abdullah bin Jahsyi tercatat sebagai orang kedua yang hijrah setelah Abu Salamah. Bagi Abdullah, hijrah ke Madinah bukanlah pengalaman baru. Sebelumnya ia pernah hijrah ke Habasyah. Hanya saja, kali ini ia bersama istri, anak-anak dan keluarga terdekatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Rasulullah membentuk Laskar Islam, beliau memilih delapan orang yang dipandang mampu dalam berperang. Di antara mereka adalah Abdullah bin Jahsyi dan Sa'ad bin Abi Waqqash. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kelompok tersebut akhirnya terpilihlah Abdullah bin Jahsyi sebagai pimpinan. Sebuah bendera diikatkan oleh Rasulullah di tongkatnya dan diserahkan kepada Abdullah. Itulah bendera Islam pertama dan Abdullah bin Jahsyi memegangnya. Karena itu, ia dikenal orang untuk pertama kali sebagai Amirul Mukminin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah dilantik sebagai Amir, ia diperintahkan oleh Nabi SAW untuk melakukan ekspedisi dengan tugas pengintaian. Rasulullah melarang membuka surat perintah beliau melainkan setelah dua hari perjalanan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah dua hari perjalanan, Abdullah bin Jahsyi membuka surat tersebut dan membacanya: "Bila kamu membaca surat ini, teruskanlah perjalananmu ke arah Makkah. Berhentilah diantara Thaif dan Makkah. Amatilah gerak-gerik kaum Quraisy dan segera laporkan kepada kami!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesuai perintah Rasulullah, Abdullah bin Jahsyi meneruskan perjalanannya dan tiba di Nakhlah. Di tempat tersebut mereka mempersiapkan pos pengintaian. Ketika mereka tengah bersiap-siap, tiba-tiba di kejauhan terlihat sekelompok kabilah Quraisy yang membawa barang-barang dagangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abullah bermusyawarah dengan pasukannya. Apakah kabilah itu akan diserang ataukah tidak? Saat itu hari terakhir bulan Haram. Jika mereka melakukan penyerangan, berarti melanggar kehormatan bulan Haram dan mengundang kemarahan seluruh bangsa Arab. Jika dibiarkan lewat, mereka masuk ke Tanah Haram (Makkah), berarti membiarkan mereka masuk ke tempat aman karena di sana dilarang berperang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya mereka memutuskan untuk menyerang dan merampas harta kabilah itu. Mereka berhasil menewaskan seorang anggota rombongan Quraisy. Dua orang tertawan dan seorang lagi melarikan diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdullah bin Jahsyi dan pasukannya membawa harta rampasan dan dua orang tawanan itu ke Madinah. Begitu tiba di hadapan Rasulullah, beliau langsung marah karena Abdullah bin Jahsyi dan pasukannya bertindak di luar perintah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah bersabda, "Demi Allah, aku tidak memerintahkan kalian menyerang, merampas, menawan, apalagi membunuh. Aku hanya memerintahkan kalian supaya mencari berita mengenai orang-orang Quraisy, mengamati gerak-gerik mereka, kemudian melaporkan kepadaku."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdullah bin Jahsyi menyadari kecerobohannya itu telah memberi peluang ampuh bagi kaum Quraisy untuk merangkul kabilah-kabilah Arab guna memusuhi kaum Muslimin. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan mengundang agresi militer.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak dapat dibayangkan bagaimana beratnya beban moril yang ia tanggung. Namun demikian, imannya tetap tegar. Dia selalu beristighfar dan memohon ampunan kepada Allah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya Allah SWT memberikan kabar gembira kepada mereka dengan turunnya ayat: "Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: 'Berperang pada bulan Haram adalah dosa besar. Tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada-Nya, menghalangi masuk ke Masjidil Haram dan mengusir penduduk dari sekitarnya lebih besar dosanya di sisi Allah..." (QS Al-Baqarah: 217).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah ayat tersebut turun, tenanglah hati Rasulullah. Harta rampasan itu disita untuk Baitul Mal dan kedua tawanan dimintai tebusan. Rasulullah setuju dengan apa yang telah dilakukan oleh Abdullah bin Jahsyi dan pasukannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika terjadi Perang Badar, Abdullah ikut berjuang bersama kaum Muslimin. Dalam peperangan itu, ia cedera cukup parah. Pada saat Perang Uhud, terjadi sebuah peristiwa yang dialami oleh Abdullah bin Jahsyi dan Sa'ad bin Abi Waqqash. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itu keduanya berada di sebuah tempat yang agak terpencil. Sa'ad bin Abi Waqqash berdoa, "Ya Allah, pertemukanlah aku dengan musuh yang paling kejam dan jahat. Aku akan berkelahi dengannya dan berilah aku kemenangan."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdullah bin Jahsyi mengamini doa tersebut, seraya menambahkan, "Ya Allah, pertemukanlah aku dengan musuh yang paling kejam dan jahat. Aku akan berkelahi dengannya dan aku tewas di tangannya. Dia kemudian memotong hidung dan telingaku."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Perang Uhud berakhir, ternyata Allah mengabulkan doanya. Para sahabat menemukan jasad Abdullah bin Jahsyi gugur seperti doanya. Hidung dan telinganya buntung, dan tubuhnya tergantung pada seutas tali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah memuliakannya dengan pahala syahid bersama Hamzah bin Abdul Muthalib. Keduanya gugur dan dimakamkan dalam satu liang lahat. Air mata Rasulullah mengalir membasahi kubur mereka, menambah harumnya darah syahid yang tertumpah melumuri jasad.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.pumitabusan.com/2011/04/kumpulan-kisah-sahabat-nabi.html"&gt;Kembali ke Kumpulan Kisah Sahabat Nabi &amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sumber: 101 Sahabat Nabi karya Hepi Andi Bastoni&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-4552255518789457713?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/4552255518789457713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-abdullah-bin-jahsyi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/4552255518789457713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/4552255518789457713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-abdullah-bin-jahsyi.html' title='Kisah Sahabat Nabi: Abdullah bin Jahsyi, &quot;Amirul Mukminin&quot; Pertama'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-nY-zgA7nojY/TdIzazCwTMI/AAAAAAAAFcQ/wResQxX4H3g/s72-c/ilustrasi-_110516153123-375.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-1752810368375202051</id><published>2011-04-21T21:25:00.018+09:00</published><updated>2011-04-27T13:41:04.754+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam Mancanegara'/><title type='text'>Ayoo..! Sebarkan Islam via Facebook</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-93ZAQh1WEns/TbeeCOOjX2I/AAAAAAAAFaA/UNmnK7C7Yfg/s1600/sekretaris-jenderal-majelis-pemuda-muslim-dunia-wamy-badahdah-muhammad-_110425161952-645.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 360px; height: 260px; " src="http://1.bp.blogspot.com/-93ZAQh1WEns/TbeeCOOjX2I/AAAAAAAAFaA/UNmnK7C7Yfg/s400/sekretaris-jenderal-majelis-pemuda-muslim-dunia-wamy-badahdah-muhammad-_110425161952-645.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600118422674562914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;JEDDAH - Sekretaris Jenderal Majelis Pemuda Muslim Dunia (WAMY), Badahdah Muhammad, menyerukan kepada pemuda Muslim di dunia untuk menggunakan media informasi modern, termasuk media sosial populer seperti Facebook guna menyebarkan pesan Islam. Ajakan itu ia sampaikan saat membuka lokakarya yang diselenggarakan oleh Media Islahiya Chennamangallur Asosiasi di Jeddah, Ahad Minggu (24/4).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Muslim, menurut Badahdah harus mendapatkan lebih banyak pelatihan dalam kegiatan media untuk menjadi ahli di bidang tersebut dan memberikan media massa, arah yang tepat. "Media harus menjadi kekuatan perubahan di dunia. Tidak ada yang mengetahui kekuatan dan pengaruhnya. Kita harus menggunakan media modern (Facebook) untuk menyebarkan kebenaran pesan Islam sehingga dapat merubah kesalahpahaman tentang agama besar ini," paparnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak hanya mengajak umat Muslim di dunia, Badahdah juga berbicara tentang kegiatan organisasnya yang telah ada di beberapa negara untuk memberdayakan pemuda Muslim dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; memberikan bimbingan hukum Islam yang benar untuk memungkinkan mereka memainkan peran konstruktif dalam masyarakat mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam lokakarya itu juga menghadirkan Editor berita di Harian Gulf Madhyamam, Kassim Irikkur. Ia berbicara seputar reportase berita dan bagaimana menyusun wawancara. Sementara editor Malayalam, A. M. Sajith menjelaskan tentang struktur berita, sumber berita dan reporter yang berkualitas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan C. B. Sudhakaran dari Universitas King Abdulaziz memberikan kuliah seputar teknik menulis. Kepala Himpunan Islahiya yang juga ediotr di Harian Madhyaman, O. Abdul Rahman mengupas seputar video.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;republika.co.id&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-1752810368375202051?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/1752810368375202051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/ayoo-sebarkan-islam-via-facebook.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/1752810368375202051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/1752810368375202051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/ayoo-sebarkan-islam-via-facebook.html' title='Ayoo..! Sebarkan Islam via Facebook'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-93ZAQh1WEns/TbeeCOOjX2I/AAAAAAAAFaA/UNmnK7C7Yfg/s72-c/sekretaris-jenderal-majelis-pemuda-muslim-dunia-wamy-badahdah-muhammad-_110425161952-645.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-2189930025432870616</id><published>2011-04-21T21:25:00.016+09:00</published><updated>2011-04-27T13:34:54.387+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mu&apos;alaf'/><title type='text'>Kisah Mu'alaf Dunia - Berawal Dari Tonton Film, Lianus Mengenal Islam</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-lpz0aOyZCt0/TbecqNHeM5I/AAAAAAAAFZ4/sRYVkrE7AXE/s1600/lianus-alias-abdul-aziz-_110425163830-284.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 360px; height: 260px; " src="http://4.bp.blogspot.com/-lpz0aOyZCt0/TbecqNHeM5I/AAAAAAAAFZ4/sRYVkrE7AXE/s400/lianus-alias-abdul-aziz-_110425163830-284.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600116910547940242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TANGERANG - Hidayah bisa  datang kapan saja dan melalui medium apa saja. Siapa sangka, melalui film tentang peristiwa penyaliban Yesus Kristus, pemuda bernama Lianus Laiya, dipertemukan dengan Islam. Lianus muda yang tengah dipersiapkan untuk menjadi biarawan atau pelayan gereja, terilhami sejumlah pertanyaan yang selanjutnya menuntut dia mengenal dan mendalami Islam. "Karena Allah berkhendak, saya pun mendapatkan hidayah dan diselamatkan saya oleh Allah SWT  untuk menjadi seorang Muslim,” kata dia kepada Republika.co.id.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lianus Laiya, lahir 25 Oktober 1981 di Nias, Sumatera Utara. Dia lahir di tengah keluarga Katholik yang taat. Sebagian dari keluarganya merupakan pendakwah. Karena itu, tak heran, sebagai anak lelaki tertua, oleh keluarganya, Lianus dipersiapkan untuk meneruskan tradisi keluarga sebagai penggiat gereja. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Namun, Allah SWT memalingkan langkah saya untuk mendapatkan hidayah,” ungkap dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lianus besar di daerah dimana Muslim hanya sedikit jumlahnya. Inilah yang membuat Lianus tidak pernah mengenal Islam.  Bahkan bila bertemu dengan simbol-simbol Islam seperti pakaian Muslim, maka tak tanggung-tanggung bakal dia bakar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari, ia menonton film penyaliban Yesus Kristus. Saat mengikuti film itu, Lianus melihat adegan Yesus saat memasuki gereja, secara spontan Yesus mengangkat kedua tangannya sembari memberikan ceramah kepada para murid-muridnya. Pertanyaan segera mengemuka dalam diri Lianus. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mengapa agama saya dalam kehidupan sehari-hari tidak sama dengan apa yang dilakukan Yesus, Misalnya saja, dalam gereja, Yesus berdoa sembari menengadahkan kedua tangan, bukan bernyanyi,” tanya Lianus dalam hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasa penasaran iu semakin bertambah ketika Yesus hendak ditangkap. Dalam film itu, cerita Lianus, Yesus mengatakan akan datang yang menggantikannya. Pernyataan Yesusdirenungkan betul oleh Lianus. Lalu dia secara spontan bertanya kepada pastornya. “ Siapa yang akan menggantikan Yesus?” Lalu seketika pastor menjawab “Messiah”. “Lho, Yesus kan Messias juga?” tanyanya kembali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Saya pun tidak pernah mendapatkan jawaban yang pasti, setelah itu," ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setamat SMP, Lianus diboyong pamannya ke Medan, Sumatera Utara. Kepindahannya dari Nias ke Medan, Lianus membawa dirinya tiga bekal pertanyaan. Pertanyaan pertama, mengapa cara beribadah agamanya  tidak sesuai dengan Yesus.  kedua,  mengapa Tuhan bisa punya anak, lalu anak itu menjadi Tuhan dan kemudian meninggal. Ketiga, selama di Medan, Dia sering mendengar  rekaman dai kondang yang menceritakan kisah para Nabi mulai dari Nabi Adam hingga ke Muhammad SAW. “Kok Islam bisa punya cerita seperti itu. Saya tidak tahu,” tanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Medan, Lianus tinggal di dekat Masjid. Secara otomatis, dia selalu mendengarkan pengajian tiap sore. Lianus yang tengah menginjak bangku sekolah menengah begitu senang memperhatikan umat Islam tengah berwudhu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanpa sadar, apa yang dia lihat itu mirip dengan adegan film yang ia tonton. “Lho inikan yang saya lihat dari film tersebut. Saat itu, Nabi Musa AS meminta umatnya untuk membersihkan kaki, muka, tangan,” kenangnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak itu, Lianus  aktif mengikuti aktivitas masjid. Ia diterima dengan baik, kendati belum bersyahadat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perubahan Lianus dibaca sang paman. ia kemudian memboyong Lianus ke Riau. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Riau, Lianus bekerja di sebuah perusahan kertas. Selama di Riau, ia sempat melihat perilaku umat Islam yang tidak konsisten menjalankan ibadahnya. Dia pun memutuskan untuk tinggal dekat masjid. Lagi-lagi melalui masjid tersebut, Lianus mendengar kisah para nabi, termasuk Nabi Isa dan kisah Maryam. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Goncanglah keimanan Lianus. “Ketika saya merenung, ketika malam puncak. Saya tidak tidur. Saya pun minum terakhir kali. Setelah itu, saya niatkan diri untuk bertobat,” kenang Lianus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, Lianus memutuskan untuk masuk ke dalam masjid. Kebetulan, ada salah seorang pemuda bernama Suryadi di sana. Ia menuntun Lianus pada Alquran. Oleh Yadi, Lianus diperlihatkan surat Al-Imran untuk menjawab pertanyaan pertama dan kedua. Lalu, Yadi, memperlihatkan Alquran surat Al-Maidah untuk menjawab pertanyaan ketiga. “Makin yakinlah saya, Alhamdulillah, saya bersujud kepada Allah SWT. Saya meminta disyahadatkan,” ungkap Lianus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia pun dibimbing oleh Haji Amin dari Masjid Istiqomah mengucapkan dua kalimat syahadat lalu bergantilah nama  menjadi Abdul Aziz Laiya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabar Lianus masuk Islam segera terdengar oleh pamannya. Tak lama,orang tua Lianus mendengar kabar Keislaman Lianus. Keluarganya marah besar. Bahkan, sang paman tak segan memukul dan menendang dirinya. Lalu, oleh sang paman, dia dibawa kembali pada keluarganya. Oleh ayah dan ibunya, Lianus diancam tidak akan lagi diakui sebagai anak. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Selama tiga bulan pertama memeluk Islam, saya menghadapi tendangan, pukulan, dan diceburkan ke  kolam,” kata dia. Bahkan seorang pamannya menyiramnya dengan darah babi lalu dipaksa makan babi. Menurut sang paman, tindakan itu merupakan bagian dari ritual untuk mengembalikan Lianus kepada jalan yang benar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dalam menghadapi tekanan bertubi, saya hanya bisa mengucapkan laa Illahalillah dan shalat," kata dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itulah, Lianus merasa sendirian. Tidak ada yang membantu dirinya memperjuangkan Islam. “Terguncanglah saya saat itu,” kenang dia. Selama seminggu Lianus tidak shalat, seminggu itu pula iman Lianus babak belur; dirayu untuk kembali kepada ajaran agama sebelumnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang Ustad bernama Sahabudin kemudian mendatangi dia dan memberikan nasihat. “Alhamdulillah, kembalilah saya kepada jalan Allah SWT,” ungkap dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lianus kembali mendalami Islam. Dia kembali mengikuti berbagai majelis taklim yang digelar. Dia pun menjadi ketua remaja masjid di lingkungannya. Dia juga bertugas membimbing para mualaf .  Lalu dipertemukanlah dia oleh Ustad Nababan, pengasuh pondok Pesantren Pembina Muallaf Annaba Center, Tangsel, Banten.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lianus sempat kembali ke Nias lantaran menerima kabar bahwa ayahnya tengah sakit. Ia diminta kembali ke agama sebelumnya, agar sang ayah sembuh. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia menggeleng. "Dengan ilmu rukyah yang pas-pasan, hanya mengandalkan bacaan basmalah, surah al-Fatihah, al -Ikhlas, al-Alaq, dan ayat kursi. Subhanallah, ayah saya sembuh. Yang hadir menyaksikan kesembuhan ayah saya terkejut.  Padahal waktu itu saya belum bisa baca Alquran, saya baru belajar mengaji," kenangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini, Lianus merasakan ketenangan batin luar biasa dalam memeluk Islam. Dia merasa selalu dimudahkan dalam beraktivitas. “Ketika sedih, dengan berzikir, hilanglah kesedihan.  Ketika tengah bermasalah, saya baca Alquran maka datanglah inspirasi,” kata dia. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sumber : republika.co.id&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-2189930025432870616?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/2189930025432870616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-mualaf-dunia-berawal-dari-tonton.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/2189930025432870616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/2189930025432870616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-mualaf-dunia-berawal-dari-tonton.html' title='Kisah Mu&apos;alaf Dunia - Berawal Dari Tonton Film, Lianus Mengenal Islam'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-lpz0aOyZCt0/TbecqNHeM5I/AAAAAAAAFZ4/sRYVkrE7AXE/s72-c/lianus-alias-abdul-aziz-_110425163830-284.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-5531924725875600524</id><published>2011-04-21T21:25:00.015+09:00</published><updated>2011-04-27T13:32:30.202+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mu&apos;alaf'/><title type='text'>Kisah Mu'alaf Dunia - Paul Martin Bersyahadat di Kedai Es Krim</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ucs3pzodof4/TbecJwBH9LI/AAAAAAAAFZw/YkW7v5MPM5E/s1600/paul-martin-_110423101944-544.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 360px; height: 260px; " src="http://4.bp.blogspot.com/-ucs3pzodof4/TbecJwBH9LI/AAAAAAAAFZw/YkW7v5MPM5E/s400/paul-martin-_110423101944-544.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600116352980874418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;LONDON - Paul Martin masih mahasiswa ketika ia memutuskan untuk masuk Islam di  Manchester empat tahun lalu. Bosan dari apa yang ia lihat sebagai gaya hidup hedonistik dari banyak teman-temannya di universitas, ia mulai tertarik kepada apa yang dia sebut "penekanan Islam pada mencari pengetahuan". Seperti yang dilaporkan situs The Independent, pertemuan satu kalinya dengan seorang Muslim telah mengubah hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku menyukai cara para mahasiswa Muslim mengatur diri mereka sendiri. Sangat menyenangkan untuk berpikir tentang orang memiliki satu pasangan untuk hidup dan tidak melakukan apapun yang berbahaya untuk tubuh mereka," katanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari, secara ia iseng-iseng membaca terjehan Alquran. "Aku kagum melihat penekanan besar Islam pada ilmu pengetahuan," akunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Lalu aku dikenalkan oleh seorang teman Muslim, seorang dokter yang beberapa tahun lebih tua dariku. Kami pergi minum kopi dan kemudian beberapa minggu kemudian berjanji bertemu di kedai es krim," ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pertemuan itu, ia menyatakan ingin menjadi Muslim. "Aku bersyahadat saya di sana, di toko es krim itu," ujarnya. Ia mengakui beberapa orang ingin menjadi semua formal dan melakukannya di masjid, tapi baginya, agama bukanlah hal yang fisik. "Agama adalah tentang apa yang ada dalam hatimu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia mengaku tidak pernah ke masjid sebelum  menjadi seorang Muslim. Baginya, masjid sedikit "menakutkan". Ia pernah mendengar pendapat, ke masjid dilarang mengenakan celana jins, T-shirt, dan jaket. "Sekarang di masjid saya di Leeds, berbagai bahasa yang diucapkan dan ada banyak mualaf," katanya. Dan, dengan beragam penampilan tentu saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia mengaku tak ada kendala berarti di keluarganya. "Dengan keluarga, aku melakukannya secara bertahap. Tidak hanya pulang dan mengatakan bahwa aku adalah seorang Muslim. Ada proses yang panjang sebelum aku bersyahadat, di mana aku tidak mau makan babi dan minum," ujarnya, yang mengaku selalu menghabiskan akhir pekan dengan makan malam bersama. bahkan, ibunyalah yang berinisiatif selalu mencari daging domba halal untuk keperluan itu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Paul kini main mantap berislam. Apalagi beberapa tahun setelah bersyahadat, ia berkesempatan menunaikan ibadah haji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sumber: republika.co.id&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-5531924725875600524?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/5531924725875600524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-mualaf-dunia-paul-martin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/5531924725875600524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/5531924725875600524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-mualaf-dunia-paul-martin.html' title='Kisah Mu&apos;alaf Dunia - Paul Martin Bersyahadat di Kedai Es Krim'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ucs3pzodof4/TbecJwBH9LI/AAAAAAAAFZw/YkW7v5MPM5E/s72-c/paul-martin-_110423101944-544.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-3200858693843522811</id><published>2011-04-21T21:25:00.014+09:00</published><updated>2011-04-27T13:30:12.013+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mu&apos;alaf'/><title type='text'>Kisah Mu'alaf Dunia - A Sen Semula Melihat Islam Bukanlah Sebuah Agama</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Wlh2hYSDkA8/TbebkB8pjoI/AAAAAAAAFZo/0vnHIb3gsYU/s1600/a-sen-_110425141919-367.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 360px; height: 260px; " src="http://3.bp.blogspot.com/-Wlh2hYSDkA8/TbebkB8pjoI/AAAAAAAAFZo/0vnHIb3gsYU/s400/a-sen-_110425141919-367.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600115704958914178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;JAKARTA - Tidak seperti mahluk cipta-Nya yang lain, manusia dibekali akal dan budi untuk berpikir. Sebagaimana yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS,  dengan segenap akal dan budinya, beliau mencari tahu siapa dirinya, dan pencipta-Nya. Dari proses berpikir itu, sang pencipta menuntun Nabi Ibrahim AS kepada satu jawaban, yakni Allah SWT, Dzat Maha Besar yang mengatur segalanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Layaknya Ibrahim mencari Tuhannya, begitu pula yang dialami Ahmad Sugiarto alias A Sen sebelum memutuskan memeluk Islam. sesuatunya. Dari rentetan proses yang dialami, A Sen menemukan jalan pada Allah SWT dan Islam. ”Hanya ada satu Dzat  yang mengatur alam semesta ini. Yakni Allah SWT,” papar A Sen kepada Republika.co.id, saat menghadiri syukuran 20 tahun Yayasan Haji Karim Oei, Ahad, (10/4).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat masih menganut agama lamanya, A Sen melihat Islam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bukanlah sebuah agama. Karena waktu itu, menurut logika sederhana A Sen, kebanyakan agama yang dia tahu selalu menggunakan medium saat beribadah. Sementara ketika melihat umat Islam baik dalam keseharian ataupun melalui media massa, ia tidak melihat Islam menggunakan medium&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;berupa patung atau simbol lain saat beribadah. “Semua yang di depan itu (medium patung dan simbol lainnya) disembah.  Tapi Islam, saya pikir, "Apa yang disembah, tak ada. Maka ini bukan agama", demikian pandangan saya waktu  belum mengenal Islam,” ungkap A Sen mengisahkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemikiran A Sen tentang Islam secara perlahan terbentuk melalui buku-buku Islam dan ilmu pengetahuan. A Sen yang kritis, bertanya-tanya soal bagaimana alam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;semesta ini terbangun. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut pemahamannya, segala sesuatu tidak tercipta dengan sendirinya. Sebagai contoh saja, kata A Sen, bumi ini ada kehidupan lantaran keberadaan atmosfer. Dari atmosfer, air laut yang diserap matahari berubah menjadi awan lalu jadilah hujan membasahi bumi. Tanpa atmosfer, air laut bakalan kering, tidak akan ada kehidupan seperti yang terjadi di planet-planet lain. “Yang jadi pertanyaan, air itu tak pernah kering. Rupaya ada yang menahan yaitu atmosfer, lalu kenapa bisa begitu, jadi semua itu perputar, berarti ini ada yang mengatur. Saya saat itu cuma berpikir siapa yang mengatur? Waktu itu saya belum mengenal Allah, “ papar A Sen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alam, menjadi media A Sen merenung. Pertanyaan-pertanyaan kritis A Sen segera mengemuka. Misalnya saja, mengapa pohon cabai menghasilkan buah cabai yang pedas. Lalu mengapa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tebu menghasilkan rasa manis. “Kok bisa begitu? Padahal sama-sama diberikan pupuk dan air yang sama. Tidak mungkin diberi gula atau bahan pecampur lain. Lalu rasa manis dan pedas itu dari mana?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Lalu, Asen merujuk pada dirinya sendiri. Pertanyaan kritis kembali menyeruak. “Rambut bisa terus tumbuh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;panjang, sementara bulu mata tumbuh hingga pada batas tertentu. Lalu, kalau bulu mata tumbuh terus seperti rambut bisa repot manusia. Berarti&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ini sudah ada yang mengatur lagi,” kata dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut A Sen, pertanyaan-pertanyaan kritis yang lahir dari pikirannya tanpa disadari merupakan ilham atau hidayah. Saat itu, A Sen memang belum mengetahui jawban-jawaban itu sebelum akhirnya membaca kitab suci  Alquran.  Berjumpalah A Sen dengan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alquran. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Alquran, A Sen menemukan jawaban berupa dzat maha besar yang mengatur alam semesta ini yaitu Allah SWT.  Dari Alquran pula, A Sen mengetahui bahwa apa-apa yang diciptakan manusia seperti asbak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;termasuk medium-medium seperti patung tidak bisa melihat penciptanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kita buat gelas, gelas itu tidak bisa melihat saya,  begitu pula dengan saya yang diciptakan Yang Maha Kuasa, saya tidak bisa melihat pencipta saya. Tapi ada dzat maha kuasa yang menciptakan, suatu saat nanti akan memberikan kesempatan pada manusia untuk melihat dia,” kata A Sen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Usai mendapatkan jawaban hakiki tersebut, pemikiran kritis A Sen segera mengerucut pada sebuah kesimpulan bahwa agama yang hanya diterima Allah SWT hanyalah Islam. A Sen pun bingung. Sebab ia masih memeluk agama diluar Islam. “Ya, bagi saya, waktu itu, repot nih. Saya  masih memeluk agama lain bukan Islam,” ungkap A Sen. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berangkat dari kesimpulan itu, A Sen mulai belajar Islam secara sembunyi di kamarnya. Suatu ketika, saat A Sen membaca Alquran, dia mendapat ayat yang menyebutkan perintah kepada setiap Muslim untuk memeluk Islam secara kaffah. “Masuk Islamlah saya secara keseleuruhan. Orang tua saya ngamuk bukan main,” kata  dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A Sen yang memutuskan mengucapkan dua kalimat syahadat tanpa dibimbing seorang ustadz, tanpa dihadiri Muslim lainnya. Di depan tembok kamarnya, ia berikrar menjadi Muslim. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iapun menjelaskan pada keluarganya tentang keputusannya memeluk Islam. Ia mengatakan kepada&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kedua orang tua, kakak dan adiknya, bahwa agama yang selama ini ia dan keluarganya peluk bukanlah agama. Yang harusnya disembah, adalah pencipta matahari, bulan, dan bintang. Bukan hasil ciptaannya yang disembah. Langkahnya memeluk Islam diikuti sang adik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, ia masih menyembunyikan keislamannya. Baru pada tahun 1996,  dibimbing Ketua Umum PITI DKI Jakarta, Syarif Tanudjaja, ia mengucapkan dua kalimat syahadat kembali di masjid Lautze. Fondasi keimanan yang dibangun sedari awal kian sempurna ketika ia memperdalamnya di Masjid Lautze. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di saat itulah, konsekuensi memutuskan menjadi Muslim mulai bermunculan. Sindiran, ejekan dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sentimen terhadap dirinya berdatangan silih berganti baik dalam lingkup lingkungan sekitar rumahnya dan pekerjaan. Meski begitu, keyakinannya terhadap Islam tidak tergoyahkan. Bahkan kian memantapkan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;hati dan pikirannya atas jalan yang ia pilih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Setelah masuk Islam, masya Allah, luar biasa. Allah memberikan hadiah kepada saya yang tidak kepalang tanggung," katanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut A Sen, Islam memang diakui sulit untuk dipelajari tapi menjamin kebenaran hakiki. Sementara agama lain, kata dia, mudah dipelajari tapi hanyalah membawa pada kerugian.  “Mau yang berat tapi benar atau mau yang mudah tapi salah. Kalau saya tentu memilih yang berat tapi benar.  Disini, kehidupan manusia tidak berhenti di dunia, tapi ada kehidupan akhirat. Maka saya memilih Islam. Mendingan yang berat tapi menjamin saya kebenaran. Susah-susah dahulu tidak apa-apa,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang penting bahagia kemudian,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sumber : republika.co.id&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-3200858693843522811?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/3200858693843522811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-mualaf-dunia-sen-semula-melihat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/3200858693843522811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/3200858693843522811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-mualaf-dunia-sen-semula-melihat.html' title='Kisah Mu&apos;alaf Dunia - A Sen Semula Melihat Islam Bukanlah Sebuah Agama'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Wlh2hYSDkA8/TbebkB8pjoI/AAAAAAAAFZo/0vnHIb3gsYU/s72-c/a-sen-_110425141919-367.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-829555359212813129</id><published>2011-04-21T05:06:00.003+09:00</published><updated>2011-04-21T05:19:50.000+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Bijaksana</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-BMRIgDTjkBk/Ta887nCf3sI/AAAAAAAAFYg/7imVR8-GjXk/s1600/jabat_tangan-300x225.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-BMRIgDTjkBk/Ta887nCf3sI/AAAAAAAAFYg/7imVR8-GjXk/s400/jabat_tangan-300x225.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597759856634224322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;ada umumnya dan pada hakekatnya semua manusia mempunya keinginan yang sama, manusia ingin berkuasa, manusia ingin dihormati, atau sekedar dihargai, tapi manusia lupa menempatkan diri dan harus tahu harus dimana menempatkan diri. Kata bijaksana disini berarti luas, tapi pada dasarnya kebijakan itu berhubungan dengan keadilan dan kesabaran yang dimiliki seseorang. Banyaknya keinginan  manusia, dan banyaknya keinginan manusia yang tidak terwujud, disebabkan karena manusia terlalu angkuh dan tidak mempunyai kebijaksanaan, baik terhadap diri sendiri, orang lain ataupun terhadap lingkungan dan keadaan. Inilah yang perlu kita fahami. Apalagi keberadaan kita saat ini dalam perjuangan untuk memperbaiki nasib di luar negeri. Walaupun pada hakekatnya “ Setiap jengkal tanah dibumi ini adalah milik Allah “ yang artinya juga milik dan hak semua manusia termasuk kita. Tapi kenyataannya kita saat ini di negeri orang yang semuanya berbeda dengan cara kita, baik orangnya, budayanya, bahasanya dan semua yang ada disini lain dan juga banyak yang bertentangan dengan ajaran kita. Tinggal bagaimana kebijaksanaan kita menghadapi semua yang ada disini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mulailah berbijaksana terhadap diri sendiri. Bagaimana kita bisa bijaksana kalau kita tidak mengenal diri kita sendiri. Jadi kenalilah terlebih dahulu diri kita. Kita harusnya dapat mengukur kemampuan yang ada pada diri kita, sehingga kita tidak memberi beban yang berlebihan. Kita harus bisa menempatkan diri sesuai kemampuan yang kita miliki. Berilah kesempatan untuk diri kita bebuat amal kebaikan dijalan Allah dan janganlah kita selalu menekan diri kita untuk sebuah keinginan dan cita-cita yang tiada terbatas. Disini penulis tidak dapat menguraikan-menguraikan lebih lanjut dalam hal ini, karena hanya kita yang lebih tahu bagaimana harus berbuat bijak terhadap diri kita sendiri. Sekali lagi, coba kita kenali diri kita, sudah termasuk orang yang bijaksanakah kita terhadap diri kita sendiri?.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Didalam lingkungan kehidupan kita sehari-hari, bagaimanakah diri kita menghadapi orang lain. Sering kita dengar dan memang terjadi diantara kita dan teman-teman yang lain. Terjadi salah faham, rebut-ribut yang berujung bentrok dan perkelahian. Apa arti semua itu..?, apa manfaat dari semua itu, dan harus mempersalahkan siapa kalau sudah terjadi. Dan banyak lagi pertanyaan penyesalan lainnya. Mengapa dan mengapa harus terjadi. Dan yang sering terjadi bahkan bukan dengan orang lain. Memang, banyak sekali kesalahan yang bias terjadi  antara orang-orang yang sudah saling dekat, semakin dekat semakin berpotensi konflik. Kenapa harus demikian? ada jalan keluarnya. Bukankah semua masalah selalu ada dan dapat diselesaikan? Apa karena disebabkan tidak adanya toleransi diri kita terhadap orang lain ataupun sebaliknya tidak adanya pengertian dan memang tidak mau saling mengerti, dan juga tingginya keangkuhan yang membuat kita seolah tidak membutuhkan orang lain dan seolah ingin hidup sendiri. Kita semua ini, di mata Allah sama, yaitu sebagai hambanya. Apabila kita mau menyadarinya, alangkah nikmat hidup ini. Tanpa beban, tanpa banyak yang harus dipikirkan dan kita hidup dalam kedamaian. Kebijaksanaan itu milik kita, dan bukan milik orang lain. Biarkanlah orang lain tidak bijaksana, yang penting kita sudah niat baik untuk selalu bijaksana terhadap orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disini, yang benar-benar harus kita sadari dan kita pahami, atau setidaknya kita harus mengerti. Dimanapun kita berada, kita akan menemui banyak manusia dengan beragam sifat dan karakter, lain juga bahasa, budaya, adat dan hukumnya. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Kepala sama hitam tapi pikiran orang berbeda-beda. Ada sejumlah pepatah yang menggambarkan adanya keragaman dalam kehidupan yang harus kita pahami. Jangan berharap pendapat orang lain akan sama dengan kita, tapi bangunlah kesabaran untuk bisa menerima perbedaan. Allah Subhanahu Wata’ala Berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: PDMS_IslamicFont, _PDMS_IslamicFont, Tahoma, Arial; line-height: 48px; font-size: x-large; "&gt;وَٱصۡبِرۡ نَفۡسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ رَبَّہُم بِٱلۡغَدَوٰةِ وَٱلۡعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجۡهَهُ ۥ‌ۖ وَلَا تَعۡدُ عَيۡنَاكَ عَنۡہُمۡ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا‌ۖ وَلَا تُطِعۡ مَنۡ أَغۡفَلۡنَا قَلۡبَهُ ۥ عَن ذِكۡرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَٮٰهُ وَكَانَ أَمۡرُهُ ۥ فُرُطً۬ا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan  keadaannya itu melewati batas.” &lt;/i&gt;(&lt;b&gt;QS. Al Kahfi : 28&lt;/b&gt; )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ingatlah selalu bahwa setiap orang punya kelebihan dan kekurangan, termasuk diri kita, bersikap lapangkah terhadap kelebihan dan kekurangan orang lain. Semua itu adalah pilihan bijaksana.  Iklaskah dari semua yang telah kita lakukan dan kita kerjakan, karena keikhlasan akan membuat seseorang selalu ingat bahwa dalam kehidupan ini kita semata-mata beramal untuk menggapai keridlaan Allah Subhanahu Wata’ala.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hendaknya kita bersama orang di sekitar kita senantiasa selalu mengingatkan ( bertausiyah ). Kita harus mencerminkan adanya komunikasi dan keterbukaan, saling mengoreksi diri, memberikan masukan. Dan yang diberi masukkan harus dapat menerima dengan lapang dada. Insya Allah dengan kebijakan hati seperti itu, kita akan terhindar dari masalah-masalah yang akan menghambat langkah kita untuk mencapai tujuan dan harapan hidup. Amiin..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Oleh : Nina Rifky&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;| Kolumnis Buletin Hidayah Pumita Busan&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBusan.COM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-829555359212813129?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/829555359212813129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/bijaksana.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/829555359212813129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/829555359212813129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/bijaksana.html' title='Bijaksana'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-BMRIgDTjkBk/Ta887nCf3sI/AAAAAAAAFYg/7imVR8-GjXk/s72-c/jabat_tangan-300x225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-7812529376117572201</id><published>2011-04-20T18:05:00.003+09:00</published><updated>2011-04-20T18:19:47.168+09:00</updated><title type='text'>Bocah 5 Tahun Jadi Perawat Ibunya yang Lumpuh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nganjuk - Masih ingat cerita Sinar, bocah berusia 6 tahun asal Polewali Mandar Sulawesi Barat, yang tulus menjadi perawat sang ibu di tengah kelumpuhan. Kisah yang sama juga dialami Muhammad Aditya, bocah berusia 5 tahun asal Lingkungan Jarakan Kelurahan Ganung Kidul Kecamatan/Kabupaten Nganjuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menempati rumah kontrakan di Jl Wilis gang IIA, Adit, demikian Muhammad Aditya biasa disapa, menjadi perawat ibunya saat sang ayah menjalankan aktivitas pekerjaan di luar kota. Mulai dari membersihkan rumah, mencuci dan menjemur pakaian, hingga menyiapkan air mandi untuk sang ibu yang hanya bisa terbaring di kasur, dengan tulus dilakukannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Subhanallah. Kalau Adit tidak melakukan ini, saya tidak tahu bagaimana kehidupan ini bisa saya jalani," kata Sunarti, ibu kandung Adit saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Selasa (19/4/2011).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adit adalah anak satu-satunya yang dimiliki Sunarti dari pernikahannya dengan suami kedua yakni Rudi (45) asal Jombang. Dari pernikahan pertamanya wanita asal Tambak Sawah, Sidoarjo dikaruniai 3 anak laki-laki, yang saat ini sudah tinggal terpisah darinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah pilu itu mulai terjadi saat Adit berusia setahun, tanpa sebab yang pasti mendadak Sunarti tak lagi bisa menggunakan kakinya untuk berjalan. Bahkan organ tubuh dari pinggang ke bawah saat ini sudah tak lagi berfungsi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sunarti membantah dugaan kelumpuhannya akibat mall praktek penanganan kelahiran Adit. Meski mengalami pendarahan dalam proses kelahiran Adit, Sunarti tak menganggapnya sebagai penyebab kelumpuhan. "Sampai Adit usia setahun, saya masih sehat wal afiat. Tapi setelah itu mendadak saya gak bisa apa-apa, sampai sekarang," ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini Sunarti sepenuhnya menggantungkan hidupnya kepada Adit, meski dengan segala keterbatasan yang ada. Rudi, suaminya saat ini hanya pulang seminggu hingga dua minggu sekali untuk mengantarkan uang hasil bekerja, selebihnya banting tulang di luar rumah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saya tidak pernah menyuruh dan tidak pernah memintanya melakukan. Seperti menyalakan lampu, saya hanya bilang kalau menggunakan kursi nanti bisa jatuh, gunakan saja sapu untuk menekan saklar, dan dia bisa melakukannya sendiri," beber Sunarti mengenai apa yang dilakukan anaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara Adit, mengaku sama sekali tidak mengeluh. Meski tak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada ibunya, Adit mengaku melakukan semua pekerjaan itu karena rasa sayangnya kepada sang ibu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kasihan ibu atit (sakit)," kata Adit lirih, saat ditanya mengenai kelumpuhan ibunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bocah berambut ikal itu mengaku mengenal semua pekerjaan rumah yang tak semestinya sudah dilakukan. Mulai belajar kepada sang ayah saat pekerjaan yang sama dilakukan. Seperti mencuci pakaian, dia melakukan dengan merendam terlebih dahulu menggunakan sabun, menguceknya pelan, memeras dan menjemur pakaian yang didesain sedemikian rupa, sehingga terjangkau tubuhnya yang kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Masak nasi ibu yang belsihkan belasnya. Nanti dimasukkan dandang. Kalau gas habis, saya beli, minta dipasang tabungnya. (Masak nasi ibu yang bersihkan berasnya. Nanti dimasukkan dandang (tempat menanak nasi). Kalau gas habis , saya beli, minta dipasangkan (sekalian) tabungnya)," urai bocah berkulit gelap tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan segala kesibukannya meladeni sang ibu, Adit tetaplah seorang bocah yang menginginkan kesenangan bermain dengan teman seusianya. Jika rasa itu datang dia langsung meminta izin ke ibunya, namun tak lupa pulang jika pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya sudah harus dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : detikSurabaya&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-7812529376117572201?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/7812529376117572201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/bocah-5-tahun-jadi-perawat-ibunya-yang.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/7812529376117572201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/7812529376117572201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/bocah-5-tahun-jadi-perawat-ibunya-yang.html' title='Bocah 5 Tahun Jadi Perawat Ibunya yang Lumpuh'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-2348825408642237858</id><published>2011-04-20T04:51:00.003+09:00</published><updated>2011-04-20T11:12:12.769+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Terus Bergerak dan Jangan Pernah Berhenti</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-i5lQ9iczriY/Ta5A1e94FMI/AAAAAAAAFXw/Lm3NbOoZgCw/s1600/22.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 360px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-i5lQ9iczriY/Ta5A1e94FMI/AAAAAAAAFXw/Lm3NbOoZgCw/s400/22.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597482674457941186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu, dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;( Surah Ibrahim ayat 32-33 )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terus bergerak dan janagn sampai berhenti. Bukankah karena berhenti akan menhambat laju kemajuan kita?. Sesungguhnya alam telah mengajarkan kepada kita bahwa mereka tidak akan pernah bisa berhenti seperti bumi tetap mengelilingi matahari, air yang tak bergerak lebih cepat busuk kunci yang tak pernah dibuka lebih cepat macet, mesin yang tak pernah dinyalakan lebih cepat berkarat, kaki yang tak pernah berolahraga lebih cepat terkena rematik, hanya perkakas yang jarang dipergunakan  banyak debunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alam telah mengajarkan kunci kebahagiaan kita. Jangan pernah berhenti untuk bergerak raih keberhasilan atau berhenti yang berarti kematian karena kita akan lebih cepat tua dan tak berguna lagi siapapun juga. Kita hanya perlu menyadari itu maka bergeraklah, bekerjalah, berkaryalah. Karena bergerak bukan sekedar untuk meraih sesuatu tapi bergerak itu akan memberikan kepuasan diri. Itulah yang diharapkan oleh alam dari kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;TERUS BERGERAK DAN JANGAN PERNAH BERHENTI,&lt;/b&gt; ya.. jangan pernah berhenti untuk berbuat kebaikan. Karena bila kita tetap dalam kebaikan maka kita senantiasa dilingkupi oleh keberkahan kebaikan itu pula. Wallahu’alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Oleh: Taufan Sugiharto&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;| Kolumnis Buletin Hidayah Pumita Busan&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBusan.COM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-2348825408642237858?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/2348825408642237858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/terus-bergerak-atau-mati.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/2348825408642237858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/2348825408642237858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/terus-bergerak-atau-mati.html' title='Terus Bergerak dan Jangan Pernah Berhenti'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-i5lQ9iczriY/Ta5A1e94FMI/AAAAAAAAFXw/Lm3NbOoZgCw/s72-c/22.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-9142665230393205542</id><published>2011-04-19T16:51:00.006+09:00</published><updated>2011-04-19T18:06:09.823+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Adakah Iblis di Korea..?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-H0qnZxfSegA/Ta1G_ZJajsI/AAAAAAAAFXg/eK8YxeUU69c/s1600/iblissss.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 392px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-H0qnZxfSegA/Ta1G_ZJajsI/AAAAAAAAFXg/eK8YxeUU69c/s400/iblissss.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597207966787473090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;ewaktu berjalan menuju ke lokasi sholat jum’at disalah satu ruangan di gedung fakultas teknik di kampus saya, timbul pertanyaan iseng dalam benak saya. Walau iseng tapi logis untuk di diskusikan. Dalam benak saya terpikirkan apa yang dilakukan iblis-iblis di Korea ini. Kita sama-sama mengetahui bahwa pekerjaan utama iblis adalah menggoda manusia untuk nantinya menemani mereka di neraka jahannam. Kita juga tahu bahwa godaan akan semakin hebat manakala ketaqwaan kita kepada Allah semakin tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut keyakinan kita, Islam, kita yakin bahwa umat Islam sajalah yang berhak untuk menempati surge, sementara orang non muslim dan tak beragama tidak berhak sama sekali untuk masuk surga kecuali atas kehendak Allah. Sebagian besar orang korea adalah orang-orang yang tak beragama atau tidak mengakui Tuhan. Kita sama-sama tahu bahwa surga itu adalah milik Allah. Hal yang logis jika Yang Memiliki surge tidak memperkenankan manusia-manusia yang tidak mengakui-Nya sebagai Tuhan untuk menghuni surga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari uraian di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa untuk apa iblis bersusah payah menggoda mereka. Tidak digoda saja manusia-manusia tersebut sudah akan menemani mereka nanti di neraka. Dengan kata lain di korea ini iblis kurang memiliki kerjaan atau bahasa kasarnya makan gaji buta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan dan pemikiran iseng saya ini saya lempar kesalah satu milist milik komunitas masyarakat muslim Indonesia yang berada di Korea.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbagai tanggapan timbul dari pertanyaan iseng ini. Ada yang menyatakan bahwa iblis memiliki habitat di berbagai tempat seperti diskotik, karaoke  dan bar. Iblis hanya bermukim disana untuk meyakinkan bahwa tempat-tempat tersebut selalu di kunjungi orang. Bahkan membujuk pengunjung tetap tersebut untuk mengajak yang lainnya untuk beramai-ramai dating kesana, termasuk para pendatang seperti dari Indonesia, Pakistan, Bangladesh, Turki dan Negara-negara Muslim lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kehadiran para pendatang yang beragama Islam ke Korea adalah suatu berkah bagi iblis, karena dengan adanya mereka semangat hidup mereka yang sudah lama hilang menjadi menyala kembali.  Trik-trik lama yang mereka pelajari dalam menggoda manusia bias kembali diterapkan. Tempat-tempat yang tadinya mereka tidak dijadikan habitat, kini digunakan mereka sebagai tempat bermukim yang baru, seperti laboratorium, pabrik, asrama, dan rumah makan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di laboratorium dimana ada penghuni baru yang beragama Islam, mereka bisikan ke telinga penghuni baru tersebut agar giat bekerja tanpa kenal waktu. Ingat prestasi kerja yang baik akan membuat profesormu senang melihatnya.  Tujuan untuk membuat profesor senang terkadang membuat penghuni baru ini lupa akan waktu Sholat. Ada pihak lain yang juga menanti laporan penghuni baru ini diabaikan begitu saja dan merasa dinomor duakan. Padahal dia seharusnya dijadikan nomor satu di atas segalanya. Sholat diundur-undur dan tak jarang tidak dilakukan demi kegiatan untuk menyenangkan hati professor. Iblis pun bergembira akan kerja mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Pabrik, iblis membujuk para majikan untuk menekan para pendatang baru agar bekerja keras dan tidak mengizinkan mereka sedikitpun untuk membuang-buang waktu, walaupun itu untuk beribadah. Mereka memksakan dua pilihan sulit, bekerja disini dengan gaji yang lumayan besar tapi taat dengan peraturan yang dibuat sepihak atau keluar dari perusahaan. Iblispun bergembira karena banyak dari mereka yang memilih untuk tetap bekerja dengan meninggalkan kewajiban sholat mereka. Sementara di pabrik dimana majikan tidak berhasil dibujuk untuk menekan karyawan untuk tidak melakukan ibadah, iblis meniupkan angin kemalasan kepada pendatang baru. Istirahat sejenak yang diberikan majikan digunakan untuk sekejap memjamkan mata akibat penat yang dirasakan tubuh setelah sekian jam bekerja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Asrama, iblis menunggui pendatang baru dari dini hari hingga matahari terbit. Dibuatnya penghuni baru ini tidur nyenyak setelah bekerja kerashingga tengah malam. Begitu matahari terbit iblis pergi meninggalkan pendatang baru sambil mengeluarkan kentut yang keras sekali hingga penghuni baru ini terbagun dan lupa sholat subuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di restoran, iblis berusahan membujuk pendatang baru untuk mencicipi hidangan-hidangan lezat yang berselera dan minum-minuman berisikan alcohol. Awalnya mungkin  pendatang baru ini tidak terbiasa dengan cita rasa hidangan tersebut. Bujukan yang tak kenal lelah dari iblis akhirnya mampu menarik minat pendatang baru ini untuk sekedar mencicipi. Rasa lezat yang datang dari hidangan tersebut pada akhirnya membuat hidangan yang tersedia ludes. Sudah tidak ada lagi pertimbangan apakah hidangan tersebut mengandung barang haram yang seidkitpun tidak boleh masuk ke dalam perut mereka. Keberhasilan membujuk pendatang baru untuk mencicipi hidangan lezat berselera juga diikuti oleh keberhasilan menikmati segelas atau lebih minuman beralkohol yang memang sudah terbiasa tersaji menemani santap siang atau malam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata iblis memang ada dimana-mana, seperti juga di Korea ini. Bahkan banyak dari kita yang merupakan pendatang di Korea ini dekat dengan  pekrejaan iblis, berbuat menyerupai iblis, yaitu menggoda manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Oleh : Rusnaldy Karim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;| Kolumnis Buletin Hidayah Pumita Busan&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBusan.COM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-9142665230393205542?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/9142665230393205542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/adakah-iblis-di-korea.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/9142665230393205542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/9142665230393205542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/adakah-iblis-di-korea.html' title='Adakah Iblis di Korea..?'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-H0qnZxfSegA/Ta1G_ZJajsI/AAAAAAAAFXg/eK8YxeUU69c/s72-c/iblissss.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-2560798726671369105</id><published>2011-04-18T20:16:00.012+09:00</published><updated>2011-04-18T23:06:53.985+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Saya Ingin Belajar Bersyukur</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-9nYXACV74Ao/Taw31EQM0AI/AAAAAAAAFWw/qLOdPtwc7-Q/s1600/bersyukur.jpeg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 170px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-9nYXACV74Ao/Taw31EQM0AI/AAAAAAAAFWw/qLOdPtwc7-Q/s400/bersyukur.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596909821728968706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;elama menjalani kehidupan yang panjang ini dari mulai ayunan sampai liang lahat beragam persoalan hadir menghampiri kita. Gelombang musibah begitu sering mendekati dan diluar kesadaran kita. Inilah hidup didunia, ada susah ada senang, ada sulit ada mudah, ada bahagia ada hampa, dan begitu juga ada syukur ada khufur. Kitalah yang bisa menentukan akan dibawa kemana suasana hati ini, maka seharusnya kita belajar bersyukur dalam menjalani hidup ini. Sekuat tenaga kesadaran itu kita coba agar tak mudah mengeluh dalam menjalani kehidupan ini. Meskipun kita ikhtiar beriringan dengan tawakkal  kita manusia tak punya kuasa penuh menentukan nanti atau masa depan, kalau kita tak bisa bersyukur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ceritanya ,saya mempunyai teman yang kebetulan juga bekerja di negeri ginseng sini dengan harapan 3 tahun selesai. Tapi yang namanya manusia berencana dan kurang untuk belajar bersyukur apa yang telah diperoleh dengan harapan bisa memperpanjang waktu untuk lebih lama bekerja di sini dengan cara diluar ijin alias ilegalpun harus dijalani dengan perhitungan lebih lama untuk bekerja. Tapi kita manusia siapa yang tahu rahasia Tuhan baru berpa bulan bekerja Ilegal harus tertangkap dan mesti kembali ke negeri tercinta kita Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan mungkin diluar kesadaran teman saya berucap, "Wach... rasanya belum siap aku harus pulang ke Indonesia karena yang diharapkan bisa kerja lama dengan hasil yang banyak tuk dibawa pulang ke Indonesia harus kandas tak sesuai yang dibayangkan. Belajar dari peristiwa ini, kita sebagai manusia hanya bisa berencana tapi semua kembali pada pemilik tunggal yaitu Allah SWT. Tuhan yang menentukan dan Tuhan maha adil, Dia yang memberikan sesuatu kapada umat-Nya sesuai dengan kadar usaha, ikhtiarnya. Maka, bila kita ingat semuanya adakah rasa syukur atas semua yang diberikan Alloh pada kita?? Bersujud kepada Alloh, bersyukur sepanjang waktu, dengan ucapkanlah Al Hamdulillah..sebagai rasa syukur kita kepada Alloh. Tanda syukur itulah taat, etiap tempat, setiap waktu, yang dapat kita lihat pada sikap dan tingkah laku kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alloh SWT berfirman dalam Al Quran Surat Ibrahim ayat 7 :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: PDMS_IslamicFont, _PDMS_IslamicFont, Tahoma, Arial; line-height: 48px; font-size: x-large; "&gt;وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕن شَڪَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡ‌ۖ وَلَٮِٕن ڪَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ۬&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Firman Alloh diatas merupakan peringatan kepada kita maukah kita untuk mensyukuri nikmat-Nya atau sebaliknya? Kita perlu bersyukur kepada Alloh SWT yang senantiasa mencurahkan nikmat-Nya kepada kita dengan bermacam-macam kenikmatan yang tidak bisa kita hitung jumlahnya, seperti dalam firman-Nya surat An-Nahl ayat 18 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: PDMS_IslamicFont, _PDMS_IslamicFont, Tahoma, Arial; line-height: 48px; font-size: x-large; "&gt;وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌ۬ رَّحِيمٌ۬&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;" Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. "&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesuai dengan firman ini, bahwa seandainya kita menghitung nikmat Alloh satu persatu, mengenai berbagai macam nikmat yang telah kita masukkan dalam perut kita saja rasanya tidak mungkin bagi kita untuk menghitungnya. Apalagi dari kesekian banyak nikmat-Nya yang kita rasakan. Mestinya kita sekalipun tidak mampu menghitung bermacam-macam nikmat yang kita peroleh dari Alloh SWT maka setidaknya kita ini sadar bahwa adanya nikmat-nikmat itu tiada lain merupakan  limpahan rahmat dari Alloh SWT. Untuk itulah kita wajib bersyukur dan berterima kasih kepada-Nya. BIla kita diberi pekerjaan yang mapan dengan bos yang baik hati kepada kita, punya isti yang sholehah, suami yang sholeh, anak-anak yang taat dan patuh kepada orang tua, teman-taman yang baik disekitar kita, maka seharusnya kita selalu memuji-Nya dan dengan menggunakan nikmat yang kita peroleh itu di jalan Alloh. Kita didalam bersyukur ada beberapa unsur yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Mengakui nikmat Alloh didalam hatinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Membicarakannya secara lahir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Menjadikannya sebagai sarana untuk  melaksanakn ketaatan kepada Alloh SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian dapat dikatakan bahwa unsur itu berkaitan dengan hati, lisan dan juga anggota badan. Hati untuk ma'rifah dan mahabbah, kemudian lisan untuk memuji dan mensyukuri nikmat-Nya, sedangkan anggota badan untuk melaksanakan nikmat itu dijalan-NYa. Dan syukur itu sangat terkait hubungannya dengan iman, karena orang yang beriman tentu akan mensyukuri nikmat yang diperoleh dari Alloh dengan dasar keimanan yang sangat kuat. Alloh SWT berfirman dalam Surat An-Nisa ayat 147  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: PDMS_IslamicFont, _PDMS_IslamicFont, Tahoma, Arial; line-height: 36px; font-size: large; "&gt;مَّا يَفۡعَلُ ٱللَّهُ بِعَذَابِڪُمۡ إِن شَكَرۡتُمۡ وَءَامَنتُمۡ‌ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ شَاڪِرًا عَلِيمً۬ا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;"Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Alloh SWT telah menjanjikan didalam Al Qur'an bahwa orang-orang yang bersyukur akan diberikan anugerah yang khusus diantara hamba-hambanya yang lain, yang dijelaskan dalam Al Qur'an surat Al-An’am ayat 53 :&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span id="fon53" class="Arabic"&gt;&lt;span id="mspan53"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: PDMS_IslamicFont, _PDMS_IslamicFont, Tahoma, Arial; line-height: 36px; font-size: large; "&gt;وَڪَذَٲلِكَ فَتَنَّا بَعۡضَہُم بِبَعۡضٍ۬ لِّيَقُولُوٓاْ أَهَـٰٓؤُلَآءِ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡهِم مِّنۢ بَيۡنِنَآ‌ۗ أَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِأَعۡلَمَ بِٱلشَّـٰڪِرِينَ&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka [orang-orang yang kaya] dengan sebahagian mereka [orang-orang miskin], supaya [orang-orang yang kaya itu] berkata: "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?" [Allah berfirman]: "Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur [kepada-Nya]?" (53) &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Didalam masalah bersyukur kita sebagai manusia itu ada orang yang membagi menjadi 2 golongan yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Golongan orang yang pandai bersyukur Yaitu golongan ini yang sangat dicintai Alloh SWT dan mereka akan mendapatkan kebaikan baik didunia maupun diakherat nanti.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Golongan orang khufur Yaitu orang yang akan mendapatkan laknat dari Alloh dan mendapatkan siksa yang sangat pedih. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saudaraku, semoga kita termasuk hamba Alloh yang pandai bersyukur, Tuhan menjanjikan pertolongan tepat pada waktunya kepada kita,kasih Tuhan tak pernah padam dalam hidup kita dan Rencana Tuhan yang indah untuk kita umatnya yang percaya. Amiin Ya Alloh Robbal Aalamiin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Oleh: Istiani&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;| Kontributor Buletin Hidayah Pumita Busan&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Red. PumitaBusan.COM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-2560798726671369105?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/2560798726671369105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/saya-ingin-belajar-bersyukur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/2560798726671369105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/2560798726671369105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/saya-ingin-belajar-bersyukur.html' title='Saya Ingin Belajar Bersyukur'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-9nYXACV74Ao/Taw31EQM0AI/AAAAAAAAFWw/qLOdPtwc7-Q/s72-c/bersyukur.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-3972802417814690984</id><published>2011-04-18T17:18:00.002+09:00</published><updated>2011-04-18T17:20:50.610+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat Nabi'/><title type='text'>Abu Bakar Ash-Shiddiq (632-634 M) Sang Pembela Rasulullah</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-RV8pBH4dmec/Tav0AwJJA6I/AAAAAAAAFWg/QXhuc6MzQ0E/s1600/Abu%2BBakar%2BAsh-Shiddiq%2B%2528632-634%2BM%2529%2BSang%2BPembela%2BRasulullah.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 360px; height: 260px; " src="http://2.bp.blogspot.com/-RV8pBH4dmec/Tav0AwJJA6I/AAAAAAAAFWg/QXhuc6MzQ0E/s400/Abu%2BBakar%2BAsh-Shiddiq%2B%2528632-634%2BM%2529%2BSang%2BPembela%2BRasulullah.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596835255698391970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Abu Bakar&lt;/b&gt; termasuk pelopor kaum Muslimin pertama, As-Sabiqunal Awwalun, para pendahulu. Ia adalah orang yang memercayai Rasulullah di saat banyak orang menganggap beliau gila. Abu Bakar termasuk orang yang siap mengorbankan nyawanya, di saat banyak orang hendak membunuh Rasulullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nama awal Abu Bakar adalah Abdullah bin Abu Quhafah. Dalam lembaran sejarah disebutkan nama ayahnya adalah Abu Quhafah. Ini pun bukan nama sebenarnya. Utsman bin Amir demikian nama lain dari Abu Quhafah. Abu Bakar lahir pada 573 Masehi, lebih muda sekitar tiga tahun dari Nabi Muhammad.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum masuk Islam, ia dipanggil dengan sebutan Abdul Ka’bah. Ada cerita menarik tentang nama ini. Ummul Khair, ibunda Abu Bakar sebelumnya beberapa kali melahirkan anak laki-laki. Namun setiap kali melahirkan anak laki-laki, setiap kali pula mereka meninggal. Sampai kemudian ia bernazar akan memberikan anak laki-lakinya yang hidup untuk mengabdi pad Ka’bah. Dan lahirlah Abu Bakar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah Abu Bakar lahir dan besar ia diberi nama lain; Atiq. Nama ini diambil dari nama lain Ka’bah, Baitul Atiq yang berarti rumah purba. Setelah masuk Islam, Rasulullah memanggilnya dengan sebutan Abdullah. Nama Abu Bakar sendiri konon berasal dari predikat pelopor dalam Islam. Bakar berarti dini atau awal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari Abu Bakar ingin berangkat berdagang ke wilayah Thaif bersama rekan bisnisnya, Hakim bin Hizam—keponakan Khadijah. Tiba-tiba sesorang datang menemuinya. Orang itu berkata kepada Hakim, “Bibimu Khadijah mengaku suaminya menjadi nabi sebagaimana Musa. Ia sungguh telah mengabaikan tuhan-tuhan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya Abu Bakar berpikir. Ia orang yang paling mengerti tentang Muhammad Saw. Sebelum sesuatu terjadi, ia harus menemui beliau untuk memastikan berita tersebut. Setelah itu barulah ia akan menentukan sikap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abu Bakar mendatangi Rasulullah Saw. Ia berusaha mengingat kembali semua kisah tentang sahabatnya itu. Ia yakin, sahabatnya tidaklah seperti orang-orang Quraisy kebanyakan. Sahabatnya bukanlah orang yang mengagungkan berhala-berhala yang disembah oleh orang-orang Quraisy. Di masa mudanya tidak ada sifat kekanak-kanakan seperti halnya pemuda-pemuda Quraisy dan ia mempunyai kebiasaan yang sangat berbeda dengan kaumnya. Setiap tahun, ia menyendiri di Gua Hira selama sebulan penuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua gambaran dan bayangan itu bergelayut dalam ingatan Abu Bakar. Ia mempercepat langkah untuk segera mengetahui kebenaran dari mulut sahabatnya langsung. Lalu muncul dalam ingatan Abu Bakar tentang keberkahan yang dialami kaum Bani Sa’ad saat Halimah As-Sa’diyah mengambil beliau dalam susuannya menuju kampungnya. Abu Bakar juga mengingat ulang pembicaraan Bukhaira, seorang pendeta yang mengingatkan paman beliau Abu Thalib dari tipu daya Yahudi apabila mereka mengetahui tentang anak kecil yang dibawanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya Abu Bakar sampai juga di rumah Muhammad Saw. Ia masuk menemui sahabatnya dan langsung bertanya, “Apa yang sebenarnya terjadi dengan berita yang telah aku dengar tentangmu? Apakah engkau mengira kaummu mengakui kebenaran yang engkau katakan?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Wahai Abu Bakar, maukah engkau kuceritakan sesuatu, apabila engkau rela aku akan terima, namun jika tidak suka maka aku akan menyimpannya,” jawab Muhammad.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abu Bakar menjawab, “Ini telingaku, silakan katakan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi Saw membacakan beberapa ayat Al-Qur’an kepada Abu Bakar. Beliau juga menceritakan kepadanya tentang wahyu yang turun dan peristiwa di Gua Hira yang beliau alami. Jiwa Abu Bakar telah siap memercayainya, karena kemudahan yang Allah berikan kepadanya dengan pertemanan dan ketulusan pengenalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanpa ragu, belum sampai Rasulullah Saw menyelesaikan ceritanya, Abu Bakar berbisik lirih, “Aku bersaksi bahwa engkau orang yang jujur. Apa yang engkau serukan adalah kebenaran. Sesungguhnya ini adalah kalam Allah.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu, ia menemui Hakim bin Hizam dan berkata, “Wahai Abu Khalid, kembalikanlah uangku, aku telah menemukan bersama Muhammad bin Abdullah sesuatu yang lebih menguntungkan daripada perniagaan bersamamu.” Abu Bakar mengambil hartanya dan berlalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah bukan tanpa alasan memilih Abu Bakar menjadi orang kedua setelah dirinya. Suatu hari Rasulullah pernah mengabarkan tentang keutamaan sahabat sekaligus mertua beliau ini. “Tak seorang pun yang pernah kuajak masuk Islam yang tidak tersendat-sendat dengan begitu ragu dan berhati-hati kecuali Abu Bakar. Ia tidak menunggu-nunggu atau ragu-ragu ketika kusampaikan hal ini,” sabda Rasulullah Saw.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini pula yang menyebabkan ia dilantik dengan gelar Ash-Shiddiq di belakang namanya. Abu Bakar memang selalu membenarkan Rasulullah tanpa sedikit pun keraguan. Pada peristiwa Isra’ Mikraj, Abu Bakar adalah orang pertama yang percaya saat Rasulullah menyampaikan hal itu. Tanpa setitik pun ada kebimbangan di benaknya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abu Bakar memulai misi mulia dalam menyerukan agama Allah, sehingga berkat tangannya, Allah memberikan hidayah-Nya kepada generasi pertama Islam (As-Sabiqunal Awwalun), di mana dengan kesabaran dan kesungguhan mereka membangun Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia mulai menyebarkan Islam kepada orang-orang di kaumnya yang ia percayai, orang yang berteman dan duduk bersamanya. Sehingga banyak sekali yang masuk Islam karenanya seperti Zubair bin Awwam, Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Sa’ad bin Abi Waqqash dan Abdurrahman bin Auf. Mereka ini berangkat menemui Rasulullah ditemani Abu Bakar. Lalu beliau menawarkan Islam kepada mereka, membacakan Al-Qur'an, menjelaskan kebenaran Islam, hingga mereka beriman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Betapa mulianya Abu Bakar Ash-Shiddiq yang telah mengislamkan lima dari sepuluh sahabat Nabi yang dijamin masuk surga. Umar berkata, “Abu Bakar adalah junjungan kami dan telah memerdekakan junjungan kami, yakni Bilal.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Umar berkata, “Dahulu kami melakukan pemilihan kepada orang-orang pada zaman Nabi Saw masih hidup siapakah yang terbaik, maka kami memilih Abu Bakar dan kemudian Umar bin Khatab dan kemudian Utsman bin Affan.” (HR Bukhari) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abu Bakar hanya sebentar memegang kendali pemerintahan Islam setelah Rasulullah. Hari itu ia berniat untuk mandi. Udara amat dingin mencekam. Suhu tubuhnya tiba-tiba memanas. Karena merasa janjinya dengan Allah sudah dekat, Abu Bakar ingin menetapkan pengganti setelahnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia meminta Abdurrahman bin Auf untuk datang. Ketika ditanyakan tentang pribadi Umar bin Khatab, Abdurrahman menjawab, “Ya, Umar lebih tepat, tetapi ia terlalu keras.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ia keras karena melihatku lunak. Kalau urusan ini sudah berada di tangannya, ia akan lunak,” kata Abu Bakar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu, Abu Bakar memanggil beberapa sahabat lainnya, baik dari kaum Anshar maupun Muhajirin. Semua setuju untuk mengangkat Umar sebagai pengganti Abu Bakar. Setelah semuanya bubar, Abu Bakar meminta Utsman bin Affan untuk menulis apa yang didiktekannya. Abu Bakar berkata, “Tuliskan Bismillahirrahmanirrahim. Inilah janji yang diminta Abu Bakar kepada umat Islam...” tiba-tiba Abu Bakar pingsan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun Utsman meneruskan tulisannya: “Sesungguhnya aku mengangkat Umar bin Khatab sebagai penggantiku atas kalian dan aku tidak mengabaikan kebaikan untuk kalian...”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abu Bakar sadar kembali, lalu meminta Ustman membacakan apa yang dia tulis. Mendengar apa yang dibaca Utsman, Abu Bakar bertakbir. “Engkau menghawatirkan tadi aku akan meninggal sehingga engkau khawatir umat akan berselisih (kalau tidak ada nama yang tertulis)?” tanya Abu Bakar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Utsman mengiyakan. Panas Abu Bakar kian meningkat. Pada Senin 22 Jumadil Akhir 13 Hijriyah Abu Bakar wafat. Pada detik-detik terakhir hidupnya, Abu Bakar sempat menuliskan menuliskan sebuah wasiat yang diabadikan sejarah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian isinya: “Bismillahirrahmanirrahim. Inilah pesan Abu Bakar bin Abu Quhafah pada akhir hayatnya dengan keluarnya dari dunia ini, untuk memasuki akhirat dan tinggal di sana. Di tempat ini orang kafir akan percaya, orang durjana akan yakin, dan orang yang berdusta akan membenarkan. Aku menunjuk penggantiku yang akan memimpin kalian adalah Umar bin Khatab. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Patuhi dan taati dia. Aku tidak mengabaikan segala yang baik sebagai kewajibanku kepada Allah, kepada Rasulullah, kepada agama, kepada diriku, dan kepada kamu sekalian. Kalau dia berlaku adil, itulah harapanku, dan itu pula yang kuketahui tentang dia. Tetapi kalau dia berubah, maka setiap orang akan memetik hasil dari perbuatannya sendiri. Yang kuhendaki ialah setiap yang terbaik dan aku tidak mengetahui segala yang gaib. Dan orang yang zalim akan mengetahui perubahan yang mereka alami.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga Allah menempatkannya pada sisi yang terbaik. Amin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: MyriadWebPro, arial, verdana; font-size: 12px; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Sejarah Para Khalifah karya Hepi Andi Bastoni&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-3972802417814690984?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/3972802417814690984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/abu-bakar-ash-shiddiq-632-634-m-sang_18.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/3972802417814690984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/3972802417814690984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/abu-bakar-ash-shiddiq-632-634-m-sang_18.html' title='Abu Bakar Ash-Shiddiq (632-634 M) Sang Pembela Rasulullah'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-RV8pBH4dmec/Tav0AwJJA6I/AAAAAAAAFWg/QXhuc6MzQ0E/s72-c/Abu%2BBakar%2BAsh-Shiddiq%2B%2528632-634%2BM%2529%2BSang%2BPembela%2BRasulullah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-3736374500841708448</id><published>2011-04-18T00:26:00.006+09:00</published><updated>2011-04-18T01:08:18.195+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Siapa Bilang Kerja Di Korea Tidak Bisa Sholat</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-wheh_OLGqQw/TasNcHE3QOI/AAAAAAAAFWY/GbMfghmJ_dM/s1600/jokosolat.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-wheh_OLGqQw/TasNcHE3QOI/AAAAAAAAFWY/GbMfghmJ_dM/s400/jokosolat.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596581738524917986" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;KOREA…&lt;/b&gt;dalam benak kita pasti akan terpikir WAHHH…suatu Negara yang serba canggih, dalam bidang pertaniannya, Perikanan, Transportasi, Industrinya. Memang benar dan kenyataan KOREA  merupakan Negara maju yang bisa menciptakan alat–alat modern pada zaman sekarang bahkan mampu memproduksi mobil atau motor sampai di Exspor keberbagai Negara lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kita ketahui bersama bahwa korea ini sepertinya Negara yang kita pandang lebih gampang cari duit atau pengalaman. Cari kerja mudah dan upah pegawai lumayan banyak. Sampai dari berbagai Negara tetangga mengincar untuk bisa datang ke korea ini dengan visa training, bisnis, pelajar dan sebagainya. Tetapi kebanyakan diantaranya mereka disini bekerja mencari uang demi merubah nasib dan kehidupannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Karena dalam beranggapan dalam jangka waktu 1/2 tahun bisa mengumpulkan uang yang lebih untuk membangun masa depan sesuai harapannya masing – masing. Dalam 1 bulan dikorea upah gaji pegawai rata – rata 1 juta won. Berarti kalo dirupiahkan 9 juta rupiah. Bagi kita upah segitu memang lebih dari cukup, dibanding upah pegawai dinegara kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tetapi bagi seorang muslim, kita  harus bisa berpikir dan memahami apa arti hidup kita ini. Apa Cuma karena uang ( materi ) kita datang kekorea ini ?  Apakah  kita  bangga ( bahagia ) dengan banyak uang yang kita dapatkan dari hasil kerja dikorea ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Coba mari kita renungkan sebagaimana firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: PDMS_IslamicFont, _PDMS_IslamicFont, Tahoma, Arial; line-height: 48px; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Dan tidaklah kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu “ &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; ( Surat  Adz-Dzaariyat  : 56 )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebagai seorang yang beriman harus kita sadari bahwa kita semua hanya sekedar mahluk, dan Allah lah yang maha kuasa, Allah lah yang maha mengegnggam  segala urusan. “ Laa Haula Walaquwwata Illa billahil Aliyil Adzim “. Dengan demikian semua dimensi kehidupan hendaklah kita letakan dalam posisi ibadah. Bukan Solat saja yang bisa kita artikan sebagai ibadah tetapi bekerja, main, bersaudara juga bisa kita rangkai sebagai ibadah. Semua itu merupakan fundamen yang mengokohkan Ibadah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jadi bisak kita ambil hikmahnya. Alangkah baiknya jika kita kerja ke korea ini tidak sekedar mencari uang saja. Tetapi yang lebih penting dari itu kita haruskan niat kita bahwa dengan bekrja dikorea ini sebagai lantaran Ibadah kita kepada Allah SWT. Agar apa yang kita dapatkan dikorea ini menjadi keberkahan bagi kita yang bisa bermanfa’at didunia dan diakhirat, Amiin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;Kerja Niat Ibadah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Setiap hari siang dan malam kita asik bekerja, banting tulang kerja mati matian sampai dimarah-marah boss harapan kita hanya sekedar mendapatkan upah ( uang ) tentu saja yang kita peroleh atau dapatkan hanya capek dan uang saja. Tetapi dalam kesibukan kerja kita niat Ibadah, dalam arti memenuhi atau menjalankan perintah  Allah lantaran kita bekerja niat Basmalah dan kita akhiri Hamdalah selain mendapatkan upah ( uang ).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kita juga  mendapatkan pahala dari Allah SWT, &lt;/span&gt;sebagai amal ibadah yang bisa kita buat bekal di akhirat nanti. Sebagai seoranmg muslim kita harus sadar bahwa kita punya kewajiban yang harus kita lakukan yaitu sholat maka apa boleh buat dalam situasi yang bagaimanapun, sesulit apapun kita harus berusaha menegakkan atau menjalankannya. Kalau kita sebagai seorang muslim. Tapi jika sebaliknya kita mengaku seorang muslim tapi pribadi kita ikut budaya orang kafir. Itu  berarti malah menjelek – jelekkan pribadi seorang muslim di depan orang–orang kafir ( Naudzu Billlah ).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Memang sholat merupakan pembatas atau pembeda antara orang muslim dengan orang kafir. Sebagaiman sabda Nabi Muhammad SAW.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;“ Sholat adalah tiang agama, maka barang siapa yang telah mendirikannya sesungguhnya ia telah mendirikan agama dan barang siapa yang merobohkannya sesungguhnya ia telah merobohkan agama “&lt;/i&gt; ( HR. Bukhori ).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;“ Batas  antara orang muslim dan orang kafir ialah meninggalkan sholat “&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;( HR. Ahmad dan Muslim ).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Memang begitu sangat pentingnya perkara sholat itu sehingga para ulama bersepakat untuk mengeluarkan predikat kafir bagi orang yang meninggalkannya dengan sengaja. Kalau memang sholat itu sudah kita pentingkan maka kita sudah terbiasa melakukannya coba kita renungkan baik–baik sudahkah sholat itu kita pentingkan ? buktinya serepot apapun diwaktu kerja kita berani minta Izin ke WC, tetapi kadang kita minta izin untuk sholat aja enggak sempat atau enggak berani ini berate sholat belum bisa kita pentingkan. Malah kadang ada yang sengaja melalaikan atau meninggalkan Sholat karena kesibukan kecapaian kerja, takut sama sajang ( boss ), asik jalan–jalan menikmati keindahan korea.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sholat hukumnya wajib Ain, artinya wajib bagi setiap Individu yang merasa atau mengaku dirinya muslim dan dewasa ( Aqil baligh ). Dan menjadi identitas keislaman seseorang. Tapi  tidak pernah sholat. Banyak orang mengaku dirinya muslim, keturunannya adalah keturunan muslim, Identitas ( KTP ) dirinya muslim, perkawinannya ala islam, pergaulannya  dengan &lt;span class="Apple-style-span"&gt;orang muslim tapi setelah di korea kebawa oleh budaya orang kafir. Prilaku seperti ini mendorong seseorang berbuat seenaknya memakai identitas muslim, menjelek–jelekan golongan orang muslim atau Islam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Coba kita renungkan, bahwa sholat adalah Ibadah yang pertama kali di pertimbangkan bagi seorang hamba di hari kiamat nanti. Bila baik sholatnya maka akan baik pula amal perbuatannya, sebaliknya bila buruk Sholatnya maka buruk pula amalnya. Nabi Muhammad SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;“ Pertama kali seorang hamba akan dihisab di hari kiamat nanti adalah Sholatnya apabila benar maka benarlah seluruh amal perbuatannya dan apabila buruk maka rusaklah amal perbuatannya“&lt;/i&gt; ( HR. Thabrani ).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Silahkan renungkan sendiri, jikalau sehari lima kali kita mandi persis seperti waktu sholat, niscaya tubuh kita akan bersih. Nah…Sholatpun diatur sedemikian rupa oleh Allah SWT. Sehari 5 kali kita sholat sehingga menjadi pengugur dosa yang sangat efektif, jadi kita akan tenang dan hati kitapun tentram bahkan kita sudah punya bekal untuk menghadapi maut / kepulangan kita kepada Allah SWT karena belum tentu sholat kita bisa menyelamatkan di akhirat nanti tentu saja harus disertai amalan – amalan ibadah yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sudahkah terpikir dalam benak kita bahwa mereka yang sudah selalu menjaga Sholatnya masih takut belum tentu selamat, apalagi yang tidak sholat. Coba apa yang bisa kita handalkan bila kita dimintai pertanggung jawaban di akhirat nanti. Apakah hasil ratusan juta won dari korea ini yang kita handalkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sekali lagi, marilah kita saling mengingatkan untuk bisa meningkatkan atau memperbaiki mutu sholat kita. Kebersamaan  dan  kerukunan  kita sesama muslim akan mengokohkan UKHUWAH ISLAMIYAH di bumi korea ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Semoga Allah SWT selalu membimbing kita agar senantiasa mampu menegakkan dan mendirikan sholat dengan sebaik–baiknya. Dengan demikian apabila kita dipandang baik oleh orang korea Insya Allah mereka akan terbeli hatinya, tertarik akan kemuliaan Islam. Dengan seijin Allah siapa tahu Korea nanti menjadi negara mayoritas Islam…Allahumma Amiin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Oleh: Imam Sanjaya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;| Kontributor Buletin Hidayah Pumita Busan&lt;br /&gt;Red. &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;PumitaBusan.COM&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-3736374500841708448?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/3736374500841708448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/siapa-bilang-kerja-di-korea-tidak-bisa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/3736374500841708448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/3736374500841708448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/siapa-bilang-kerja-di-korea-tidak-bisa.html' title='Siapa Bilang Kerja Di Korea Tidak Bisa Sholat'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-wheh_OLGqQw/TasNcHE3QOI/AAAAAAAAFWY/GbMfghmJ_dM/s72-c/jokosolat.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-7581933607925032245</id><published>2011-04-17T23:13:00.002+09:00</published><updated>2011-04-20T14:56:58.059+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mu&apos;alaf'/><title type='text'>Kisah Mu'alaf -Inilah Tantangan Mualaf dalam Berdakwah</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-N4_mFbeDoAg/Ta51XPaOXJI/AAAAAAAAFYY/NlYbm1J0zKM/s1600/syamsul-arifin-nababan-_110418155443-909.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 360px; height: 260px; " src="http://3.bp.blogspot.com/-N4_mFbeDoAg/Ta51XPaOXJI/AAAAAAAAFYY/NlYbm1J0zKM/s400/syamsul-arifin-nababan-_110418155443-909.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597540429002071186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;erjuangan membutuhkan pengorbanan. Itu disadari betul oleh Syamsul Arifin Nababan sebelum mendirikan Pesantren Pembinaan Muafal Annaba.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Yang namanya terjun di dunia dakwah, segala sesuatunya tentu tidak akan mulus-mulus. Semua Nabi mengalami hal yang sama," ujarnya kepada Republika.co.id, akhir pekan lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kondisi itu tak lantas menyurutkan langkahnya. Nababan meyakini keberuntungan yang dijanjikan Allah bagi siapa saja yang sungguh-sungguh dalam berjuang dan berkorban. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika anda memutuskan masuk dunia dakwah anda akan mengalami cobaan yang berat. Saya sebagai orang yang berlatar belakang mualaf, menjadi dai, tentu lebih berat lagi tantangannya,” ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nababan menjelaskan para mualaf seperti dirinya yang segera terpanggil untuk berdakwah akan menghadapi dua tantangan yakni tantangan internal dan eksternal. Tantangan ekstrenal, kata dia, ada semacam kecurigaan  dari pemuka agama yang sebelumnya dianut bahwa umatnya yang dahulu akan menjadi ancaman. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bagi mualaf yang berdakwah, yang saya rsakan bobot tantangan sangat tinggi karena tahu seluk beluk agama sebelumnya sehingga kadang dipandang ancaman dari agama sebelumnya,” kata dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara internal, setiap mualaf yang berdakwah akan menghadapi prasangka negatif. Prasangka itu menurut Nababan muncul dengan mengacu pada kisah Snouck Hurgronje, islamologi asal Belanda yang menghancurkan umat Islam  lantaran  berpura-pura memeluk Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, kata Nababan, ada semacam trauma yang akhirnya menyebabkan prasangka buruk kepada mualaf yang hendak berdakwah.  “Secara internal, cobaan yang kita hadapi adalah satu atau dua  Muslim yang mencurigai saya menyusup dalam umat Islam untuk merusak Islam,” ungkap dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama berdakwah, Nababan pun tak luput dari merasakan vonis prasangka itu. Namun,  tuduhan itu bukannya membuat dia kendur dalam berdakwah melainkan menjadi pelecut guna memperlihatkan kematangan komitmennya dalam berdakwah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Prasangka itu justru membuat saya begitu bersemangat untuk memperlihatkan komitmen dalam agama Islam. Ia mengaku tak terlalu khawatir dengan tantangan eksternal yang ia hadapi. "Yang penting, kita jangan sampai menyinggung agama lain, kita harus bijaksana," ujarnya Seperti dalam Alquran, ajakalah manusia ke dalam Islam dengan cara yang bijaksana."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;sumber: republika.co.id&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-7581933607925032245?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/7581933607925032245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-mualaf-inilah-tantangan-mualaf.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/7581933607925032245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/7581933607925032245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-mualaf-inilah-tantangan-mualaf.html' title='Kisah Mu&apos;alaf -Inilah Tantangan Mualaf dalam Berdakwah'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-N4_mFbeDoAg/Ta51XPaOXJI/AAAAAAAAFYY/NlYbm1J0zKM/s72-c/syamsul-arifin-nababan-_110418155443-909.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-3322053929288587939</id><published>2011-04-17T17:57:00.005+09:00</published><updated>2011-04-17T18:13:50.277+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Ketenangan Itu Mahal</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-FwODlYRtIWM/TaqtJ8gGO5I/AAAAAAAAFWM/915Vu5Um3FE/s1600/lotus-ketenangan.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 202px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-FwODlYRtIWM/TaqtJ8gGO5I/AAAAAAAAFWM/915Vu5Um3FE/s400/lotus-ketenangan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596475873332444050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“ Ketenangan itu mahal “&lt;/b&gt; itulah kata yang aku dengar dari seorang pemabuk berat. Kedengarannya memang sepele apalgi kata itu keluar dari lidah seorang pemabuk. Tapi kalo kita mau merenung sejenak. Memang benar bahwa ketenangan itu mahal. Seperti sabda nabi  “ jangan lihat yang berbicara tapi lihatlah apa yang ia bicarakan “ setiap orang menginginkan ketenangan, terutama jiwanya. Mungkin inilah tujuan hidup manusia yaitu meraih ketengan jiwa yang hakiki. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada hakikatnya Allah menciptakan jin dan manusia tidak lain untuk beribadah kepadaNya. Tapi untuk apa ? Yaitu untuk mencapai ridlo Allah dan mencapai tujuan hidup manusia yang hakiki yaitu mendapatkan ketenangan jiwa. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka orang akan melakukan apa saja atau akan membayar berapapun asalkan jiwanya bisa tenang. Setiap Individu memiliki rasa yang berbeda untuk mencapai tujuan itu. Hal ini tergantung dari apa yang dibutuhkan jiwa kita hanya kita sendiri yang tahu. Mereka sering beranggapan bahwa inilah yang bisa membuat jiwaku tenang. Tapi tidak berapa lama hatinya kembali gundah.   Mereka memang mendapatkan ketenangan tapi ketenangan yang semu. Padahal mereka mengharapkan ketenangan jiwa yang hakiki.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Misalkam seorang pemabok akan  merasa tenang jika sudah minum soju. Memaang saat dia mabuk dia akan melupakan segala permasalahan yang ada, tapi setelah itu hatinya kembali gundah. Demikian pula dengan seorang hartawan. Dia pikir dengan harta yang berlimpah dia bisa membeli segalanya, termasuk dengan ketenangan jiwa. Tapi kenyataannya tidak demikian. Justru dengan hartanya dia merasa selalu was – was.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu mengapa mereka bisa keliru ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin mereka kurang merenung, apa sih sebenarnya dengan dibutuhkan jiwa kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya kebutuhan jiwa setiap manusia itu sama. Seperti halnya tanaman yang membutuhkan air untuk hidup. Demikian pula dengan jiwa yaitu siraman rohani. Diantaranya yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lidah yang selalu basah denga dzikir kepada Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Baca  Al-qur’an tiap selesai sholat walau hanya satu ayat. Al-qur’an adalah pedoman hidup manusia, petunjuk dan penerang jalan kita. Barang siapa meninggalkan Al-qur’an maka hatinya akan gelap maka gelap pula jalan yang akan ia tempuh. Naudzubillah Mindzalik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Khusnuddon terhadap manusia dan Allah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tiap manusia memiliki sisi yang baik dan buruk, memiliki kelebihan dan kekurangan. Kalau kita bisa menyadari dan mengerti ini semua maka hati bisa akan senantiasa tenteram dan selalu bersyukur. Kitapun harus yakin bahwa apapun yang Allah putuskan untuk kita adalah yang terbaik. Karena Allah maha bijaksana lagi maha penyayang.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt;llah tidak akan menguji hambanya diluar batas kemampuan hambanya. Setiap kejadian pasti ada hikmahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Oleh&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Izzatul Fikri&lt;br /&gt;|&lt;/b&gt; Kolumnis Buletin Hidayah Pumita Busan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Red. &lt;b&gt;PumitaBusan.COM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-3322053929288587939?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/3322053929288587939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/ketenangan-itu-mahal.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/3322053929288587939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/3322053929288587939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/ketenangan-itu-mahal.html' title='Ketenangan Itu Mahal'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-FwODlYRtIWM/TaqtJ8gGO5I/AAAAAAAAFWM/915Vu5Um3FE/s72-c/lotus-ketenangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-3316404255673694041</id><published>2011-04-17T17:31:00.003+09:00</published><updated>2011-04-17T17:48:58.173+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Izinkan Kubuktikan Cintaku</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-b784TY0e9Vk/Taqo0CFM8hI/AAAAAAAAFWE/BTm-eydOS-8/s1600/ALLH.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-b784TY0e9Vk/Taqo0CFM8hI/AAAAAAAAFWE/BTm-eydOS-8/s400/ALLH.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596471098826617362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;L&lt;/b&gt;ingkaran emas telah menyelubungi kehidupannya akhir-akhir ini.kepolosannya serta kerendahan diri terlihat jelas di wajahnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mahligai dan gemerlapnya dunia tak membuat matanya tertutup tuk selalu sujud syukur. Kebiasaannya yang unik dari keteguhan hatipun masih terpegang di dadanya. Si kaleng putih itu yang menjadi bukti tekad bulat dirinya. Tak tahu apa yang menjadi niat dia tuk terus maju. Namun kata hati telah terukir indah niatan suci akan menyinari setiap saat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari berbagai usaha pengorbanan serta do'a mengulum di bibir, tumpukan bermacam-macam buku dari ilmu teknologi sampai ilmu agama menemani aktivitasnya yang banyak menguras tenaga. Otaknya yang selalu dia putar untuk mengambil sari madu menetes telak walaupun tak di sadari namun diserapnya secara otomatis. Jangan su'udzon dia bukanlah sikumbang yang mencari kepuasan diri pribadi setelah tak bermadu dia lari gitu aja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Justru titik-titik akhir itu tersimpan banyak inspirasi tersendiri.syair-syair terdengar dikalangan kaum sekitarnya di sharing ulang teriring dengan usaha pengamalan step by step and one by one. Kiasan sederhana penuh makna kudengar dari celoteh bibirnya saat di Tanya temannya,  " mbak dah banyak donk tabungannya kok mau pensiun? " oh, itu ma bukan milikku itu amanat ", jawabnya singkat. temannya hanya bisa geleng kepala aja ternyata banyak celah-celah yang tak diketahui selain si kaleng putih masih ada benda yang tak tampak sebagai saksi dia telah melepas koceknya di Bank yang tak ku tahu jluntrungnya. Akhirnya kuberanikan diri mengitip dengan dekat terali besi jati dirinya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan kepalang takjudnya si kaleng putih ternyata insya'alloh sebagai alat jalan pembersih hartanya yang selama ini dia cari sedangkan transfer koceknya ke Bank sebagai harta yang Alloh titipkan pada dia tuk di kembalikan pada anak-anak yatim maupun fakir miskin. Duh betapa iri hati ini dengan dia, belum lagi setiap tahun dia dengan rutin telah aktif menyiapkan hewan kurban di hari raya idul adha. suatu waktu dia lebih awal menyiapkan hewan kurban namun keluarganya bilang hewan itu mati  dengan kesabarannya tak patah arang dia mengantikan yang lebih bagus dan memohon insya'alloh di ridloi oleh-NYA.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketangkasannya tak dia perlihatkan di muka masyarakat umum kehebatannya di sembunyikannya agar tak menimbulkan sifat takabur semua terbeber  luas di niatan  suci  yang belum tercapai. Takkan ada kata titik dalam dirinya dengan gelimangan harta belum mampu memberikan kemantapan iman. Amalan ibadah yang selalu di tingkatkan dari  wajib hingga yang sunah-sunahnya. Sholat wajib dan sunah tak tertinggal, puasa senin  kamis yang teratur, rutin baca Al-qur'an setelah sholat, serta bibirnya slalu basah dengan untaian dzikir pada Alloh sungguh pluslah nilai dia. Coba kita bayangin Nabi Muhammad s.a.w aja di jamin masuk surga dengan khusuk dan pantang malas menjalankan perintah-perintah Alloh sedangkan kita belum dapat jaminan aja berani meremehkan semua perintah-Nya dan tak mengamalkan ajaran Nabi mestinya kita malu kan!kala kebahagiaan datang butalah mata hati kita tapi saat tertimpa kesusahan teringat pada-NYA. Tanyalah pada diri kita adilkah ini?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan acungan jempol yang diinginkan namun pencariaan sesuatu tak batas waktu sungguh jangan mengenal lelah dalam hidup ini.pajangnya deretan laskar cinta-NYA kan menghiasi kehidupan insan manusia seperti si kaleng putih yang menyimpan beribu-ribu misteri. Benih cinta nan suci terrawat hingga kini dimana penantiannya dilalui penuh keikhlasan jiwa yang tlah disadari bahwa visa seorang umat hanya di tentukan oleh-Nya. Dalam do'anya selalu memohon semoga di berikan kesempatan serta panjang umur tuk membuktikan cintanya dan memenuhi undangan-NYA dibulan dzul hijjah. Langkahnya selama ini merupakan bentuk jihad meraih sebuah cakrawala untuk menjadi (dodot) pakaian diri yaitu akhlaq yang ditanam dalam hati, dengan mempersembahkan bukti spesial pada sang kholik tanpa merusak niatan iman seorang insan.memenuhi panggilan di bulan dzul hijjah nerupakan kewajiban setiap umat pada Alloh yang telah mampu. Tapi kata mampu di salah artikan hingga banyak umat yang sebenarnya di beri kelebihan harta tapi tak merasakan cukup di dalam hatinya. Berfikir logika menumpuk harta serta membangun rumah  bak istana bukan  hal  yang langka lagi tapi memberikan sebagian harta demi tabungan akhiratnya berat di rasakan. Hati yang di gerogoti nafsu belum puas dengan harta yang di amanahkan.tanpa di rasakan penyakit hati yang susah terobati terjangkit dalam hati seorang umat dimana telah melemahkan iman dengan membanggakan diri tanpa di ketahui pula terjerumus oleh sifat riya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedikit demi sedikit benahilah arah niatan hidup kita isilah si kaleng putih untuk usaha meluruskan diri menjadikan senjata menuju ridlo Alloh. Sebagai insan yang mencintai dan ingin di cintai oleh sang pencipta-NYA membuktikan diri serta berjuang fii sabilillah guna bekal di hari akhir merupakan hal penting. Menanamkan dalam relung hati hanya Dia yang the best dalam rangkaian ruang qolbu. Ajaklah dirimu menabungkan sebagian harta dengan tujuan suci kebaitulloh memenuhi panggilan-NYA menyiapkan diri baik lahir maupun batin  serta menempa iman masing-masing. Di baitulloh lah kita akan menemukan hal nyata dan balasan langsung atas perbuatan yang kita perbuat.misal saja umat yang terbiasa berpuasa  nantinya di tanah suci tak kan kehausan di bandingkan dengan umat yang tak biasa berpuasa selalu merasakan kehausan, ada kisah nyata seorang rekan pergi haji dia seorang bisnisman namun dalam otaknya memikirkan anak buahnya yang ditinggalkan di Indonesia karena kurang khusuk ritual hajinya ka'bah yang dekat dengannya tak kelihatan oleh matanya itulah bukti nyata yang dapat dia ambil dan menyadarkannya. Yang selalu menomor satu keduniawian, hidayahpun datang dan dia pulang menjadi haji mabrur yang di ridloi Alloh. Dambakan untuk beribadah ketanah suci atau akhiratnya dunia yang penuh berkah agar dapat menyempurnakan  islam kita serta memberikan iman di hati guna mendapatkan ridlo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga  peluang  menyertai kita untuk memenuhi undangan nan suci dan di jadikan insan yang memegang teguh panji-panji islam, memperbanyak do'a agar Alloh segera mengabulkan semua permohonankita  dengan menyiapkan  diri  sebagai insan yang di nantikan Alloh di detik-detik akhir kehidupan dunia. Dan mudah - mudahan serdadu islam diberikan perlindungan baik dunia akhirat serta di mudahkan dalam segala perkara. Amiin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Oleh, Nuryanti&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;| Penulias Buletin Hidayah Pumita Busan&lt;br /&gt;Red. &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;PumitaBusan.COM&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-3316404255673694041?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/3316404255673694041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/izinkan-kubuktikan-cintaku.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/3316404255673694041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/3316404255673694041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/izinkan-kubuktikan-cintaku.html' title='Izinkan Kubuktikan Cintaku'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-b784TY0e9Vk/Taqo0CFM8hI/AAAAAAAAFWE/BTm-eydOS-8/s72-c/ALLH.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-4482036943731737531</id><published>2011-04-17T16:03:00.005+09:00</published><updated>2011-04-17T17:48:58.174+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Jilbabnya Menerpa Vihara</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-QBPdMNcgQAE/TaqR5YMBtsI/AAAAAAAAFV8/j2ajUBs0gBc/s1600/hijab_dubai.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 254px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-QBPdMNcgQAE/TaqR5YMBtsI/AAAAAAAAFV8/j2ajUBs0gBc/s400/hijab_dubai.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596445901892728514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;K&lt;/b&gt;esunyian serta kedamaian suasana alami di perkampungan tanah kelahirannya dengan berat dia tinggalkan, kakinya terasa tak bisa bergerak, air matanya membanjiri pipi. Jelas nampak keaslian anak desa yang lugu. Keinginannya tak mau membebani orangtua selepas masa sekolahnya dan hidup mandiri setidaknya sedikit meringankan derita keluarga. Hatinya tak sanggup melihat adik-adiknya yang masih kecil dan harus menyelesaikan masa sekolah masing-masing.apalagi ditambah dengan makin melejitnya biaya tahun demi tahun. Tak terbayangkan jerih payah kedua orangtuanya terutama sang umi memegang peran penting di keluarga. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketegaran umi membuat hatinya tak mau kalah dia ingin meneladani keemasan hati sang umi. Di hati yang dalam ingin sekali membahagiakan orang yang sangat dia cintai. Langkahnya mengantarkan dia tuk berjuang di kota melawan arus tuk meraih yang dicarinya. Jatuh bangunpun terasa melelahkan diri akhirnya tak terpikir dia terlempar di perantauan nan jauh dari orang-orang yang dia sayangi. Bukan semanis bayangannya kerikil itu masih ada di depannya namun syukur pada Alloh dia masih di beri kekuatan serta kesabaran. Dia bertahan walaupun sakit hatinya setiap saat menghantui mesti disadari begitulah nasib ikut orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kuluman senyum masih terlukis di bibirnya ada sesuatu istimewa yang dia rasakan. Sedikit meringankan beban keluarga ternyata mengobati sakit dihatinya masih lagi dia telah memanfaatkan hasil kerjanya membantu pembangunnan mushola di kampungnya. Terasa bagai air es menyiram di saat kehausan. Badaipun menhampirinya kembali dia mesti putus kontrak dengan majikannya karena sang bos tak sanggup membayarnya lagi tapi Alloh maha segalanya saat dia mencari majikan kebetulan temannya pulang. Lalu dia masuk di rumah sang bos menggantikan posisi temannya. Lagi-lagi hambatan datang masuk imigrasi ternyata berkas-berkas si bos baru tidak lengkap hingga dia terancam mesti go home. Di dalam sholat dia menangis berdo'a memohon semoga kemulusan jalan dilaluinya. Penantiannya tak sia-sia akhirnya dia bisa kerja di bos baru tapi uniknya di sini harus mengasah mental menghadapi berbagai tantangan. Si bos bukan superman tapi banyak tuntutan yang membuat kalang kabut  belum lagi penyesuaian tempat masih tak teratasi. Kurus kering tubuhnya tak membuat dia menyerah gitu saja, orang di kiri dan kanannya dengan sengaja melemparkan batu di dirinya. Hatinya menjerit rasa tak sanggup menghadapi beban hidup pipinya basah dengan air mata setiap saat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bermacam problema datang menghampirinya, orang yang tak menyukai berusaha membuat agar dia tak betah ditempat kerjanya namun sebaliknya orang yang menyukai kerja dengan ramah penuh kasih sayang membuainya. Adu dombapun terjadi di tempat kerja dia yang cukup banyak orang dengan berbagai karakter masing-masing. Nasibnya makin hari makin memprihatinkan, sang bospun melarangnya mengerjakan kewajiban sholat lima waktu dan puasa baik wajib maupun sunah karena menganggu jam kerja. Tapi dengan cerdiknya dia mencuri-curi waktu hingga diketahui si bos maka marah dan caci makipun di dapatkannya. Karena hatinya kesal meluncurlah kata-kata yang membuat kaget majikannya dia memilih angkat kaki dari tempat kerja demi kewajibannya pada Alloh akhirnya majikan memilih damai dengannya. Belum selesai masalah saat holiday dia ketahuan  memakai jilbab di depan bosnya maka pulang libur berakhir dengan kesedihan larangan memakai jilbab dan baju yang berwarna putih maupun hitam di tetapkan si bos lagi. Padahal putih adalah warna kebanggaannya selama ini duh keluhnya dihati. Walaupun si bos banyak peraturan dia memilih pura-pura masa bodoh dan selalu mengiyakan apa yang dikatakannya. Mengalah merupakan senjata yang bagus tuk melawan si bos.  Tak disadari diam-diam dia memasukkan virus kasih sayang hingga membuat si bos tak bisa mengerti apa yang dia mau. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlahan-lahan dia berani mencari-cari waktu tuk sekedar ngobrol yang disertai sentuhan agamis sang bos menjadi penasaran. Tetes demi tetes maka pengertian tentang agama islam pun di serap sampai mengapa seorang wanita di haruskan menutup aurotnya si bospun angkat tangan dengan prilaku dia.kepercayaan penuh di berikan kepadanya bagaikan seorang nyonya di rumah majikan sendiri. Bospun tak takut memberi uang yang bermilyar-milyar di tangannya. Administrasi rumah diserahkan padanya tanpa ada rasa takut di hati. Bos mengerti sang pembantu tak takut pada dia, tapi amanat yang diberikannya dipertanggungjawabkan oleh si pembantu pada Alloh. Tak terpikir di sebuah wihara yang cukup megah itu hidup seorang budhis yang ternama dengan sang pembantu muslim yang memegang bendera islam dengan tawadlu. Pembantu itu telah menunjukkan pada semua orang bahwa agamanyapun perlu di hargai dan di junjung tinggi di wihara itulah dia menghembuskan nafas-nafas islami hingga mengalahkan sang budhis ternama. Kasih sayangnya pada semua orang disekitar telah meluluhkan batu-batu di hati para penganut budha itu. Senyumannya tersimpul di setiap waktu walaupun kadang tangan-tangan jahil ingin membunuhnya perlahan dia tetap tawakal serta berusaha pada Alloh. Layaknya seorang muslimah sejati dia tetap melakukan kewajiban sebagai hamba Alloh.dengan berbusana rapi serta tertutup aurotnya menghindarkan dia dari hal yang tak baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jilbabnya yang bersih menimbulkan berbagai penafsiran apalagi hidupnya di sebuah wihara yang cukup megah dan ternama di kota itu. Banyak budhis unjuk rasa atas sikap sang majikannya (budhis) agar menindaklanjuti sang pembantu muslim. Maklum manusia selalu berubah-ubah sikapnya dengan tenang pembantu memberikan motifasi pada si majikan untuk mengambil putusan bahwa wihara takkan kotor dengan adanya si muslim di sini. Alloh akan memberikan jalan untuk setiap umatnya. Dengan dorongannya sang majikan tak gentar. Entah apa kata dunia di suatu wihara seorang budhis dan si muslim saling bantu membantu berjalan seiring tanpa mengotori rasa ingin mematikan satu sama lainnya. Niat si muslim yang baik merupakan amalan yang diridloi oleh Alloh dan di jadikan momentum dalam melangkahkan karirnya di masa depan. Saling mengisi dan menggali ilmu antara dia dan si budhis merupakan hal penting dengan mengambil hikmah dari semua kehidupan masing-masing. Budhispun salut dengan kepribadian muslim yang mengangkat tinggi agamanya. Di sini menjadikan cacatan sejarah bagi si budhis.betapa kekagumannya masih terlihat ketika melihat si pembantu mengulurkan jilbabnya hingga menerpa wihara tempat persembahyangannya. Hatinya tak rela melepaskan sang pembantu untuk meninggalkan dia selama-lamanya pulang ketanah kelahirannya. Di wajahnya yang menginjak usia tua dia menyembunyikan air matanya menatap terakhir pembantunya tercinta. Sang pembantupun tak sanggup menahan pergulatan hatinya tak bisa membohongi diri diapun menyayangi si bos yang nampak tua dan lelah hidup sendiri walaupun di sekitar banyak orang mecintainya rasa tak tega merayapi hatinya. Semoga hikmah ini bermanfaat pada kita semua. Amiiin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Oleh, Nuryanti &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;| Penulis Buletin Hidayah Pumita Busan tahun 2006 - 2007&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Red. Pumitabusan.com&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-4482036943731737531?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/4482036943731737531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/jilbabnya-menerpa-vihara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/4482036943731737531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/4482036943731737531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/jilbabnya-menerpa-vihara.html' title='Jilbabnya Menerpa Vihara'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-QBPdMNcgQAE/TaqR5YMBtsI/AAAAAAAAFV8/j2ajUBs0gBc/s72-c/hijab_dubai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-448066408717487935</id><published>2011-04-14T15:07:00.004+09:00</published><updated>2011-04-19T12:15:41.338+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat Nabi'/><title type='text'>Kisah Sahabat Nabi - Khulafaur Rasyidin : Umar bin Khathab (634-644 M) Pemimpin yang Adil (1)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Dr7_Iqey-C0/Taz9_tfBudI/AAAAAAAAFXQ/WudFKrhnyUw/s1600/Khulafaur%2BRasyidin%2BUmar%2Bbin%2BKhathab%2B%2528634-644%2BM%2529%2BPemimpin%2Byang%2BAdil%2B%25283%2529.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 320px; height: 310px; " src="http://2.bp.blogspot.com/-Dr7_Iqey-C0/Taz9_tfBudI/AAAAAAAAFXQ/WudFKrhnyUw/s400/Khulafaur%2BRasyidin%2BUmar%2Bbin%2BKhathab%2B%2528634-644%2BM%2529%2BPemimpin%2Byang%2BAdil%2B%25283%2529.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597127707898001874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;U&lt;/b&gt;mar benar-benar tak kuasa menahan amarah. Tekadnya sudah bulat. Hari itu juga ia harus menghabisi Rasulullah Saw. Dengan pedang terhunus di tangan, putra pasangan Al-Khathab dan Hanthamah ini bergegas meninggalkan rumahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tengah perjalanan ia berjumpa dengan Nuaim bin Abdullah, seorang teman yang memberitakan bahwa adik perempuannya sendiri, Fathimah binti Al-Khathab dan suaminya Said bin Zaid telah memeluk Islam. Kemarahan Umar semakin membuncah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dipenuhi dengan murka tak tertahan, Umar mengalihkan arah perjalanannya. Ia bersegera menuju rumah adiknya, Fathimah. Di depan pintu, ia menemukan Fathimah dan suaminya sedang membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, surah Thaha.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih dipenuhi kemarahan, Umar menghardik Fathimah dan memerintahkannya untuk meninggalkan Islam dan kembali kepada tuhan-tuhan nenek moyang meraka. Di puncak amarahnya, Umar sempat memukul Said bin Zaid dan menampar adiknya, Fathimah. Darah mengalir dari celah bibir Fthimah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hati Umar luluh. Di tengah kegalauannya itu, pandangan Umar menangkap sebuah lembaran yang bertuliskan ayat-ayat Al-Qur’an. Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang. Hatinya ciut. Dengan tangan bergetar, Umar meminta lembaran itu. Fathimah menolak. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Hisyam—dalam Sirah-nya—meriwayatkan, Fathimah sempat meminta Umar untuk mandi lebih duu. Setelah itu, ia menyerahkan lembaran bertuliskan surah Thaha itu kepada Umar. Begitu membaca ayat-ayat tersebut, perasaan Umar tenang. Kedamaian pun menyelimutinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hati Umar benar-benar luluh. Timbullah keinginan kuat untuk segera menemui Rasulullah Saw. Ditemani Khabbab bin Arts, Umar meninggalkan rumah Fathimah menuju rumah Al-Arqam bin Abi Al-Arqam di mana Rasulullah Saw sedang menyampaikan dakwah secara sembunyi-sembunyi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di hadapan Rasulullah Saw, Umar berlutut menyatakan keislamannya. Kala itu tahun keenam dari kenabian. Umar berada pada urutan ke-40 dari mereka yang mula-mula masuk Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT mengabulkan doa Rasulullah Saw yang pernah beliau lantunkan, “Ya Allah, muliakanlah Islam dengan dua orang yang paling Engkau cintai; dengan Umar bin Al-Khathab atau dengan Abu Jahal bin Hisyam.” (HR At-Tirmidzi). Ternyata yang lebih Allah cintai adalah Umar bin Al-Khathab.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Doa dan harapan Rasulullah ini sangat bisa dipahami. Sebelum masuk Islam, Umar adalah orang yang paling memusuhi Islam, sampai-sampai ada yang pernah berujar, “Meski keledainya masuk Islam, sesekali Umar tidak akan masuk Islam.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sumber: Sejarah Para Khalifah karya Hepi Andi Bastoni&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-448066408717487935?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/448066408717487935/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-khulafaur-rasyidin_5299.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/448066408717487935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/448066408717487935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-khulafaur-rasyidin_5299.html' title='Kisah Sahabat Nabi - Khulafaur Rasyidin : Umar bin Khathab (634-644 M) Pemimpin yang Adil (1)'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Dr7_Iqey-C0/Taz9_tfBudI/AAAAAAAAFXQ/WudFKrhnyUw/s72-c/Khulafaur%2BRasyidin%2BUmar%2Bbin%2BKhathab%2B%2528634-644%2BM%2529%2BPemimpin%2Byang%2BAdil%2B%25283%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-3447039219346982072</id><published>2011-04-14T15:06:00.017+09:00</published><updated>2011-04-20T14:51:09.714+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mu&apos;alaf'/><title type='text'>Kisah Mu'alaf - Denise Horsley Saya Penari, Bolehkah Saya Memeluk Islam ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-WuQWWRoBlyc/Ta5vA4fmrxI/AAAAAAAAFYQ/ryDdpelFiLc/s1600/Denise%2BHorsley%2BSaya%2BPenari%252C%2BBolehkah%2BSaya%2BMemeluk%2BIslam.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 360px; height: 260px; " src="http://2.bp.blogspot.com/-WuQWWRoBlyc/Ta5vA4fmrxI/AAAAAAAAFYQ/ryDdpelFiLc/s400/Denise%2BHorsley%2BSaya%2BPenari%252C%2BBolehkah%2BSaya%2BMemeluk%2BIslam.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597533447823732498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;M&lt;/b&gt;enari adalah dunia Denise Horsley. Hobinya itu mengantarkannya melanglang buana, mendapatkan penghasilan lumayan, dan menjadi asisten dosen di fakultas seni di sebuah universitas di London. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wanita berusia 25 tahun ini lincah di atas panggung, dan sesekali berjilbab di kesehariannya. Tak ada yang menyangka, jebolan London College of Dance/Middlesex University tahun 1998 ini melalui pergulatan batin panjang sebelum memeluk Islam. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkenalannya dengan Islam dimulai saat ia duduk di bangku kuliah. Ia enggan menceritakan siapa yang mengenalkan pertama kali, namun peraih gelar sarjana tari dengan nilai tertinggi ini menjadi sangat ingin tahu belajar tentang Islam. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Semakin saya membaca banyak tentang Islam, semakin saya mengakui agama ini sungguh masuk akal," katanya. Di sela-sela kesibukannya, ia kerap menghabiskan waktu  berjam-jam di perpustakaan Masjid Regent's Park hanya untuk membaca terjemahan Alquran. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti Alkitab, Quran menyebutkan nabi, malaikat, mukjizat, perbuatan baik dan buruk, pahala dan hukuman, pertobatan dan pengampunan, surga dan neraka, Adam dan Hawa, Taurat, Injil dan banyak hal lainnya yang akrab baginya. "Namun pertanyaan yang telah berlama-lama mengendap dalam pikiran saya sejak sekolah Katolik akhirnya terjawab, tentang konsep ketuhanan," ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu saat di bulan Ramadhan tahun 2009, ia memberanikan diri datang ke ruang shalat di masjid itu. "Saya memutuskan untuk menghadiri shalat Taraweh selama bulan Ramadhan. Menuju masjid, di dalam mobil saya gugup, bagaimana saya harus bershalat," ujarnya mengenang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia mengamati shalat berjamaah yang sungguh menyentuh hatinya. Tekad Denise untuk menjadi Muslimah tak lagi bisa terbendung. Pertanyaan pertama yang dilontarkannya, "Bisakah seorang penari menjadi Muslimah?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komunitas masjid menyambutnya dengan hangat. Denise pun menyatakan syahadat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini, ia tetap menjadi penari, dan makin rajin belajar agama. "Keluarga saya menerima dan bahkan sangat bahagia, karena saya menemukan sesuatu yang membuat saya begitu bersemangat," ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia menyatakan, citra Islam sangat tergantung pada bagaimana Muslim dan Muslimah bersikap. "Tuhan telah menciptakan Anda dan membawa Anda dalam perjalanan hidup Anda karena suatu alasan, jadi biarkan orang melihat keindahan Islam melalui Anda," ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sumber: republika.co.id&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-3447039219346982072?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/3447039219346982072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-mualaf-denise-horsley-saya-penari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/3447039219346982072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/3447039219346982072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-mualaf-denise-horsley-saya-penari.html' title='Kisah Mu&apos;alaf - Denise Horsley Saya Penari, Bolehkah Saya Memeluk Islam ?'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-WuQWWRoBlyc/Ta5vA4fmrxI/AAAAAAAAFYQ/ryDdpelFiLc/s72-c/Denise%2BHorsley%2BSaya%2BPenari%252C%2BBolehkah%2BSaya%2BMemeluk%2BIslam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-8819963246782784475</id><published>2011-04-14T15:06:00.016+09:00</published><updated>2011-04-20T14:51:09.715+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mu&apos;alaf'/><title type='text'>Kisah Mu'alaf -Hidayah Datang Saat Myrto Menghadiri Pemakaman Teman</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-axnDU0sB61Q/Ta5ucCDh0JI/AAAAAAAAFYI/n3vAO3rRYE8/s1600/Hidayah%2BDatang%2BSaat%2BMyrto%2BMenghadiri%2BPemakaman%2BTeman.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 360px; height: 260px; " src="http://2.bp.blogspot.com/-axnDU0sB61Q/Ta5ucCDh0JI/AAAAAAAAFYI/n3vAO3rRYE8/s400/Hidayah%2BDatang%2BSaat%2BMyrto%2BMenghadiri%2BPemakaman%2BTeman.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597532814735167634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Pertanyaan itu saling berbalapan dalam pikiranku. Apakah ini akan membuatku menjadi seorang Muslim? Apa arti berislam setelah semua? Begitu gampangkah menjadi seorang Muslim? Dan apa yang terjadi setelah itu? Bagaimana jika aku menyesal?" ujar Myrtho, menceritakan apa yang berkecamuk dalam benaknya beberapa menit menjelang bersyahadat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi Myrto -- ia menolak menyebutkan nama belakangnya -- menemukan agama bukan terjadi dalam semalam. "Aku butuh waktu hampir sembilan tahun untuk percaya bahwa sebenarnya ada Tuhan dan memilih Islam sebagai cara untuk menyembah Dia," katanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Myrto memiliki kehidupan yang sangat keras. Ia mempunyai pengalaman traumatis pribadi yang membuatnya kerap frustrasi. Lari pada agama seperti yang disarankan banyak orang padanya? Nonsense. "Aku hampir sepenuhnya menolak kehadiran Tuhan atau apapun namanya dalam hidupku," katanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hingga suatu hari, ia menghadiri pemakaman temannya. Sang pendeta di akhir ceramahnya berkata, "Istirahatlah dengan tenang, dan abaikan semua dosa."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Meskipun aku benar-benar tidak puas oleh perilaku agamawan di Yunani dan masih terngiang-ngiang kata-kata pendeta di pemakaman, aku memutuskan untuk mulai membaca tentang agama," katanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia mulai meneliti agama Kristen dan terutama Dogma Ortodoks, juga Yudaisme, dan Budha sebelum akhirnya Islam. "Aku mulai secara bertahap percaya pada Tuhan, imanku pada Tuhan menjadi kuat seiring waktu, walau aku belum memilih, akan memuja Tuhan dengan agama apa," katanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika makin dalam belajar, banyak pertanyaannya yang jawabannya ada dalam ajaran Islam. "Islam berarti perdamaian dan Muslim berarti orang yang menawarkan dirinya kepada Allah saja, tanpa penyesalan atau keuntungan pribadi," ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia juga menemukan anggapan publik Yunani tentang beberapa simbol Islam, ditafsirkan secara salah. Misalnya saja, karena kirabnya menggunakan bahasa Arab, maka hanya ditujukan untuk orang Arab. Atau simbol bulan sabit yang diartikan sebagai simbol mandi darah dan balas dendam. "Bulan sabit merupakan peringatan bahwa orang Muslim menghitung waktu berdasarkan bulan, bukan matahari," ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;keinginannya berislam semakin mantap ketika ia meneruskan studi ke Inggris. Sumber-sumber mempelajari Islam banyak dijumpai di negara ini. "Aku bertemu banyak Muslim, membaca lebih beragam literatur, menonton film dokumenter, menghadiri ceramah Islam, pergi ke museum Islam, dan menghadiri kelas Islam," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka bulat hati, ia bersyahadat, namun dengan syarat. "Aku memutuskan untuk memulai hidup sebagai seorang Muslim untuk jangka waktu tertentu, untuk melihat apa  apakah itu benar-benar begitu sulit. Seperti yang dinyatakan dalam Quran, pria dan wanita diciptakan sama-sama memiliki kehendak bebas untuk mereka sendiri," katanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa artinya hidup sebagai seorang Muslim? Apakah harus mengenakan abaya dan niqaab? Haruskah berdoa 10 kali sehari? Bagaimana dengan puasa ketat selama bulan Ramadhan? Terus, tinggal di rumah dan memiliki banyak anak? Menghindari segala macam pengalaman yang menyenangkan kalau-kalau Anda melakukan sesuatu yang terlarang? Pertanyaan itu terus berputar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hingga akhirnya ia menemukan: Islam bukanlah sistem yang ketat aturan atau semacam penjara. "Islam menuntun untuk mlakukan perbuatan baik setiap hari, berusaha untuk menghindari tindakan buruk, berdoa sebanyak yang Anda bisa, puasa sebanyak yang Anda bisa, menunjukkan cinta dan kasih sayang, selalu berjuang untuk memperbaiki diri sendiri, maju dan berkembang dalam pengetahuan hari demi hari, mencoba melakukan yang  terbaik setiap hari, hanya inilah yang diperlukan untuk menjadi seorang Muslim," katanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia memperbaharui syahadatnya. Kini, Myrto telah kembali ke Yunani dan menikah dengan seorang Muslim Inggris. "Aku menyadari bahwa saya bisa hidup sebagai seorang Muslim, aku hanya mengubah cara dan frekuensi doa, berhenti makan daging babi atau minum alkohol, dan kini aku memakai jilbab. Itu saja."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: republika.co.id&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-8819963246782784475?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/8819963246782784475/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-mualaf-hidayah-datang-saat-myrto.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/8819963246782784475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/8819963246782784475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-mualaf-hidayah-datang-saat-myrto.html' title='Kisah Mu&apos;alaf -Hidayah Datang Saat Myrto Menghadiri Pemakaman Teman'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-axnDU0sB61Q/Ta5ucCDh0JI/AAAAAAAAFYI/n3vAO3rRYE8/s72-c/Hidayah%2BDatang%2BSaat%2BMyrto%2BMenghadiri%2BPemakaman%2BTeman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-5466114414982988632</id><published>2011-04-14T15:06:00.015+09:00</published><updated>2011-04-20T14:25:37.210+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam Mancanegara'/><title type='text'>Islam Mancanegara - Mengapa Sheriff Lee Baca Diidolakan Muslim Amerika</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ZDB49fvNRvU/Ta5t1i6xiqI/AAAAAAAAFYA/7xb8R4bquLE/s1600/Mengapa%2BSheriff%2BLee%2BBaca%2BDiidolakan%2BMuslim%2BAmerika.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 360px; height: 260px; " src="http://4.bp.blogspot.com/-ZDB49fvNRvU/Ta5t1i6xiqI/AAAAAAAAFYA/7xb8R4bquLE/s400/Mengapa%2BSheriff%2BLee%2BBaca%2BDiidolakan%2BMuslim%2BAmerika.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597532153541921442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; LOS ANGELES - Siapa aparat kepolisian yang paling populer di kalangan Muslim Amerika Serikat? Jawabannya pasti Lee Baca, sheriff Los Angeles County, California. Dimanapun dia berada, Muslim akan menyapanya, begitupun sebaliknya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dialah yang antara lain memberi masukan untuk merangkul Muslim sebagai bagian dari bangsa Amerika serikat. begitupun saat berbicara tentang isu keamanan nasional, dia senantiasa meminta Muslim agar jangan ditinggalkan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pekan lalu, New York Times menguntit dia seharian. Tujuannya, untuk menuliskan reortase tentang bagaimana keseharian sang sheriff idola ini. laporan itu akan diturunkan pekan ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat berjalan bersama, misalnya, tiba-tiba muncul serombongan gadis berjilbab. Baca menyapanya, begitupula pada gadis itu. "Apakah mereka terlihat seperti teroris untuk Anda?" katanya pada wartawan itu. "Bagi saya tidak. Mereka bukan teroris. Saya tahu seperti apa publik saya."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat gelombang kebencian pasca Peristiwa 9/11 dengan cepat melanda AS, Baca mengambil arah yang tidak biasa. Ketika banyak politisi memilih pendekatan  kekuasaan, Baca malah membuka Alquran. Ia menelaah kitab itu, membacanya dari depan ke belakang, dan menghafal beberapa bagiannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari setelah serangan teroris, Baca bertemu dengan para pemimpin Muslim lokal, menjanjikan  perlindungan. Menanggapi laporan bahwa pemilik toko Pakistan sedang diganggu, Baca memerintahkan deputinya untuk "memberikan dukungan dan perlindungan penuh."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Empatinya untuk minoritas teraniaya, katanya, tidak berakar pada apapun pengalaman di masa lalunya. meski ia keturunan Amerika Meksiko, ia mengalami kehidupan yang normal seperti anak-anak lain. "Bukan karena latar belakang bagaimana seseorang berbuat kebaikan pada orang lain. Kehidupan memang harus berjalan demikian (saling berbuat baik, red)," katanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;David Leroy "Lee" Baca  ahir 27 Mei 1942. Baca memegang gelar doktor Administrasi Publik dari University of Southern California. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baca terpilih dan dilantik menjadi sheriff Los Angeles County pada tanggal 7 Desember 1998. Ia terpilih kembali untuk masa jabatan keempat pada tahun 2010. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baca menikah dengan Carol. Mereka aktif dalam berbagai organisasi masyarakat, termasuk Los Angeles Chinese American Museum. Mereka diberi penghargaan Historymakers pada tahun 2004 untuk tindakan visioner.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: Los Angeles Times / republika.co.id / pumitabusan.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-5466114414982988632?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/5466114414982988632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/islam-mancanegara-mengapa-sheriff-lee.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/5466114414982988632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/5466114414982988632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/islam-mancanegara-mengapa-sheriff-lee.html' title='Islam Mancanegara - Mengapa Sheriff Lee Baca Diidolakan Muslim Amerika'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ZDB49fvNRvU/Ta5t1i6xiqI/AAAAAAAAFYA/7xb8R4bquLE/s72-c/Mengapa%2BSheriff%2BLee%2BBaca%2BDiidolakan%2BMuslim%2BAmerika.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-1261891760289024962</id><published>2011-04-14T15:06:00.014+09:00</published><updated>2011-04-20T14:22:07.422+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam Mancanegara'/><title type='text'>Islam Mancanegara - Banyak Siswanya Muslim, Guru Katolik Pelajari Islam</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-GC0a8LSeLoY/Ta5tEsvw00I/AAAAAAAAFX4/xnboKgNwYPg/s1600/Banyak%2BSiswanya%2BMuslim%252C%2BGuru%2BKatolik%2BPelajari%2BIslam.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 360px; height: 260px; " src="http://3.bp.blogspot.com/-GC0a8LSeLoY/Ta5tEsvw00I/AAAAAAAAFX4/xnboKgNwYPg/s400/Banyak%2BSiswanya%2BMuslim%252C%2BGuru%2BKatolik%2BPelajari%2BIslam.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597531314366501698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;K&lt;/b&gt;ursus pendidikan tentang prinsip-prinsip Islam bakal dihadiri oleh guru Sekolah Katolik di Tourcoing, utara Prancis. Masjid Sunna, yang merupakan masjid tertua di kota tersebut, bakal menjadi tuan rumah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kehadiran para guru Katolik tersebut, merupakan permintaan sekelompok guru dari tiga sekolah Katolik di Prancis. Mereka mengaku tertarik untuk mempelajari Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alasan para guru Katolik tertarik untuk mempelajari Islam, adalah karena banyak siswanya yang beragama Muslim. Dalam pertemuan dengan beberapa guru Katolik, Rachid Sahri, Direktur Institut Islam di Roubaix mengatakan bahwa Muslim dan Kristen percaya kepada Tuhan, meskipun ada beberapa titik pandang individu dalam hal agama. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia mencatat bahwa pengajaran prinsip-prinsip Islam untuk guru di sekolah Katolik merupakan langkah besar menuju mempromosikan budaya dialog antar agama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: www.abna.ir / republika.co.id / pumitabusan.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-1261891760289024962?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/1261891760289024962/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/islam-mancanegara-banyak-siswanya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/1261891760289024962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/1261891760289024962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/islam-mancanegara-banyak-siswanya.html' title='Islam Mancanegara - Banyak Siswanya Muslim, Guru Katolik Pelajari Islam'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-GC0a8LSeLoY/Ta5tEsvw00I/AAAAAAAAFX4/xnboKgNwYPg/s72-c/Banyak%2BSiswanya%2BMuslim%252C%2BGuru%2BKatolik%2BPelajari%2BIslam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-5635227289153814450</id><published>2011-04-14T15:06:00.012+09:00</published><updated>2011-04-19T12:15:30.979+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat Nabi'/><title type='text'>Kisah Sahabat Nabi - Khulafaur Rasyidin: Umar bin Khathab (634-644 M) Pemimpin yang Adil (2)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-RCwetfuqrqA/Taz9UE8ArYI/AAAAAAAAFXI/aH0bvorN4yY/s1600/Khulafaur%2BRasyidin%2BUmar%2Bbin%2BKhathab%2B%2528634-644%2BM%2529%2BPemimpin%2Byang%2BAdil%2B%25283%2529.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 320px; height: 310px; " src="http://3.bp.blogspot.com/-RCwetfuqrqA/Taz9UE8ArYI/AAAAAAAAFXI/aH0bvorN4yY/s400/Khulafaur%2BRasyidin%2BUmar%2Bbin%2BKhathab%2B%2528634-644%2BM%2529%2BPemimpin%2Byang%2BAdil%2B%25283%2529.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597126958279339394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak masuk Islam, Umarlah yang memprakarsai era keterbukaan dalam dakwah. Dialah yang menancapkan tonggak Al-Faruq (pembeda antara yang hak dan bathil). “Kami semua senantiasa mulia sejak Umar masuk Islam,” kenang Ibnu Mas’ud sebagaimana diriwayatkan Al-Bukhari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Mas’ud menambahkan, “Masuknya Umar dalam Islam adalah pembukaan. Hijrahnya adalah kemenangan, kekuasaannya adalah rahmat. Sungguh kami menyadari diri kami sebelumnya tidak mampu melaksanakan shalat di Ka’bah hingga Umar masuk Islam. Ketika masuk Islam, ia memerangi mereka dan membiarkan kami shalat.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Shuhaib bin Sinan juga berkomentar, “Ketika Umar bin Al-Khathab masuk Islam, dakwah Islam muncul dan diserukan secara terang-terangan. Kami menjadi leluasa duduk melingkar dan berthawaf di Ka’bah. Kami juga tertolong dari siapa saja yang berlaku kasar kepada kami.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Umar bin Al-Khathab meminta izin kepada Rasulullah, sementara itu dalam majelis beliau banyak sekali wanita-wanita Quraisy yang bicara kepada beliau dengan suara keras yang melebihi suara beliau. Ketika Umar bin Al-Khathab meminta izin masuk, maka mereka bangkit dan buru-buru mengenakan hijab (penutup seluruh tubuh) kemudian Rasulullah mengizinkannya masuk, maka Umar masuk sementara Rasulullah tertawa, maka ia berkata, ‘Semoga Allah membukakan gigimu (untuk tertawa) wahai Rasulullah.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi Saw bersabda, “Aku kagum dengan wanita-wanita yang berada dalam majelisku ini, tatkala mereka mendengar suaramu maka dengan cepat mengenakan hijabnya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umar berkata, “Padahal engkau paling berhak ditakuti oleh mereka, wahai Rasulullah.” Kemudian Umar melanjutkan, “Wahai musuh-musuh diri kalian sendiri, apakah kalian takut kepadaku dan tidak takut kepada Rasulullah Saw?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka menjawab, “Ya, sebab engkau lebih tajam (kata-katanya) dan lebih keras dari Rasulullah Saw.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi Saw bersabda, “Sudahlah wahai putra Al-Khathab, Demi Dzat yang jiwaku ada pada-Nya, tidaklah syetan bertemu denganmu berjalan pada suatu jalan yang sama kecuali ia mencari jalan selain jalanmu.” (HR Bukhari-Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemuliaan Umar tak hanya ada pada keberaniannya, tetapi juga pada kebenaran dirinya. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah menjadikan kebenaran pada lidah dan hati Umar.” (HR At-Tirmidzi).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika kebenaran berada pada lisan dan hatinya, ia menepati Tuhannya lebih dari satu permasalahan. Umar pernah berkata, “Aku menepati Tuhanku pada tiga permasalahan. Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, andaikan kita menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat,’ maka turunlah ayat, “…dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim tempat shalat…” (QS Al-Baqarah: 125).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peristiwa kedua adalah turunnya ayat tentang hijab, aku (Umar) berkata, “Wahai Rasulullah, seandainya engkau memerintahkan istri-istrimu untuk menutup tubuh (mengenakan hijab) sebab  yang berbicara dengan mereka adalah orang baik dan juga orang yang keji,” maka turunlah ayat tentang hijab.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga adalah ketika istri-istri beliau berkumpul karena sifat cemburu terhadap beliau, maka aku (Umar) berkata, “Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.” (QS At-Tahrim: 125), maka turunlah ayat ini.’&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sumber: Sejarah Para Khalifah karya Hepi Andi Bastoni&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-5635227289153814450?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/5635227289153814450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-khulafaur-rasyidin_14.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/5635227289153814450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/5635227289153814450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-khulafaur-rasyidin_14.html' title='Kisah Sahabat Nabi - Khulafaur Rasyidin: Umar bin Khathab (634-644 M) Pemimpin yang Adil (2)'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-RCwetfuqrqA/Taz9UE8ArYI/AAAAAAAAFXI/aH0bvorN4yY/s72-c/Khulafaur%2BRasyidin%2BUmar%2Bbin%2BKhathab%2B%2528634-644%2BM%2529%2BPemimpin%2Byang%2BAdil%2B%25283%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-6589465342401521971</id><published>2011-04-14T15:05:00.013+09:00</published><updated>2011-04-19T12:08:53.571+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat Nabi'/><title type='text'>Kisah Sahabat Nabi - Khulafaur Rasyidin Umar bin Khathab (634-644 M) Pemimpin yang Adil (3)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-zVxg74cIH-M/Taz8YppcsII/AAAAAAAAFXA/Ki7Fcx5uYOY/s1600/Khulafaur%2BRasyidin%2BUmar%2Bbin%2BKhathab%2B%2528634-644%2BM%2529%2BPemimpin%2Byang%2BAdil%2B%25283%2529.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 320px; height: 310px; " src="http://1.bp.blogspot.com/-zVxg74cIH-M/Taz8YppcsII/AAAAAAAAFXA/Ki7Fcx5uYOY/s400/Khulafaur%2BRasyidin%2BUmar%2Bbin%2BKhathab%2B%2528634-644%2BM%2529%2BPemimpin%2Byang%2BAdil%2B%25283%2529.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597125937341444226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;elain tiga hal itu, masih ada beberapa pendapat Umar yang sejalan dengan Al-Qur’an. Ia pernah mengusulkan untuk membunuh tawanan Perang Badar dan tidak menerima tebusan dari mereka. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu turunlah firman Allah SWT, “Tidak patut bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta duniawi sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil.” (QS Al-Anfal: 67-68).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umar juga pernah menyampaikan kepada Nabi agar tidak menshalati jenazah orang-orang munafik. Lalu turunlah firman Allah, “Janganlah kalian menshalati orang yang mati dari mereka selamanya, dan jangan kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya, sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” (QS At-Taubah: 84).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umar termasuk orang yang terhormat dari suku Quraisy, dan kepadanyalah diserahkan masalah kedutaan pada masa jahiliyah. Jika di antara orang-orang Quraisy terjadi masalah atau mereka bermasalah dengan suku lainnya, maka yang dikirim sebagai duta adalah Umar. Apa pun solusi yang ia berikan, baik menyebabkan jauhnya hubungan atau penyebab kebanggaan, mereka mengirimkannya untuk tugas-tugas tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak merengkuh hidayah, Umar tak pernah menutupi keislamannya. Keberanian dan pengabdian Umar kepada Islam sebagai penduduk Makkah yang paling berpengaruh, menaikkan semangat juang kaum Muslimin lainnya. Keberanian Umar dalam memisahkan antara kebenaran dan kebathilan membuatnya dijuluki Al-Faruq, yang berarti pemisah antara kebenaran dan kebathilan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada  masa pemerintahan Abu Bakar, Umar adalah sahabat dan penasihat terdekat. Hal ini yang membuat Umar menjadi nominator terkuat untuk meneruskan kekhalifahan Abu Bakar. Maka, ketika Abu Bakar wafat, kaum Muslimin sepakat membai’at Umar sebagai khalifah baru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat pembai’atannya sebagai khalifah, ia berkata, “Wahai kaum Muslimin, kalian semua memiliki hak-hak atas diriku, yang selalu bisa kalian pinta. Salah satunya adalah jika seorang dari kalian meminta haknya kepadaku, ia harus kembali hanya jika haknya sudah dipenuhi dengan baik. Hak kalian yang lainnya adalah permintaan kalian bahwa aku tidak akan mengambil apa pun dari harta negara maupun dari rampasan pertempuran. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalian juga dapat memintaku untuk menaikkan upah dan gaji kalian seiring dengan meningkatnya uang yang masuk ke kas negara, dan aku akan meningkatkan kehidupan kalian dan tidak akan membuat kalian sengsara. Juga merupakan hak, apabila kalian pergi ke medan pertempuran, aku tidak akan menahan kepulangan kalian, dan ketika kalian sedang bertempur, aku akan menjaga keluarga kalian laksana seorang ayah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahai kaum Muslimin, bertakwalah selalu kepada Allah SWT, maafkan kesalahan-kesalahanku dan bantulah aku dalam mengemban tugas ini. Bantulah aku dalam menegakkan kebenaran dan memberantas kebathilan. Nasihatilah aku dalam pemenuhan kewajiban-kewajiban yang telah diamanahkan Allah SWT…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umar merupakan pemimpin dengan keahlian administrasi yang sangat baik, pemimpin politik, dan jenderal militer yang cerdas. Ketidakegoisan dan kekukuhannya dalam menegakkan kebenaran dan hak-hak rakyat, membuatnya dihargai dan memiliki posisi penting dalam sejarah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di antara kontribusi Umar bin Al-Khathab untuk Islam ialah ia beserta pasukan Islam berhasil membentangkan kejayaan Islam dari Mesir, Syam, Irak, sampai kerajaan Persia. Ia beserta para sahabat lainnya berhasil mengembangkan wilayah Islam. Ia berhasil membangun administrasi yang baik dalam pemerintahan Islam. Daulah Islamiyah menunjukkan adanya peningkatan perbaikan selama pemerintahannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sammak bin Harb menuturkan, “Umar bin Al-Khathab sangat gesit, seakan ia naik kuda sementara orang-orang berjalan kaki.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia orang pertama yang mencetuskan ide tentang perlunya dilakukan pengumpulan ayat-ayat Al-Qur’an. Ia dikenal sebagai sahabat yang berani melakukan ijtihad dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip musyawarah. Umar tidak mengharap dicintai oleh besar, orang kaya, bahkan kerabatnya. Ia juga tidak menganggap rendah anak kecil maupun orang fakir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umar mampu memadukan antara ilmu dan amal. Ia melaksanakan kepemimpinan dan keadilan dalam batas yang tidak mampu dilakukan oleh para penguasa dan raja biasa. Di sisi lain, ia mempunyai sifat zuhud dan kesabaran yang tidak dimiliki para raja bahkan orang-orang ahli zuhuh sekalipun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: MyriadWebPro, arial, verdana; font-size: 12px; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Sejarah Para Khalifah karya Hepi Andi Bastoni&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-6589465342401521971?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/6589465342401521971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-khulafaur-rasyidin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/6589465342401521971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/6589465342401521971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/kisah-sahabat-nabi-khulafaur-rasyidin.html' title='Kisah Sahabat Nabi - Khulafaur Rasyidin Umar bin Khathab (634-644 M) Pemimpin yang Adil (3)'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-zVxg74cIH-M/Taz8YppcsII/AAAAAAAAFXA/Ki7Fcx5uYOY/s72-c/Khulafaur%2BRasyidin%2BUmar%2Bbin%2BKhathab%2B%2528634-644%2BM%2529%2BPemimpin%2Byang%2BAdil%2B%25283%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-7356801135531356944</id><published>2011-04-14T15:05:00.010+09:00</published><updated>2011-04-18T23:59:28.755+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu Komputer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPTEK'/><title type='text'>Ilmu Komputer - Belajar Tipu Muslihat Virus dan Pencegahannya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;ebelum menginjak kedalam tips mengenai pencegahan kita termakan muslihat virus ada baiknya kita pelajari sesuatu yang dikenal dengan nama teknik rekayasa sosial atau Social Engineering dalam bahasa Inggrisnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teknik rekayasa sosial menurut RFC 2828 ( Internet Security Glossary ) dapat diartikan :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jargon halus untuk kemampuan non-teknis atau rendah teknologi seperti tipuan, trik, ancaman yang digunakan untuk menyerang sistem informasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mayoritas dari pengguna Windows terinfeksi virus disebabkan oleh karena adanya teknik rekayasa sosial ini. Hal inilah yang membuat virus cepat menyebar. Kekurangpahaman kita menjadikan hal ini menjadi senjata yang cukup mematikan dalam penyebaran dan penginfeksian virus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Silahkan Download Artikel lengkapnya : &lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 11px; line-height: 13px; "&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2008/01/fandi-belajartipusmuslihatvirusdanpencegahannya.zip" style="color: rgb(255, 105, 0); text-decoration: underline; "&gt;fandi-belajartipusmuslihatvirusdanpencegahannya.zip&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-7356801135531356944?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/7356801135531356944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/ilmu-komputer-belajar-tipu-muslihat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/7356801135531356944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/7356801135531356944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/ilmu-komputer-belajar-tipu-muslihat.html' title='Ilmu Komputer - Belajar Tipu Muslihat Virus dan Pencegahannya'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-2860351081837776283</id><published>2011-04-14T15:05:00.009+09:00</published><updated>2011-04-18T17:29:38.267+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam Mancanegara'/><title type='text'>Shalat Berjamaah di Prancis akan Dilarang</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-rvt6-EdqOeA/Tav2IrPLWDI/AAAAAAAAFWo/OnJVDKWNLZk/s1600/Shalat%2BBerjamaah%2Bdi%2BPrancis%2Bakan%2BDilarang.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 360px; height: 260px; " src="http://3.bp.blogspot.com/-rvt6-EdqOeA/Tav2IrPLWDI/AAAAAAAAFWo/OnJVDKWNLZk/s400/Shalat%2BBerjamaah%2Bdi%2BPrancis%2Bakan%2BDilarang.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596837590843742258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah Prancis berniat kembali menggulirkan kebijakan anti-Islam setelah sebelumnya, undang-undang kontroversial larangan pemakaian jilbab, mendapat protes hebat dari umat Islam. Dengan alasan karena warga Muslim menunaikan shalat di pinggir jalan, pemerintah Prancis berniat membatasi kebebasan warga Muslim dalam menunaikan kewajiban agama mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menteri Dalam Negeri Prancis, Claude Guéant, yang dikenal sebagai salah satu politisi think-tank politik anti-Islam di negara ini, menetapkan peraturan baru melarang pelaksanaan shalat jamaah di pinggir jalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;IRNA melaporkan, koran Le Parisien dalam hal ini menulis, Guéant mengatakan, "Kami tengah mencari cara untuk melarang penunaian shalat berjamaah di pinggir jalan."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendagri Prancis mengemukakan pernyataan itu di saat penunaian shalat berjamaah di pinggir jalan, sangat jarang terjadi, dan biasanya hanya dilakukan di wilayah-wilayah yang memiliki fasilitas sangat terbatas atau batasan yang dilakukan pemerintah. Selain itu, warga Muslim Prancis juga menunaikan shalat berjamaah itu tanpa mengganggu orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjawab pertanyaan soal sedikitnya jumlah masjid di Perancis, Guéant mengatakan, di Prancis dapat dibangun masjid yang lebih banyak. Namun Guéant tidak memberikan keterangan lebih rinci bagaimana masjid-masjid tersebut dapat dibangun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di kota Nice misalnya, hanya terdapat dua masjid, dan warga Muslim di kota itu harus menempuh jalan jauh untuk pergi ke masjid. Namun masalah yang paling penting adalah bahwa kedua masjid itu tidak mampu menampung seluruh warga Muslim yang hendak menunaikan shalat berjamaah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkait implementasi larangan shalat berjamaah di tepi jalan itu, Guéant menjelaskan, "Harus ada cara untuk menghentikan shalat berjamaah di tepi jalan, dan saya secara pribadi memprioritaskan penggunaan "kekuatan" dalam menjalankan ketentuan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Guéant hingga kini telah berulangkali menarget umat Islam, termasuk penilaiannya terhadap peningkatan jumlah warga Perancis yang memeluk agama Islam. Kondisi ini menurut Guéant sangat disayangkan dan akan menjadi kendala serius bagi Perancis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejumlah politik anti-Islam dalam pemerintahan Perancis yang beberapa waktu lalu melarang penggunaan burka, telah memasuki tahap baru yang lebih serius. Kebijakan itu direaksi negatif oleh opini umum Barat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Laurent Booth, saudara perempuan istri mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair, dalam wawancaranya dengan IRNA, menepis klaim para pejabat Prancis bahwa kaum perempuan yang mengenakan burka merupakan ancaman teror dan keamanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikatakannya, "Kaum perempuan berjilbab sebetulnya memang merupakan ancaman bagi negara-negara Barat. Namun ancamannya tidak dalam bentuk kekerasan seperti yang diklaim oleh para politisi Barat, melainkan karena busana Muslimah pada hakikatnya telah menyoal kebebasan kaum perempuan di Eropa dan Amerika."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;republika.co.id&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-2860351081837776283?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/2860351081837776283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/shalat-berjamaah-di-prancis-akan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/2860351081837776283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/2860351081837776283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/shalat-berjamaah-di-prancis-akan.html' title='Shalat Berjamaah di Prancis akan Dilarang'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-rvt6-EdqOeA/Tav2IrPLWDI/AAAAAAAAFWo/OnJVDKWNLZk/s72-c/Shalat%2BBerjamaah%2Bdi%2BPrancis%2Bakan%2BDilarang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-1324369684526495103</id><published>2011-04-14T15:02:00.001+09:00</published><updated>2011-04-14T15:07:54.751+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam Mancanegara'/><title type='text'>Islam Mancanegara - Gara-gara Peristiwa Ini, Kaum Muslim dan Yahudi Bisa Kompak...</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-p1nRNLnvPgQ/TaaOKW1AfTI/AAAAAAAAFVs/wuwhDpTDqHo/s1600/Gara-gara%2BPeristiwa%2BIni%252C%2BKaum%2BMuslim%2Bdan%2BYahudi%2BBisa%2BKompak....jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 360px; height: 260px; " src="http://2.bp.blogspot.com/-p1nRNLnvPgQ/TaaOKW1AfTI/AAAAAAAAFVs/wuwhDpTDqHo/s400/Gara-gara%2BPeristiwa%2BIni%252C%2BKaum%2BMuslim%2Bdan%2BYahudi%2BBisa%2BKompak....jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5595315895632166194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;AMSTERDAM--Peristiwa jarang terjadi di Belanda. Gara-garanya rencana parlemen Belanda melarang penyembelihan hewan tanpa dibius. Setelah rencana ini diprotes kaum muslim, kini rencananya diprotes kaum Yahudi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadilah Islam-Yahudi kini ada ada di satu kelompok yang sama. Menurut Partai untuk Hewan di Belanda, pembiusan perlu supaya hewan tidak menderita sakit. Jadi ada kesan seolah penyembelihan ritual itu barbar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yahudi mengistilahkan penyembelihan itu sebagai kosjer sementara istilah Islamnya halal. Menurut ajaran Yahudi, supaya daging itu kosjer, hewan harus disembelih. Begitu juga dalam Islam, supaya daging halal, maka hewannya harus disembelih sesuai syariat Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut para rabbi menyembelih hewan secara ritual itu tidak barbar. Pendapat ini juga didukung tokoh Islam di Belanda. Yasin Forqani, imam muda asal Maroko, juga mengatakan menyembelih secara Islam tidak menyiksa hewan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin banyak orang bertanya-tanya, kok di Belanda pemeluk agama Yahudi dan muslim bisa bekerja sama. Menurut KH Hambali Maksum , seorang ustad atau kiai di Persatuan Muslim se-Eropa atau PPME, di Den Haag, kerjasama Yahudi-Muslim bukanlah hal yang baru dan aneh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia mengklaim, dalam beberapa hal Yahudi dan Islam justsru lebih dekat ketimbang Islam dan Kristen. "Islam dan Yahudi lebih banyak persamaannya dibanding Islam dengan Kristen," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh, lanjutnya, Islam dan Yahudi sama-sama tidak mengakui penyaliban Isa atau Yesus.  Dan dari segi syariat Yahudi dan Islam sama-sama mengharamkan babi dan mewajibkan penyembelihan hewan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun ia menegaskan, yang menjauhkan jarak antara Yahudi dan Islam adalah masalah politis, tambah ustad jebolan Irak ini. "Ya terutama karena kasus Israel," jelasnya. Dalam masalah politik, tambahnya,  justru Yahudi dan Kristen bersatu menyerang Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terakhir Hambali mengatakan, ia pribadi tidak dilibatkan untuk mendatangi Parlemen Belanda memprotes rencana pembuatan UU pelarangan menyembelih tanpa bius ini. "Seandainya ada keterlibatan, maka PPME-lah yang sewajarnya dilibatkan," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;republika.co.id&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-1324369684526495103?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/1324369684526495103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/islam-mancanegara-gara-gara-peristiwa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/1324369684526495103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/1324369684526495103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/islam-mancanegara-gara-gara-peristiwa.html' title='Islam Mancanegara - Gara-gara Peristiwa Ini, Kaum Muslim dan Yahudi Bisa Kompak...'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-p1nRNLnvPgQ/TaaOKW1AfTI/AAAAAAAAFVs/wuwhDpTDqHo/s72-c/Gara-gara%2BPeristiwa%2BIni%252C%2BKaum%2BMuslim%2Bdan%2BYahudi%2BBisa%2BKompak....jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-6411415328443153397</id><published>2011-04-13T12:11:00.004+09:00</published><updated>2011-04-13T13:00:22.305+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Si Penggosip</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-aMRC6sW-PkU/TaUVq3-eJJI/AAAAAAAAFVM/UJYtnIDX_jA/s1600/244717241v7_480x480_Front_Color-RedWhite.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-aMRC6sW-PkU/TaUVq3-eJJI/AAAAAAAAFVM/UJYtnIDX_jA/s400/244717241v7_480x480_Front_Color-RedWhite.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594901938402370706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;eorang wanita mengulang sepotong berita yang memalukan mengenai tetangganya. Dalam beberapa hari,  seluruh desa mengetahui ceritanya dan orang yang  diceritakannya itu merasa sakit hati dan terpukul. Kemudian si wanita yang menyebarluaskan berita buruk tersebut mengetahui bahwa berita itu betul-betul salah. Dia menyesal dan mendatangi seorang tua yang bijak untuk mencari tahu apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesalahannya itu.  “ Pergilah ke pasar dan belilah seekor ayam lalu sembelilah. Kemudian dalam perjalanan pulang, cabuti bulunya dan buang satu persatu disepanjang jalan.”  Kata orang tua bijak itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Meski kaget mendengarkan itu, si wanita melakukan apa yang disarankan kepadanya. Namun ia  merasa masih belum bisa  memperbaiki kesalahannya menyebarluaskan berita bohong  itu pada seluruh penduduk desa. Keesokan harinya,  ia kembali mengunjungi orang tua bijak itu dan menanyakan persoalannya kembali. Si orang bijak itu berkata, “Hmm, kalau begitu, sekarang pergilah dan kumpulkan semua bulu yang kau buang kemarin dan bawa kembali kepadaku.”  &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Si wanita itupun menyusuri jalan yang sama dan berusaha mengumpulkan bulu-bulu ayam yang telah dicabutinya kemarin. Namun, angin telah menerbangkan semua bulu-bulu itu kemana-mana sehingga mustahillah ia bisa mengumpulkannya semua.  Setelah mencari-cari selama berjam-jam, ia kembali hanya bisa mengumpulkan sebanyak tiga potong bulu saja. Si wanita itu kembali menemui orang tua bijak. “Lihatlah sangat mudah mencabuti bulu ayam dan membuangnya.  Namun sangat tidak mungkin mengambilnya kembali. Begitu pula dengan gosip dan berita bohong yang tidak sulit untuk menyebarluaskannya. Namun, sekali tersebar kita tidak akan pernah secara penuh memperbaiki kesalahan kita, kata si orang bijak itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;Renungan: &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Keburukan orang lain apalagi saudara seiman tak selayaknya kita sebar-sebarkan. Karena jika salah berarti kita telah berbuat fitnah, dan jikapun benar demikian, maka itu adalah ghibah. Kewajiban kita untuk menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. Wallahu’alam.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;(QS. Al Hujuraat : 11)&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Oleh, Taufan Sugiharto&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;| Penulis Buletin Hidayah Pumita Busan&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Red. Pumitabusan.com&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-6411415328443153397?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/6411415328443153397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/si-penggosip.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/6411415328443153397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/6411415328443153397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/si-penggosip.html' title='Si Penggosip'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-aMRC6sW-PkU/TaUVq3-eJJI/AAAAAAAAFVM/UJYtnIDX_jA/s72-c/244717241v7_480x480_Front_Color-RedWhite.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-7990183252405200979</id><published>2011-04-12T14:38:00.007+09:00</published><updated>2011-04-12T20:39:22.552+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Layar Telah Dikibarkan Pantang Surut Kapal Kembali Ke Dermaga</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-kUouxLGLd2g/TaPyxEUl7kI/AAAAAAAAFUc/_yqPwgD2QxA/s1600/ad.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 600px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-kUouxLGLd2g/TaPyxEUl7kI/AAAAAAAAFUc/_yqPwgD2QxA/s400/ad.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594582086911913538" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;D&lt;/b&gt;ari waktu ke waktu, dunia ini terasa makin sempit, Tak ada ruang untuk sembunyi dan tak ada informasi yang tak terakses publik, Ya informasi. Itulah pangkal dan muara dari segala pencarian. Beragam peralatan canggih di kerahkan dan beraneka media di tegakkan. Semuanya di hadirkan untuk menjadi penyaji informasi. Informasi menjadi arenayang sarat pemain dengan tingkat kompetisi yang ketat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px; "&gt;Tapi, telah menjadi kelaziman public bahwa informasi yang mereka butuhkan adalah yang akurat dan aktual. Bukan fitnah, apa lagi rekayasa, dan PUMITA busan dengan websitenya &lt;b&gt;www.pumitabusan.com&lt;/b&gt; serta di dukung oleh lembar Da’wah Buletin HIDAYAH ini sebagai lembar Da’wah dan media informasi akan memasuki arena itu dengan seluruh bekal dan persiapan yang telah kami lakukan. Studi kelayakan telah di lakukan. Uji materi dan sajian terus di lakukan. Dalam konteks itulah, kami dari kader-kader PUMITA telah menyatakan diri &lt;b&gt;‘siap berlaga’&lt;/b&gt; di arena kompetisi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px; "&gt;Kendati persaingan akan berlangsung ketat, tetapi PUMITA mengibarkan bendera &lt;b&gt;&lt;i&gt;berjuang untuk ke maslahatan umat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; sebagai panji perjuangan. Bagi kami, &lt;b&gt;&lt;i&gt;”layar telah dikibarkan pantang surut kapal kembali ke dermaga”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Kini, doa dan dukungan saudara saudara, Warga Muslim Indonesia di Korea merupakan elemen mendasar untuk meraih keberhasilan. Dari perspektif itulah Da’wah menjadi pilar utama perjuangan kami. Tapi, kami juga sadar bahwa norma-norma pergaulan tidak bisa meremehkan. Oleh karna itu santun menjadi sesuatu yang tak bias di abaikan. Sebab, niat yang baik jika tidak di sampaikan dengan cara yang baik justru sering menjadi petaka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px; "&gt;Untuk wujudkan semua itu, selain Lembar Da’wah Buletin HIDAYAH juga Website sengaja kami bangun dengan beragam dan menawan. Keberagaman adalah realitas sosial dan menawan adalah penunjang untuk melahirkan harkat kemanusiaan yang bermartabat. Tentu saja, untuk menyiapkan ruang saji yang menawan memang banyak menguras tenaga dan fikiran. Berikutnya, Saudara akan kami ajak untuk membaca program ZISWAF yang berada di menu sidebar kiri, yang sekali waktu kami hadirkan yakni kolom penerimaan dan penyaluran ZISWAF. Ibarat bangunan, kolom tersebut adalah miniature dari seluruh tatanan yang ada, terutama yang menyangkut tentang komitmen kemanusiaan / solideritas yang kami pelihara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px; "&gt;Itulah tawaran dan sajian yang kami siapkan untuk memuaskan saudara pembaca semoga bermanfaat ‘selamat membaca’ &lt;b&gt;www.pumitabusan.com&lt;/b&gt;, terus terang kami akan terus berbenah dan selalu menyiapkan tulisan-tulisan baru sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pembaca.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px; "&gt;&lt;b&gt;| Redaksi Pumitabusan.com&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-7990183252405200979?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/7990183252405200979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/layar-telah-dikibarkan-pantang-surut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/7990183252405200979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/7990183252405200979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/layar-telah-dikibarkan-pantang-surut.html' title='Layar Telah Dikibarkan Pantang Surut Kapal Kembali Ke Dermaga'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-kUouxLGLd2g/TaPyxEUl7kI/AAAAAAAAFUc/_yqPwgD2QxA/s72-c/ad.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-4775840176617871629</id><published>2011-04-12T14:24:00.003+09:00</published><updated>2011-04-12T14:36:55.825+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Tampil Cantik Dengan Busana Islami</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-rJYD-0DhC5A/TaPkZIAoTUI/AAAAAAAAFUU/HcGZ6Gm3Dzs/s1600/hijab%25282%2529.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 255px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-rJYD-0DhC5A/TaPkZIAoTUI/AAAAAAAAFUU/HcGZ6Gm3Dzs/s400/hijab%25282%2529.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594566282422275394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;akaian atau busana boleh dikatakan adalah sebagai gambaran kepribadian seseorang. Masalah pakaian yang sering disoroti oleh banyak pihak adalah pakaian muslimah atau wanita. Perkembangan teknologi dan perkembangan zaman semakin memperbanyak mode pakaian wanita. Namun yang disayangkan kadang kala busana itu jauh dari nilai-nilai Islam, maraknya pakaian setengah jadi kekurangan bahan atau sering disebut pakaian adik, semakin menenggelamkan pakaian muslimah yang seharusnya. Trend mode itu sayangnya banyak diikuti oleh generasi muda sekarang, seakan mereka terlena dengan keglamoran busana tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Generasi muda sekarang khususnya wanita lebih cenderung memakai pakaian yang serba seksi, disaat ada diantara mereka yang memakai pakaian muslimah, mereka memandang dengan pandangan aneh menyebutnya eksklusif. Dengan kondisi semacam itu tidak bias dislahkan kalau sekarang kejahatan yang berhubungan dengan wanita meningkat. Maraknya pornografi, free seks, dan penyakit AIDS yang merajalela. Dengan keadaan itu setidaknya kita semua bias berpikir, kita bias mengikuti perkembangan zaman namun jangan sampai kita melupakan nilai ruhiyah kita. Islam adalah Dien universal,&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, sebagaimana konsep agama-agama yang lain melainkan memberikan pedoman hidup yang utuh dan menyeluruh, jasmani dan rohani, material spiritual, individu social, duniawi dan ukhrowi. H.A.R Gibb mentakan, &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Islam is indeed much more that a system of technology, it is a complete civilization. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Disana jelas diungkapkan bahwa Islam adalah system hidup yang lengkap.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Semua dimensi kehidupan diatur dalam Islam, demikian pula masalah tata busana. Dalam ajaran Islam pakaian bukan semata-mata masalah cultural, namun lebih dari itu merupakan tindakan ritual dan sacral yang dijanjikan pahala sebagai imbalannya dari Allah SWT bagi yang mengenakannya dengan benar. Oleh karena itu, dalam masalah pakaian Islam menentukan batasan-batasan tertentu, baik untuk pria maupun wanita. Khusus untuk wanita mempunyai bentuk sendiri yang khas akan menunjukkan jati dirinya sebagai seorang Muslimah. Disini busana Muslimah bersifat universal, dalam arti dapat dipakai oleh wanita Islam dimanapun ia berada tanpa membedakan suku atau bangsa maupun letak geografis. Kendala utama yang sering dihadapi adalah bahwa muslimah terkadang tidak bisa memahami apa arti dari busananya tersebut, sehingga sering terjadi mereka menggunakan busana Islam hanya dijadikan sebagai trend tanpa bisa memahami apa makna dari busana yang ia kenakan. Mungkin kita perlu mengkaji kembali&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;   &lt;/span&gt;QS. Al A’raf : 26 yang artinya :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;“&lt;/i&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;line-height: 115%;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Dari ayat tersebut bahwa pakaian sebagai penutup aurat dan perhiasan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Tunjukkan kapada publik&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;   &lt;/span&gt;bahwa dengan busana muslimah (jilbab) kita mampu mengaktualisasikan diri kita dalam masyarakat, tunjukkan bahwa jilbab adalah wujud kemerdekaan bagi muslimah. Dengan pakaian Islami bukan berarti kita tidak bias mengikuti perkembangan zaman, namun justru sebaliknya dengan jilbab kita bias lebih leluasa mengembangkan potensi yang ada pada diri kita. Jangan ragu lagi mengenakan pakaian yang benar sesuai dengan Islam. Berusahalah mengenal Islam secara mendalam seperti firman&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Allah SWT pada QS. Al Baqarah : 208 :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;“&lt;/i&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; color: black; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 115%;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 14px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| Bidang Pemberdayaan Wanita PUMITA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="font-size: medium; font-style: normal; line-height: 18px; "&gt;Red. Pumitabusan.com&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/901379795274355715-4775840176617871629?l=www.pumitabusan.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.pumitabusan.com/feeds/4775840176617871629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/tampil-cantik-dengan-busana-islami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/4775840176617871629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/901379795274355715/posts/default/4775840176617871629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.pumitabusan.com/2011/04/tampil-cantik-dengan-busana-islami.html' title='Tampil Cantik Dengan Busana Islami'/><author><name>PUMITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17414979937296534394</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-rJYD-0DhC5A/TaPkZIAoTUI/AAAAAAAAFUU/HcGZ6Gm3Dzs/s72-c/hijab%25282%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-901379795274355715.post-352412454156690130</id><published>2011-04-11T18:50:00.001+09:00</published><updated>2011-04-13T19:31:50.304+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mu&apos;alaf'/><title type='text'>Kisah Mu'alaf - Danny Herman de Annan: Menemukan Islam dari Alquran Curian</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Th9V3XkKn68/TaV7UjDW6PI/AAAAAAAAFVU/8SEo0YA8JC4/s1600/danny-abdullah-de-annan-_110412200716-383.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 360px; height: 260px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Th9V3XkKn68/TaV7UjDW6PI/AAAAAAAAFVU/8SEo0YA8JC4/s400/danny-abdullah-de-annan-_110412200716-383.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5595013705014634738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat keluarga Danny Herman de Annan, kita seperti melihat keluarga Amerika kebanyakan. Pagi mereka dimulai pukul 06.30. Mereka sarapan pagi bersama, sebelum semua anggota keluarga bubar jalan ke tempat aktivitas masing-masing. Yang membedakan: begitu bangun, seluruh anggota keluarga berwudlu untuk kemudian shalat subuh bersama. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi De Annan, keluarga adalah surga di dunia bagin
